Sinergisatu.com, RANTAU – Perjalanan jauh dari kampung halaman bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Itulah gambaran perjuangan seorang mahasiswa perantau asal Tembilahan, Provinsi Riau, Sumatra, yang akhirnya berhasil menyelesaikan pendidikan dan mengikuti Yudisium Tahun Akademik 2026/2027 di Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Hari yudisium menjadi momen yang begitu istimewa. Rasa bahagia, haru, dan bangga bercampur menjadi satu setelah melalui perjalanan panjang menempuh pendidikan jauh dari keluarga dan kampung halaman.
Meninggalkan tanah kelahiran, keluarga, serta lingkungan yang sudah akrab bukanlah keputusan mudah. Namun, dengan tekad untuk memperoleh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik, perjalanan dari Tembilahan menuju Rantau akhirnya menjadi bagian dari kisah perjuangan yang berharga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama menjalani perkuliahan, berbagai pengalaman dan tantangan tentu menjadi bagian dari kehidupan sebagai mahasiswa perantau. Jarak yang jauh dari keluarga mengajarkan arti kemandirian, kesabaran, tanggung jawab, dan keteguhan dalam memperjuangkan cita-cita.
Kini, perjuangan tersebut sampai pada salah satu titik penting. Mengenakan atribut yudisium dan mengikuti prosesi akademik bersama rekan-rekan mahasiswa lainnya menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.
Yudisium yang dilaksanakan di Aula Kampus Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Rantau tersebut diikuti mahasiswa Program Studi D3 Teknologi Pertanian dan D3 Teknik Pertambangan. Kegiatan dihadiri Ketua Yayasan H. Misran, Direktur Dr. H. Hamdi, S.E., M.M., Wakil Direktur I Bidang Akademik Ir. H. Husinsyah, M.P., serta para dosen dari kedua program studi.
Direktur Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi, Dr. H. Hamdi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kampus terbuka bagi generasi muda yang memiliki semangat untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan masa depan, tanpa dibatasi oleh asal daerah.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa menyelesaikan pendidikan merupakan kebanggaan bagi institusi. Ia berharap para lulusan mampu memanfaatkan ilmu dan pengalaman selama kuliah untuk menghadapi kehidupan setelah kampus.
Wakil Direktur I Bidang Akademik, Ir. H. Husinsyah, M.P., juga menyampaikan bahwa perjalanan mahasiswa hingga mencapai yudisium merupakan proses yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Ia berharap pengalaman selama menempuh pendidikan, termasuk bagi mahasiswa yang datang dari luar daerah, menjadi bekal berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya.
“Jangan pernah melupakan proses dan perjuangan yang telah dilalui. Di mana pun nantinya berada, teruslah belajar, kembangkan kemampuan, dan jadikan pendidikan sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pesannya.
Kisah mahasiswa yang datang jauh dari Tembilahan, Riau, menjadi pengingat bahwa pendidikan merupakan salah satu jalan untuk memperluas kesempatan dan meraih cita-cita. Jarak geografis yang memisahkan seseorang dari kampung halaman bukanlah alasan untuk berhenti berjuang.
Hari ini, di Rantau, sebuah perjalanan panjang menemukan salah satu momen terindahnya. Kebahagiaan dan haru menjadi saksi bahwa setiap perjuangan memiliki cerita, dan setiap langkah yang ditempuh dengan kesungguhan layak untuk dirayakan.
Dari Tembilahan, Riau, menuju Rantau, Kalimantan Selatan. Jauh dari kampung halaman, tetapi dekat dengan cita-cita. Sebuah perjalanan merantau yang akhirnya berbuah kebanggaan.










