Tiga Putera MBD Temui SKK Migas Minta Keadilan Terhadap Masyarakat MBD Soal Migas Masela

Rabu, 16 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Putera MBD Temui SKK Migas Minta Keadilan Terhadap Masyarakat MBD Soal Migas Masela. (foto-tim)

Tiga Putera MBD Temui SKK Migas Minta Keadilan Terhadap Masyarakat MBD Soal Migas Masela. (foto-tim)

JAKARTA – Tiga Putera Maluku Barat Daya (MBD), Beny Kalebora (Sekjen Pemaskebar), Alex Barlola dan Freni Lutruntuhluy (Yayasan Suara Timur Indonesia) mendatangi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) dalam rangka meminta pihak SKK Migas memberi perhatian dan perlakuan adil terhadap masyarakat MBD atas rencana pemerintah mengeksplorasi Migas Masela yang rencananya dimulai tahun depan ini.

Kedatangan mereka diterima langsung Deputi dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bayu Setta di ruang kerjanya pada kamis (18/12).

Menurut mereka, Proyek Blok Masela  Maluku merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan cadangan gas alam terbesar di Indonesia yang mestinya dinikmati seluruh rakyat Maluku lebih khusus daerah terdampak Maluku Barat Daya. Pasalnya kedatangan mereka ini untuk mengingatkan pihak SKK Migas kalau ada banyak kesepakatan yang telah dibuat pemimpin terdahulu yang sampai saat ini tidak terealisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami datang disini sekaligus mewakili rakyat MBD untuk mengingatkan negara bahwa daerah terdampak harus menjadi perhatian serius karena banyak kesepakatan yang sudah dibaut namun itu belum nyata”, kata tiga sosok ini kepada pers di depan Kantor SKK Migas Pusat Jakarta.

Dalam pertemuan bersama Eka Bayu Setta selaku deputi SKK migas itu, aspirasi Masyarakat MBD sudah disampaikan, mulai dari kesepakatan membangun bandara pada masa kepemimpinan Bupati Barnabas Orno, balai Latihan kerja, asrama mahasiswa dan sejumlah usulan Masyarakat untuk dilibatkan dalam proyek tersebut.

“Kami berterima kasih kepada pak Bayu yang luar biasa menerima kami dalam diskusi ini. Beliau sangat luar biasa. Kami telah menyampaikan bahwa pihak SKK Migas dan pemda MBD telah menyepakati hal-hal prinsip tentang membangun rakyat di MBD semoga mereka tidak lupa itu. Kalau sampai SKK Migas lupa dan Pemda MBD tidak merespons hal ini, maka selama ini pemimpin kita bicaranya tabolabale”, kata Freni Lutrun saat itu.

Freni Lutrun juga mengingatkan bahwa mantan Bupati Barnabas pada 2016 juga berharap pembangunan dan operasional Blok Masela dapat memberikan keuntungan ganda kepada masyarakat di MBD dan KKT.

Menurut Beny Kalebora, Alex Barlola dan Freni Lutrun, Pemerintah pusat harus ingat bahwa MBD adalah daerah 3T dan Tingkat kemiskinan tinggi serta pengangguran yang tinggi sehingga dengan adanya Migas Masela ini bisa merubah masa depan generasi MBD dan umumnya Provinsi Maluku kedepannya.

Sementara itu, Deputi dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bayu Setta mengatakan, dirinya menerima semua masukan yang telah disampaikan. Dirinya bahkan menilai apa yang sudah disepakati sebelumnya harus bisa diselesaikan untuk tidak kemudian membuat Masyarakat menjadi tidak percaya dan resah terhadap pemerintah.

“Kami dengan senang hati, Pak Beni, Pa Alex dan Pa Fren sudah datang, ini pertanda bagus sekaligus mengingatkan kita tentang bagaimana daerah terdampak harus diperhatikan dan masyarakatnya dilibatkan dalam proyek Migas Masela ini”, katanya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPP KAPMI Susun 7 Program Prioritas Dukung Asta Cita Prabowo Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Wapres Gibran Sebut, Kalau Dirinya Tidak Lulus SMA, Tidak Mungkin Bisa Kuliah
Milad Ke 8 DPP CMMI: Delapan Tahun Mengabdi, Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial
Bupati Pegunungan Bintang Siap Kawal Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan
Kesombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan
Gugatan Denny Indrayana di MK Ujian Syarat Pendidikan Gibran dan Batas Hukum Acara Pemilu
OTT KPK Bupati Bolmut, 14 Orang Diamankan, dan Sita Uang Ratusan Juta
Kuasa Hukum RS Sitti Khadijah Ungkap Kronologi: Pasien Diperiksa hingga Dicarikan Rumah Sakit Alternatif

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:03

BPP KAPMI Susun 7 Program Prioritas Dukung Asta Cita Prabowo Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:34

Wapres Gibran Sebut, Kalau Dirinya Tidak Lulus SMA, Tidak Mungkin Bisa Kuliah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:10

Milad Ke 8 DPP CMMI: Delapan Tahun Mengabdi, Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

Selasa, 29 September 2026 - 15:14

Bupati Pegunungan Bintang Siap Kawal Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan

Kamis, 24 September 2026 - 11:39

Kesombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

Selasa, 22 September 2026 - 02:55

Gugatan Denny Indrayana di MK Ujian Syarat Pendidikan Gibran dan Batas Hukum Acara Pemilu

Senin, 21 September 2026 - 13:35

OTT KPK Bupati Bolmut, 14 Orang Diamankan, dan Sita Uang Ratusan Juta

Minggu, 20 September 2026 - 11:07

Kuasa Hukum RS Sitti Khadijah Ungkap Kronologi: Pasien Diperiksa hingga Dicarikan Rumah Sakit Alternatif

Berita Terbaru