Dari Tomat dan Pisang Menjadi Produk Bernilai Ekonomi, PKBM Polohungo Tampilkan Inovasi Pendidikan Vokasi

Jumat, 30 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergisatu.com, GORONTALO – Pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi salah satu pendekatan yang dikembangkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Polohungo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, dalam memperkuat pendidikan berbasis keterampilan. Melalui program vokasi tata boga, lembaga pendidikan nonformal ini mengolah tomat dan pisang menjadi produk pangan bernilai ekonomi, yakni Torakur dan Nugget Pisang.

Kedua produk tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Diseminasi Praktik Baik dan Showcasing Sekolah Model Implementasi Pembelajaran Mendalam (PM) dan Kecerdasan Artifisial/Komputasi (KKA) yang digelar di Aula Kantor Desa Polohungo, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperlihatkan bagaimana proses pembelajaran di satuan pendidikan nonformal dapat dikembangkan melalui praktik keterampilan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, warga belajar juga didorong memiliki kemampuan mengolah bahan baku lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Torakur, singkatan dari Tomat Rasa Kurma, merupakan olahan tomat yang diproses menjadi manisan dengan cita rasa manis menyerupai kurma tanpa menggunakan pengawet buatan. Sementara Nugget Pisang dikembangkan sebagai camilan berbahan dasar pisang lokal dengan baluran renyah dan beragam varian rasa.

Inovasi tersebut mendapat perhatian dari perwakilan Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Wisnu Laksono, S.H., M.M., yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Wisnu, pengembangan produk olahan pangan melalui pendidikan nonformal merupakan bentuk nyata penerapan pembelajaran berbasis keterampilan hidup (life skills). Ia menilai, kemampuan mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai jual dapat menjadi bekal bagi warga belajar untuk membangun kemandirian.

“PKBM Polohungo telah membuktikan bahwa pendidikan nonformal mampu melahirkan produk inovatif yang memiliki nilai jual tinggi,” kata Wisnu.

Kepala PKBM Polohungo, Karim J. Maku, S.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya lembaganya menghadirkan kurikulum vokasi yang memanfaatkan potensi pangan lokal. Penetapan PKBM Polohungo sebagai Sekolah Model turut mendorong pengembangan pembelajaran yang mengombinasikan pendekatan Pembelajaran Mendalam dengan keterampilan praktis.

Karim mengatakan, program tata boga tidak hanya mengajarkan warga belajar tentang cara mengolah bahan makanan. Mereka juga diperkenalkan dengan tahapan pemilihan bahan baku, formulasi pengolahan yang higienis, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran melalui platform digital.

Menurutnya, tomat dan pisang merupakan komoditas yang melimpah di Kabupaten Gorontalo. Potensi tersebut perlu dikembangkan agar tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi.

“Kami merancang program tata boga ini agar warga belajar memiliki kesiapan kerja dan keberanian berwirausaha,” ujar Karim.

Diseminasi tersebut turut dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya Camat Tolangohula, Kepala Desa Polohungo, Bina Jaya dan Sukamakmur Utara, Koordinator Wilayah Tolangohula, Ketua Ikatan Penilik Indonesia Kabupaten Gorontalo, para penilik kesetaraan, pengelola SPNF SKB, delapan PKBM mitra, serta kepala sekolah tingkat SD dan SMP.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan nonformal, khususnya pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan dan potensi lokal.

Ke depan, PKBM Polohungo berkomitmen membagikan modul pembelajaran tata boga, standar operasional prosedur pembuatan Torakur dan Nugget Pisang, serta strategi pendampingan warga belajar kepada pengelola PKBM lainnya di Gorontalo.

Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang bagi satuan pendidikan nonformal lainnya untuk mengembangkan model pembelajaran sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Pengembangan Torakur dan Nugget Pisang memperlihatkan bahwa ruang pendidikan tidak harus berhenti pada kegiatan belajar di dalam kelas. Dengan pendekatan yang tepat, potensi yang tersedia di lingkungan masyarakat dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus pintu masuk bagi pengembangan keterampilan, kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi.

@156036329660657

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Tamban Polres Batola Gelar Panen Jagung Pipil Bersama Unsur Pemerintah dan Masyarakat
Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Prov. Kalsel Dampingi Pangdam XXll/TB Tinjau Posko Karhutla Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI untuk Masyarakat dan Relawan Karhutla di Kalsel
Polda Kalsel Gelar Program “Polisi Peduli Pengangguran”, Dukung Asta Cita dan 100 Hari Kerja Kapolri
Karya Bakti Asri, TNI-Polri dan Pemko Banjarmasin Bersama Bersihkan Sungai
Wujud Kepedulian Polri, Polresta Banjarmasin Jembatani Pencari Kerja Lewat Poliran
Dukung Program PM-AAS, Dosen dan Mahasiswa Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Rantau Ikuti Tanam Bersama di Desa Parigi Kacil
Satreskrim Polres Tabalong Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Palangka Raya
SWI Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Banjarmasin: Tingkatkan Marwah dan Profesionalisme Pers

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13

Dari Tomat dan Pisang Menjadi Produk Bernilai Ekonomi, PKBM Polohungo Tampilkan Inovasi Pendidikan Vokasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:45

Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Tamban Polres Batola Gelar Panen Jagung Pipil Bersama Unsur Pemerintah dan Masyarakat

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:16

Danrem 101/Ant dan Kepala BPBD Prov. Kalsel Dampingi Pangdam XXll/TB Tinjau Posko Karhutla Sekaligus Salurkan Bantuan Presiden RI untuk Masyarakat dan Relawan Karhutla di Kalsel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:10

Polda Kalsel Gelar Program “Polisi Peduli Pengangguran”, Dukung Asta Cita dan 100 Hari Kerja Kapolri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:59

Karya Bakti Asri, TNI-Polri dan Pemko Banjarmasin Bersama Bersihkan Sungai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:07

Dukung Program PM-AAS, Dosen dan Mahasiswa Politeknik Islam Syekh Salman Al Farisi Rantau Ikuti Tanam Bersama di Desa Parigi Kacil

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:33

Satreskrim Polres Tabalong Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Palangka Raya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:11

SWI Gelar Uji Kompetensi Wartawan di Banjarmasin: Tingkatkan Marwah dan Profesionalisme Pers

Berita Terbaru