Sinergisatu.com, BOALEMO — Upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kabupaten Boalemo mulai diarahkan pada penguatan peran masyarakat. Hal itu mengemuka dalam Workshop Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Boalemo, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo tersebut diikuti sejumlah unsur organisasi dan komunitas masyarakat. Di antaranya ABPEDNAS, Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT), Komunitas Literasi Tolotahu, Prasasti, hingga SAKA Anti Narkoba.
Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si., hadir membuka kegiatan sekaligus menjadi salah satu pemateri dalam workshop tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pemaparannya, Lahmudin menempatkan persoalan narkotika bukan semata sebagai urusan penegakan hukum. Menurut dia, pencegahan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat karena potensi penyalahgunaan narkotika dapat muncul di lingkungan sosial yang paling dekat dengan kehidupan warga.
Karena itu, organisasi kemasyarakatan dan komunitas dinilai memiliki posisi strategis untuk membangun kesadaran di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, kampanye, pendampingan, maupun kegiatan sosial yang menyasar kelompok masyarakat, khususnya generasi muda.
Lahmudin juga mengingatkan agar forum penggiat P4GN tidak berhenti sebagai kegiatan formal yang selesai ketika acara berakhir. Pengetahuan yang diperoleh peserta, kata dia, semestinya dibawa kembali ke komunitas dan diterjemahkan menjadi kegiatan yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia mendorong peserta untuk membangun kepekaan terhadap berbagai perubahan sosial yang berpotensi menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika. Kemampuan mengenali tanda-tanda awal, menurutnya, penting agar upaya pencegahan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang lebih jauh.
Persoalan narkotika, lanjut Lahmudin, membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat, organisasi masyarakat, komunitas, keluarga, dan lingkungan pendidikan. Tidak cukup jika pencegahan hanya mengandalkan tindakan setelah terjadi pelanggaran.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan organisasi dan komunitas diperlukan agar pesan pencegahan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengenalan berbagai indikator yang patut diperhatikan dalam konteks pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para penggiat ketika melakukan edukasi di lingkungan masing-masing.
Keberadaan penggiat P4GN di tingkat komunitas dinilai penting karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Posisi tersebut memungkinkan informasi mengenai bahaya narkotika disampaikan melalui pendekatan yang lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan lingkungan setempat.
Workshop ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jejaring antarkomunitas di Kabupaten Boalemo. Dengan adanya komunikasi dan kerja sama lintas organisasi, agenda pencegahan narkotika diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi gerakan bersama yang memiliki keberlanjutan.
Bagi Boalemo, penguatan kapasitas penggiat P4GN menjadi salah satu bagian penting dalam membangun sistem pencegahan berbasis masyarakat. Tantangannya bukan hanya bagaimana masyarakat mengetahui bahaya narkotika, tetapi bagaimana pengetahuan tersebut berubah menjadi kepedulian, keberanian untuk bersuara, dan tindakan nyata di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, workshop P4GN tidak hanya diposisikan sebagai forum penyampaian materi, tetapi sebagai titik awal untuk mendorong organisasi dan komunitas mengambil bagian lebih aktif dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang memiliki ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika.






