Bupati Gorontalo Utara Ajukan 20 Ribu Hektare Lahan Jagung untuk Dukung Pembangunan Pabrik Bioethanol

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergisatu.com, JAKARTA/GORONTALO UTARA – Jagung Gorontalo Utara tengah diarahkan memasuki ruang yang lebih luas. Bukan semata sebagai komoditas pertanian dan sumber penghidupan petani, tetapi sebagai bagian dari mata rantai energi nasional.

Peluang itu mengemuka ketika Bupati Gorontalo Utara menghadiri pertemuan bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia dan 44 bupati dari berbagai daerah di Indonesia, Senin (21/09/2026) di Jakarta.

Dalam agenda tersebut, pembahasan tidak hanya berkutat pada produksi pertanian, tetapi juga menyentuh arah besar pemerintah dalam membangun ketahanan energi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah agenda itu, Gorontalo Utara mengajukan sekitar 20 ribu hektare lahan baru untuk pengembangan jagung. Usulan tersebut menjadi penting karena dikaitkan dengan rencana pembangunan pabrik bioethanol yang membutuhkan dukungan ketersediaan bahan baku dalam skala besar.

Jika rencana tersebut terealisasi, jagung tidak lagi hanya berbicara tentang panen, harga jual, dan pasar komoditas. Ia akan bersinggungan langsung dengan industri pengolahan dan agenda energi nasional.

Dari Ladang Jagung Menuju Energi

Menteri Pertanian menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan energi.

“Program ini merupakan arahan langsung Bapak Presiden dalam rangka ketahanan energi, karena Indonesia tidak akan lagi impor solar sehingga akan terjadi penghematan sekitar Rp500 triliun setiap tahun. Dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat karena uangnya berputar di daerah,” ujar Menteri Pertanian.

Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa pemerintah tengah menempatkan sektor pertanian dalam sebuah rantai ekonomi yang lebih panjang.

Bagi daerah penghasil jagung seperti Gorontalo Utara, arah kebijakan tersebut membuka kemungkinan baru. Lahan pertanian bukan hanya dipandang sebagai ruang produksi pangan, tetapi juga sebagai basis penyedia bahan baku industri yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan energi.

Di sinilah usulan 20 ribu hektare itu memperoleh makna strategis.

Angka tersebut bukan sekadar perluasan areal tanam. Di baliknya terdapat pekerjaan besar yang harus dipersiapkan: memastikan lahan tersedia, petani siap, produktivitas terjaga, sarana produksi mencukupi, distribusi berjalan, hingga hasil panen memiliki kepastian serapan.

Sebab, membangun industri berbasis pertanian pada akhirnya bukan hanya soal membangun pabrik. Industri membutuhkan bahan baku yang tersedia secara berkelanjutan.

Bantuan Awal dan Tantangan Besar

Pada tahun ini, Gorontalo Utara juga memperoleh dukungan pemerintah pusat berupa benih jagung untuk areal seluas 1.000 hektare dan lima unit hand tractor.

Bantuan tersebut diberikan dalam rangkaian agenda yang diikuti 44 bupati dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi Gorontalo Utara, bantuan itu dapat menjadi pijakan awal untuk memperkuat kapasitas produksi. Namun, tantangan yang lebih besar berada di depan: bagaimana memastikan bantuan tersebut benar-benar meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Sebab, ketika jagung mulai ditempatkan sebagai bagian dari rantai pasok energi, ukuran keberhasilannya tidak lagi berhenti pada luas tanam.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah seberapa besar produksi yang dapat dihasilkan, seberapa konsisten pasokannya, dan sejauh mana petani memperoleh manfaat ekonomi dari perubahan arah tersebut.

Bupati Minta Data Jangan Berhenti di Meja Pemerintah

Menyadari besarnya peluang sekaligus tantangan tersebut, Bupati Gorontalo Utara memberikan perhatian khusus pada aspek data dan koordinasi.

Kepala Dinas Pertanian Gorontalo Utara, Asrin Menu, yang turut mendampingi dalam agenda tersebut, diminta memaksimalkan data dan terus membangun komunikasi dengan Kementerian Pertanian.

“Saya minta Pak Kadis untuk memaksimalkan data dan terus mengoordinasikan dengan Kementerian Pertanian agar program dan bantuan-bantuan ini benar-benar akan dirasakan oleh rakyat Gorontalo Utara,” tegas Bupati.

Pesan tersebut menjadi penting karena setiap rencana besar membutuhkan pijakan data yang kuat.

Berapa luas lahan yang benar-benar siap ditanami? Berapa jumlah petani yang dapat terlibat? Bagaimana produktivitas per hektare? Infrastruktur apa yang masih kurang? Bagaimana pola distribusi dan penyerapan hasil panen?

Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pengembangan jagung dalam skala besar.

Dengan kata lain, 20 ribu hektare bukan sekadar angka dalam sebuah usulan. Ia adalah pekerjaan rumah yang membutuhkan perencanaan, data, infrastruktur dan kesiapan petani.

