Polda Kalsel Uji Coba Cairan Pemadam Berbahan Minyak Nabati untuk Atasi Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINERGISATU.com, Banjarbaru – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus berinovasi dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jajaran Polda Kalsel melakukan uji coba pemadaman api menggunakan cairan khusus berbahan dasar minyak nabati (Methyl Ester Sulfonate / MES) yang disuntikkan langsung ke dalam tanah lahan gambut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., pada Minggu (30/8/2026) sore di Guntung Damar, Banjarbaru, menyampaikan bahwa eksperimen ini memanfaatkan kolam bioflok yang diisi dengan cairan hasil pengembangan laboratorium. Metode penyuntikan air dan cairan khusus ini efektif menurunkan suhu tanah serta memadamkan titik api dan asap di bawah permukaan gambut .

Beliau menjelaskan mekanisme pemadaman dan efektivitas dengan menggunakan bahan baku berupa cairan pemadam yang dikembangkan dari bahan dasar minyak nabati (MES) yang diteliti oleh Laboratorium Forensik Polda Kalsel. Metode ini bekerja dengan cara memutus pasokan oksigen pada material mudah terbakar di bawah permukaan tanah gambut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bara api yang ada di dalam lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Guntung Damar, Banjarbaru. Api yang sudah dipadamkan di permukaan masih menyisakan bara panas dan kembali muncul dari dalam tanah.

Sementara untuk pemadaman permukaan, penggunaan lapisan busa juga diterapkan dengan prinsip serupa. Hasilnya, dalam hitungan detik setelah penyuntikan, suhu area gambut yang membara langsung dingin dan hembusan asap berhasil dihentikan.

Persoalan lainnya adalah jarak sumber air dengan lokasi titik api. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan cara berbeda. Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan kemudian menerapkan dua metode untuk membantu mempercepat pemadaman, yakni pipa suntik yang diarahkan ke dalam gambut dan kolam bioflok sebagai penampungan air di dekat lokasi kebakaran.

Pihak Polda Kalsel saat ini sedang melakukan pemetaan wilayah dan perhitungan kebutuhan volume cairan serta air yang diperlukan untuk pemadaman skala luas, khususnya di area rawan seperti kawasan Gunung Damar dan Desa Pengayuan. Evaluasi dan pengembangan lanjutan akan terus dilakukan agar metode ini dapat diterapkan secara optimal di lapangan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pastikan Distribusi Aman, Polsek Amuntai Selatan Patroli dan Monitoring SPBU 64.714.11 Panyiuran
Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
Unjuk Rasa di DPRD Kalsel Berakhir Kondusif, Polri dan Mahasiswa Bersihkan Sampah Bersama
Progres Pembangunan Jembatan Garuda di Teluk Masjid, Kini Masuki Tahap Pembuatan Sayap Jembatan
Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Amuntai Utara Panen Jagung 9 Ton di Desa Pinangkara
Kisah Inspiratif dari Handil Bujur: Olah Bantuan Jadi Usaha Mandiri Berbasis Potensi Alam
Memaksimalkan Bantuan & Potensi Alam, Warga Handil Bujur Bangun Kemandirian dari Kandang Sederhana
Kapolda Kalsel Pimpin Penanganan Karhutla Gunakan Metode Campuran Surfaktan Pyrox dan Water Bombing

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:58

Pastikan Distribusi Aman, Polsek Amuntai Selatan Patroli dan Monitoring SPBU 64.714.11 Panyiuran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:37

Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:33

Unjuk Rasa di DPRD Kalsel Berakhir Kondusif, Polri dan Mahasiswa Bersihkan Sampah Bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:44

Progres Pembangunan Jembatan Garuda di Teluk Masjid, Kini Masuki Tahap Pembuatan Sayap Jembatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:40

Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Amuntai Utara Panen Jagung 9 Ton di Desa Pinangkara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:17

Memaksimalkan Bantuan & Potensi Alam, Warga Handil Bujur Bangun Kemandirian dari Kandang Sederhana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:17

Kapolda Kalsel Pimpin Penanganan Karhutla Gunakan Metode Campuran Surfaktan Pyrox dan Water Bombing

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:38

Golden Tiket Untuk Sang Jenderal di Musda Demokrat NTB

Berita Terbaru