Jauh Merantau dari Tembilahan, Riau, Akhirnya Raih Momen Bahagia di Yudisium Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Rantau

Sabtu, 31 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergisatu.com, RANTAU – Perjalanan jauh dari kampung halaman bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Itulah gambaran perjuangan seorang mahasiswa perantau asal Tembilahan, Provinsi Riau, Sumatra, yang akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan dan mengikuti Yudisium Tahun Akademik 2026/2027 di Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Hari yudisium menjadi momen yang begitu istimewa. Rasa bahagia, haru, dan bangga bercampur menjadi satu setelah melalui perjalanan panjang menempuh pendidikan jauh dari keluarga dan kampung halaman.

Meninggalkan tanah kelahiran, keluarga, serta lingkungan yang sudah akrab bukanlah keputusan mudah. Namun, dengan tekad untuk memperoleh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik, perjalanan dari Tembilahan menuju Rantau akhirnya menjadi bagian dari kisah perjuangan yang berharga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama menjalani perkuliahan, berbagai pengalaman dan tantangan tentu menjadi bagian dari kehidupan sebagai mahasiswa perantau. Jarak yang jauh dari keluarga mengajarkan arti kemandirian, kesabaran, tanggung jawab, dan keteguhan dalam memperjuangkan cita-cita.

Kini, perjuangan tersebut sampai pada salah satu titik penting. Mengenakan atribut yudisium dan mengikuti prosesi akademik bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Yudisium yang dilaksanakan di Aula Kampus Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Rantau tersebut diikuti mahasiswa Program Studi D3 Teknologi Pertanian dan D3 Teknik Pertambangan. Kegiatan dihadiri Ketua Yayasan H. Misran, Direktur Dr. H. Hamdi, S.E., M.M., Wakil Direktur I Bidang Akademik Ir. H. Husinsyah, M.P., serta para dosen dari kedua program studi.

Direktur Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi, Dr. H. Hamdi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kampus terbuka bagi generasi muda yang memiliki semangat untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan masa depan, tanpa dibatasi oleh asal daerah.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan merupakan kebanggaan bagi institusi. Ia berharap para lulusan mampu memanfaatkan ilmu dan pengalaman selama kuliah untuk menghadapi kehidupan setelah kampus.

Wakil Direktur I Bidang Akademik, Ir. H. Husinsyah, M.P., juga menyampaikan bahwa perjalanan mahasiswa hingga mencapai yudisium merupakan proses yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Ia berharap pengalaman selama menempuh pendidikan, termasuk bagi mahasiswa yang datang dari luar daerah, menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya.

“Jangan pernah melupakan proses dan perjuangan yang telah dilalui. Di mana pun nantinya berada, teruslah belajar, kembangkan kemampuan, dan jadikan pendidikan sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Kisah mahasiswa yang datang jauh dari Tembilahan, Riau, menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan untuk memperluas kesempatan dan meraih cita-cita. Jarak geografis yang memisahkan seseorang dari kampung halaman bukanlah alasan untuk berhenti berjuang.

Hari ini, di Rantau, sebuah perjalanan panjang menemukan salah satu momen terindahnya. Kebahagiaan dan haru menjadi saksi bahwa setiap perjuangan memiliki cerita, dan setiap langkah yang ditempuh dengan kesungguhan layak untuk dirayakan.

Dari Tembilahan, Riau, menuju Rantau, Kalimantan Selatan. Jauh dari kampung halaman, tetapi dekat dengan cita-cita. Sebuah perjalanan merantau yang akhirnya berbuah kebanggaan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Matangkan Kepengurusan Baru, GEPAK Kalsel Siap Deklarasi dan Perkuat Kemandirian Anggota
Disambut Tradisi Satuan, Letkol Kav Perri Pujarama Resmi Pimpin Kodim 1002/HST
Yudisium Bukan Akhir Perjalanan, Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Pesankan Lulusan Terus Berkarya
Polresta Banjarmasin Pastikan Pengamanan Laga Barito Putera vs Persis Solo Berjalan Kondusif
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Babirik Monitoring Pertumbuhan Jagung 3 Hektare di Desa Pinangkara
Dari Tomat dan Pisang Menjadi Produk Bernilai Ekonomi, PKBM Polohungo Tampilkan Inovasi Pendidikan Vokasi
Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Tamban Polres Batola Gelar Panen Jagung Pipil Bersama Unsur Pemerintah dan Masyarakat
Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Prov. Kalsel Dampingi Pangdam XXll/TB Tinjau Posko Karhutla Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI untuk Masyarakat dan Relawan Karhutla di Kalsel

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:32

Matangkan Kepengurusan Baru, GEPAK Kalsel Siap Deklarasi dan Perkuat Kemandirian Anggota

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:19

Disambut Tradisi Satuan, Letkol Kav Perri Pujarama Resmi Pimpin Kodim 1002/HST

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:18

Jauh Merantau dari Tembilahan, Riau, Akhirnya Raih Momen Bahagia di Yudisium Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Rantau

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:12

Yudisium Bukan Akhir Perjalanan, Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Pesankan Lulusan Terus Berkarya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:34

Polresta Banjarmasin Pastikan Pengamanan Laga Barito Putera vs Persis Solo Berjalan Kondusif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13

Dari Tomat dan Pisang Menjadi Produk Bernilai Ekonomi, PKBM Polohungo Tampilkan Inovasi Pendidikan Vokasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:45

Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Tamban Polres Batola Gelar Panen Jagung Pipil Bersama Unsur Pemerintah dan Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:16

Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Prov. Kalsel Dampingi Pangdam XXll/TB Tinjau Posko Karhutla Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI untuk Masyarakat dan Relawan Karhutla di Kalsel

Berita Terbaru