Peluang Ekonomi Baru bagi Petani

Jika ekosistem tersebut berhasil dibangun, rencana pengembangan jagung untuk mendukung industri bioethanol berpotensi menciptakan mata rantai ekonomi baru di Gorontalo Utara.

Petani berada di hulu. Produksi jagung menjadi bahan baku. Industri pengolahan berada di tengah. Sementara aktivitas perdagangan, transportasi, jasa dan sektor pendukung lainnya bergerak mengikuti kebutuhan industri.

Dalam skema seperti itu, perputaran ekonomi tidak hanya terjadi ketika jagung dijual di tingkat petani. Aktivitas ekonomi dapat bergerak dari lahan hingga industri dan sektor-sektor pendukungnya.

Inilah yang menjadi salah satu makna penting dari pesan Menteri Pertanian tentang uang yang berputar di daerah.

Namun, peluang tersebut sekaligus membawa tuntutan agar petani tidak sekadar menjadi pemasok bahan baku.

Penguatan kapasitas petani, kepastian produksi, akses terhadap sarana pertanian, pendampingan, serta mekanisme pasar menjadi bagian penting agar perubahan orientasi komoditas tersebut benar-benar menghasilkan manfaat di tingkat masyarakat.

Gorontalo Utara di Persimpangan Baru

Selama ini, jagung telah menjadi salah satu wajah penting pertanian Gorontalo. Kini, Gorontalo Utara berupaya membawa komoditas itu ke ruang yang lebih strategis.

Dari ladang menuju industri.

Dari hasil panen menuju bahan baku.

Dan dari komoditas pertanian menuju bagian dari pembicaraan mengenai ketahanan energi.

Usulan 20 ribu hektare lahan baru menjadi pintu masuknya.

Sementara bantuan benih untuk 1.000 hektare dan lima unit hand tractor menjadi salah satu modal awal yang telah berada di tangan daerah.

Tetapi perjalanan menuju ke sana masih panjang. Rencana besar membutuhkan konsistensi kebijakan, kesiapan lahan, produktivitas petani, infrastruktur, kepastian pasar dan koordinasi lintas sektor.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa luas lahan yang berhasil dibuka atau seberapa banyak bantuan yang diterima.

Ukuran sesungguhnya adalah apakah perubahan arah pembangunan tersebut mampu menghadirkan nilai tambah bagi petani, membuka aktivitas ekonomi baru, dan membuat masyarakat Gorontalo Utara menjadi bagian nyata dari mata rantai ketahanan energi nasional.

Dan dari hamparan lahan jagung itulah, sebuah babak baru pembangunan Gorontalo Utara mulai dipertaruhkan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polresta Banjarmasin Terima Silaturahmi YLKI Kalsel, Perkuat Sinergi Perlindungan Konsumen
*Polresta Banjarmasin Terima Silaturahmi YLKI Kalsel, Perkuat Sinergi Perlindungan Konsumen*
Polres Balangan Ungkap Kasus Karhutla di Juai, Satu Pelaku Diamankan Saat Buka Lahan dengan Cara Membakar
PETI Pelita Jaya Bonbol Dipasangi Police Line, 9 Orang Diamankan
Sambut HUT Lantas ke -71, Sat Lantas Polresta Banjarmasin Gelar Bakti Sosial Bersama Komunitas Ojol
Peduli Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla, Kapolres Balangan Turun Langsung Bagikan Masker Di Jalan Raya Lampihong
Kapolres Balangan Tebar Kebaikan Lewat Program Barakallah, Gandeng Baznas Bagikan Sembako Untuk Lansia Di Lampihong
Sambut HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Sat Lantas Polres HSU Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:24

Bupati Gorontalo Utara Ajukan 20 Ribu Hektare Lahan Jagung untuk Dukung Pembangunan Pabrik Bioethanol

Senin, 21 September 2026 - 06:51

*Polresta Banjarmasin Terima Silaturahmi YLKI Kalsel, Perkuat Sinergi Perlindungan Konsumen*

Senin, 21 September 2026 - 02:26

Polres Balangan Ungkap Kasus Karhutla di Juai, Satu Pelaku Diamankan Saat Buka Lahan dengan Cara Membakar

Senin, 21 September 2026 - 01:25

PETI Pelita Jaya Bonbol Dipasangi Police Line, 9 Orang Diamankan

Sabtu, 19 September 2026 - 14:23

Sambut HUT Lantas ke -71, Sat Lantas Polresta Banjarmasin Gelar Bakti Sosial Bersama Komunitas Ojol

Sabtu, 19 September 2026 - 13:43

Peduli Kesehatan Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla, Kapolres Balangan Turun Langsung Bagikan Masker Di Jalan Raya Lampihong

Jumat, 18 September 2026 - 10:51

Kapolres Balangan Tebar Kebaikan Lewat Program Barakallah, Gandeng Baznas Bagikan Sembako Untuk Lansia Di Lampihong

Jumat, 18 September 2026 - 05:11

Sambut HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Sat Lantas Polres HSU Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat

Berita Terbaru