“51 Hotspot High Confidence Terdeteksi di Kalbar, Tiga Helikopter Berat Jepang Siap Water Bombing”
[MEMPAWAH, KALIMANTAN BARAT] — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan memasuki fase yang semakin serius. Pemerintah Indonesia kini mendapat dukungan langsung dari Jepang melalui pengerahan tiga helikopter berat CH-47 Chinook untuk memperkuat operasi pemadaman dari udara. Tiga helikopter tersebut dibawa kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki, yang telah tiba di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Helikopter Jepang tersebut dipersiapkan untuk menjalankan operasi water bombing, khususnya untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani melalui operasi darat. Sebelum diterjunkan, seluruh helikopter menjalani persiapan teknis dan flight test untuk memastikan keselamatan penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi bantuan Jepang dijadwalkan berlangsung 12–19 September 2026 dan melibatkan sekitar 180 personel. Misi tersebut merupakan bagian dari kerja sama Indonesia-Jepang dalam bidang Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).
Data terbaru Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa ancaman karhutla masih dinamis, hingga Jumat, 11 September 2026 pukul 21.15 WIB, terdeteksi 688 hotspot high confidence secara nasional. Kalimantan Barat mencatat 51 titik, meningkat dibandingkan 39 titik pada hari sebelumnya. Kalimantan Tengah bahkan mencatat angka lebih tinggi, yakni 271 titik, sedangkan Kalimantan Selatan mencapai 47 titik.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak otomatis berarti satu kejadian kebakaran. Setiap indikasi tetap membutuhkan verifikasi lapangan. Associated Press melaporkan bahwa misi di Indonesia ini merupakan misi pemadaman kebakaran internasional pertama yang dilakukan Japan Self-Defense Forces (JSDF). Jepang mengerahkan sekitar 300 personel, kapal JS Kunisaki, serta tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu Indonesia menghadapi kebakaran di Pulau Kalimantan.
Komandan misi bantuan bencana Jepang, Kolonel Syunji Nakahara kepada media ini menegaskan, bahwa personel Jepang akan bekerja bersama pasukan Indonesia untuk membantu menstabilkan kondisi masyarakat yang terdampak. Kementerian Pertahanan RI menegaskan bahwa operasi tetap berada dalam sistem penanganan karhutla pemerintah Indonesia. TNI bertanggung jawab terhadap pengawasan operasional helikopter, termasuk aspek keamanan dan flight clearance, sedangkan misi penerbangan dikoordinasikan bersama BNPB. Dengan masuknya tiga Chinook Jepang, kemampuan pemadaman udara Indonesia kini mendapat tambahan kekuatan. (Hans Mahiu)






