Workshop P4GN di Boalemo Dorong Komunitas Tak Berhenti pada Seremonial

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergisatu.com, BOALEMO — Upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Boalemo mulai diarahkan pada penguatan peran masyarakat. Hal itu mengemuka dalam Workshop Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Boalemo, Rabu (23/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo tersebut diikuti sejumlah unsur organisasi dan komunitas masyarakat. Di antaranya ABPEDNAS, Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Komunitas Literasi Tolotahu, Prasasti, hingga SAKA Anti Narkoba.

Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si., hadir membuka kegiatan sekaligus menjadi salah satu pemateri dalam workshop tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Lahmudin menempatkan persoalan narkotika bukan semata sebagai urusan penegakan hukum. Menurut dia, pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat karena potensi penyalahgunaan narkotika dapat muncul di lingkungan sosial yang paling dekat dengan kehidupan warga.

Karena itu, organisasi kemasyarakatan dan komunitas dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun kesadaran di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, kampanye, pendampingan, maupun kegiatan sosial yang menyasar kelompok masyarakat, khususnya generasi muda.

Lahmudin juga mengingatkan agar forum penggiat P4GN tidak berhenti sebagai kegiatan formal yang selesai ketika acara berakhir. Pengetahuan yang diperoleh peserta, kata dia, semestinya dibawa kembali ke komunitas dan diterjemahkan menjadi kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia mendorong peserta untuk membangun kepekaan terhadap berbagai perubahan sosial yang berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika. Kemampuan mengenali tanda-tanda awal, menurutnya, penting agar upaya pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang lebih jauh.

Persoalan narkotika, lanjut Lahmudin, membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat, organisasi masyarakat, komunitas, keluarga, dan lingkungan pendidikan. Tidak cukup jika pencegahan hanya mengandalkan tindakan setelah terjadi pelanggaran.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan organisasi dan komunitas diperlukan agar pesan pencegahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengenalan berbagai indikator yang patut diperhatikan dalam konteks pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para penggiat ketika melakukan edukasi di lingkungan masing-masing.

Keberadaan penggiat P4GN di tingkat komunitas dinilai penting karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Posisi tersebut memungkinkan informasi mengenai bahaya narkotika disampaikan melalui pendekatan yang lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan lingkungan setempat.

Workshop ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jejaring antarkomunitas di Kabupaten Boalemo. Dengan adanya komunikasi dan kerja sama lintas organisasi, agenda pencegahan narkotika diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi gerakan bersama yang memiliki keberlanjutan.

Bagi Boalemo, penguatan kapasitas penggiat P4GN menjadi salah satu bagian penting dalam membangun sistem pencegahan berbasis masyarakat. Tantangannya bukan hanya bagaimana masyarakat mengetahui bahaya narkotika, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut berubah menjadi kepedulian, keberanian untuk bersuara, dan tindakan nyata di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, workshop P4GN tidak hanya diposisikan sebagai forum penyampaian materi, tetapi sebagai titik awal untuk mendorong organisasi dan komunitas mengambil bagian lebih aktif dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warga Purai Diamankan Bersama Ribuan Butir Diduga Obat Terlarang
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke – 71, Polresta Banjarmasin Gelar Doa Bersama
Inovasi Kapolda Kalsel Cairan Surfaktan dan Metode Suntik, Polres Balangan Berhasil Padamkan Api Karhutla di Lahan Gambut Batumandi Secara Efisien
Hariyanto Hiola Jemput Formulir, Bursa Ketua IKA SMANTIG ’92 Mulai Bergerak
Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polres Tabalong Gelar Tausiyah dan Doa Bersama
Bupati Gorontalo Utara Ajukan 20 Ribu Hektare Lahan Jagung untuk Dukung Pembangunan Pabrik Bioethanol
Polresta Banjarmasin Terima Silaturahmi YLKI Kalsel, Perkuat Sinergi Perlindungan Konsumen
*Polresta Banjarmasin Terima Silaturahmi YLKI Kalsel, Perkuat Sinergi Perlindungan Konsumen*

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 05:28

Warga Purai Diamankan Bersama Ribuan Butir Diduga Obat Terlarang

Rabu, 23 September 2026 - 05:08

Workshop P4GN di Boalemo Dorong Komunitas Tak Berhenti pada Seremonial

Rabu, 23 September 2026 - 01:17

Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara Ke – 71, Polresta Banjarmasin Gelar Doa Bersama

Selasa, 22 September 2026 - 16:38

Inovasi Kapolda Kalsel Cairan Surfaktan dan Metode Suntik, Polres Balangan Berhasil Padamkan Api Karhutla di Lahan Gambut Batumandi Secara Efisien

Selasa, 22 September 2026 - 16:30

Hariyanto Hiola Jemput Formulir, Bursa Ketua IKA SMANTIG ’92 Mulai Bergerak

Selasa, 22 September 2026 - 02:40

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polres Tabalong Gelar Tausiyah dan Doa Bersama

Senin, 21 September 2026 - 12:24

Bupati Gorontalo Utara Ajukan 20 Ribu Hektare Lahan Jagung untuk Dukung Pembangunan Pabrik Bioethanol

Senin, 21 September 2026 - 06:53

Polresta Banjarmasin Terima Silaturahmi YLKI Kalsel, Perkuat Sinergi Perlindungan Konsumen

Berita Terbaru