Menteri HAM Republik Indonesia Natalius Pigai Sebut Perlu Banyak Kader Jadi Duta HAM

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia Natalius Pigai menegaskan, persoalan HAM sangat luas dan kompleks. Sedang di sisi lain, pemahaman masyarakat masih minim sehingga perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Pigai mengatakan hal tersebut saat menerima audiensi jajaran Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Alumni Margawasiswa Republik Indonesia (Patria) di ruang kerjanya, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/1).

“Oleh karena itu, saat ini masih diperlukan lebih banyak lagi kader yang memahami persoalan HAM secara holistik sekaligus terjun sebagai duta HAM,” ujar Menteri HAM Natalius Pigai melalui keterangan tertulis kepada Odiyaiwuu.com di Jakarta, Selasa (7/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan itu, hadir sejumlah petinggi Patria antara lain Ketua Umum Agustinus Tamo Mbapa, Sekretaris Jenderal Septyarini, Wakil Ketua Umum Bidang Internal Organisasi Maximus Ramses Lalongkoe, dan Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan SDM dan Pelatihan M Anita Primaswari.

Selain itu, hadir pula Wasekjen Bidang Hubungan Internasional Gabriel Goa, Wasekjen Bidang Kewirausahaan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan David F Tamara, Wasekjen Bidang Perempuan, Anak, dan Penyandang Disabilitas Beston Barto Siboro, dan Wakil Ketua Divisi Media dan Pers Friederich Batari.

Sementara itu, dalam audiensi tersebut Menteri HAM didampingi Thomas Suwarta (Staf Khusus Menteri HAM), Stanislaus Wena (Staf Khusus Menteri HAM Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional), dan Wempi Wale (Staf Khusus Menteri HAM).

Dalam kesempatan itu, Agustinus Tamo Mbapa menyambut baik dan menyampaikan apresiasi kepada Menteri HAM karena dapat memberikan harapan baru terhadap HAM di Indonesia.

“Patria membangun kerja sama untuk sosialisasi HAM di seluruh Indonesia. Kami targetkan di 80 ribu lebih desa/kelurahan,” ujar Gustaf, sapaan akrab Agustinus Tamo Mbapa.

Gustaf juga menegaskan, Patria mendukung program Kementerian HAM Republik Indonesia untuk menjaga dan mempertegas penegakan harkat dan martabat manusia.

Sekadar diketahui, Patria merupakan organisasi yang keanggotaannya merupakan alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKR). (Ansel Deri/Odiyaiwuu.com)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPP KAPMI Susun 7 Program Prioritas Dukung Asta Cita Prabowo Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Wapres Gibran Sebut, Kalau Dirinya Tidak Lulus SMA, Tidak Mungkin Bisa Kuliah
Milad Ke 8 DPP CMMI: Delapan Tahun Mengabdi, Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial
Bupati Pegunungan Bintang Siap Kawal Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan
Kesombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan
Gugatan Denny Indrayana di MK Ujian Syarat Pendidikan Gibran dan Batas Hukum Acara Pemilu
OTT KPK Bupati Bolmut, 14 Orang Diamankan, dan Sita Uang Ratusan Juta
Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Empat OPD Disegel

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:03

BPP KAPMI Susun 7 Program Prioritas Dukung Asta Cita Prabowo Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:34

Wapres Gibran Sebut, Kalau Dirinya Tidak Lulus SMA, Tidak Mungkin Bisa Kuliah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:10

Milad Ke 8 DPP CMMI: Delapan Tahun Mengabdi, Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

Selasa, 29 September 2026 - 15:14

Bupati Pegunungan Bintang Siap Kawal Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan

Kamis, 24 September 2026 - 11:39

Kesombongan Intelektual Dalam Kepemimpinan Pemerintahan

Selasa, 22 September 2026 - 02:55

Gugatan Denny Indrayana di MK Ujian Syarat Pendidikan Gibran dan Batas Hukum Acara Pemilu

Senin, 21 September 2026 - 13:35

OTT KPK Bupati Bolmut, 14 Orang Diamankan, dan Sita Uang Ratusan Juta

Senin, 21 September 2026 - 12:56

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Empat OPD Disegel

Berita Terbaru