Momentum HUT ke-25, GEPAK Kalsel Usung Gagasan Besar untuk Indonesia Menuju Deklarasi 2027

Jumat, 23 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergisatu.com, BANJARMASIN, –  Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) menjadi momentum penting bagi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GEPAK Kalimantan Selatan untuk menegaskan peran strategis pemuda Banua dalam pembangunan nasional.

Ketua DPW GEPAK Kalsel, H. Junaidi, mengatakan usia 25 tahun adalah usia matang bagi organisasi untuk tidak hanya fokus pada konsolidasi internal, tetapi juga memberikan gagasan besar untuk Indonesia, khususnya Kalimantan.

Menurutnya, GEPAK Kalsel saat ini mengawal dua gagasan besar. Pertama, mendukung Grand Design Kemandirian Air Kalsel 2046 yang digagas Ketua DPD ORI Kalsel, Sulkan, SH., MM., yakni pemanfaatan void-void bekas tambang sebagai waduk raksasa dan tandon air untuk mengatasi karhutla dan banjir yang setiap tahun melanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita punya ratusan void yang bisa jadi waduk alami, kenapa harus tergantung sewa helikopter water bombing miliaran rupiah. Ini soal kedaulatan ekologis dan masa depan Banua,” tegas H. Junaidi.

Gagasan kedua adalah menghidupkan kembali semangat Deklarasi Rakyat Kalimantan 2007 yang lahir di Banjarmasin hasil kolaborasi GeNas JP2B dan Kaukus Kalimantan DPD RI. Deklarasi tersebut menuntut keadilan bagi hasil kekayaan alam 50:50 dan otonomi mengelola tanah sendiri agar pembangunan benar-benar berpihak pada rakyat Kalimantan.

H. Junaidi menegaskan, kedua gagasan tersebut akan dimatangkan menjadi sebuah gerakan bersama menuju *Deklarasi Kalimantan 2027*. Deklarasi itu diharapkan menjadi kompas pembangunan Kalimantan yang lebih adil, berdaulat, dan berkeadilan di tengah masifnya pembangunan IKN.

“GEPAK untuk Indonesia, bukan sekadar slogan. Dari Kalimantan kita ingin memberikan kontribusi nyata untuk ketahanan nasional, baik dari segi pangan, energi, maupun lingkungan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pastikan Distribusi Aman, Polsek Amuntai Selatan Patroli dan Monitoring SPBU 64.714.11 Panyiuran
Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
Unjuk Rasa di DPRD Kalsel Berakhir Kondusif, Polri dan Mahasiswa Bersihkan Sampah Bersama
Progres Pembangunan Jembatan Garuda di Teluk Masjid, Kini Masuki Tahap Pembuatan Sayap Jembatan
Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Amuntai Utara Panen Jagung 9 Ton di Desa Pinangkara
Kisah Inspiratif dari Handil Bujur: Olah Bantuan Jadi Usaha Mandiri Berbasis Potensi Alam
Memaksimalkan Bantuan & Potensi Alam, Warga Handil Bujur Bangun Kemandirian dari Kandang Sederhana
Kapolda Kalsel Pimpin Penanganan Karhutla Gunakan Metode Campuran Surfaktan Pyrox dan Water Bombing

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:57

Momentum HUT ke-25, GEPAK Kalsel Usung Gagasan Besar untuk Indonesia Menuju Deklarasi 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:58

Pastikan Distribusi Aman, Polsek Amuntai Selatan Patroli dan Monitoring SPBU 64.714.11 Panyiuran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:37

Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:33

Unjuk Rasa di DPRD Kalsel Berakhir Kondusif, Polri dan Mahasiswa Bersihkan Sampah Bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:44

Progres Pembangunan Jembatan Garuda di Teluk Masjid, Kini Masuki Tahap Pembuatan Sayap Jembatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:22

Kisah Inspiratif dari Handil Bujur: Olah Bantuan Jadi Usaha Mandiri Berbasis Potensi Alam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:17

Memaksimalkan Bantuan & Potensi Alam, Warga Handil Bujur Bangun Kemandirian dari Kandang Sederhana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:17

Kapolda Kalsel Pimpin Penanganan Karhutla Gunakan Metode Campuran Surfaktan Pyrox dan Water Bombing

Berita Terbaru