Sinergisatu.com, BANJARMASIN, – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) menjadi momentum penting bagi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GEPAK Kalimantan Selatan untuk menegaskan peran strategis pemuda Banua dalam pembangunan nasional.
Ketua DPW GEPAK Kalsel, H. Junaidi, mengatakan usia 25 tahun adalah usia matang bagi organisasi untuk tidak hanya fokus pada konsolidasi internal, tetapi juga memberikan gagasan besar untuk Indonesia, khususnya Kalimantan.
Menurutnya, GEPAK Kalsel saat ini mengawal dua gagasan besar. Pertama, mendukung Grand Design Kemandirian Air Kalsel 2046 yang digagas Ketua DPD ORI Kalsel, Sulkan, SH., MM., yakni pemanfaatan void-void bekas tambang sebagai waduk raksasa dan tandon air untuk mengatasi karhutla dan banjir yang setiap tahun melanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau kita punya ratusan void yang bisa jadi waduk alami, kenapa harus tergantung sewa helikopter water bombing miliaran rupiah. Ini soal kedaulatan ekologis dan masa depan Banua,” tegas H. Junaidi.
Gagasan kedua adalah menghidupkan kembali semangat Deklarasi Rakyat Kalimantan 2007 yang lahir di Banjarmasin hasil kolaborasi GeNas JP2B dan Kaukus Kalimantan DPD RI. Deklarasi tersebut menuntut keadilan bagi hasil kekayaan alam 50:50 dan otonomi mengelola tanah sendiri agar pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat Kalimantan.
H. Junaidi menegaskan, kedua gagasan tersebut akan dimatangkan menjadi sebuah gerakan bersama menuju *Deklarasi Kalimantan 2027*. Deklarasi itu diharapkan menjadi kompas pembangunan Kalimantan yang lebih adil, berdaulat, dan berkeadilan di tengah masifnya pembangunan IKN.
“GEPAK untuk Indonesia, bukan sekadar slogan. Dari Kalimantan kita ingin memberikan kontribusi nyata untuk ketahanan nasional, baik dari segi pangan, energi, maupun lingkungan,” pungkasnya.










