Pakar di Rakor Kemenham: Selesaikan Konflik Papua Lewat Dialog, Bukan Cuma Keamanan

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar di Rakor Kemenham: Selesaikan Konflik Papua Lewat Dialog, Bukan Cuma Keamanan

Pakar di Rakor Kemenham: Selesaikan Konflik Papua Lewat Dialog, Bukan Cuma Keamanan

BOGOR, Sinergisatu.com– Penyelesaian persoalan di Papua membutuhkan perubahan paradigma dan tidak bisa lagi bersandar pada satu pendekatan saja.

Dalam Rapat Koordinasi Kementerian HAM di Bogor 11-14 Juli 2026, para pakar sepakat bahwa pendekatan keamanan murni terbukti belum mampu menghasilkan penyelesaian yang komprehensif.

Dibutuhkan cara pandang baru yang lebih inklusif untuk menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Cahyo Pamungkas, Ph.D. menjelaskan bahwa konflik Papua tidak boleh dipahami semata-mata sebagai masalah gangguan keamanan.

“Konflik ini memiliki dimensi historis yang mendalam, mulai dari proses integrasi ke NKRI hingga pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera). Oleh sebab itu, penyelesaian yang utuh harus mempertimbangkan aspek sejarah, sosial, politik, dan budaya secara adil,” kata Prof. Cahyo.

Sejalan dengan hal itu, Mangadar Situmorang menyoroti pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam Asta Cita Presiden.

Agenda memperkokoh ideologi negara ini harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia.

Pendekatan yang berkeadilan ini dinilai akan membuka jalan bagi perdamaian jangka panjang yang diterima semua pihak.

Merespons pandangan para ahli, Dirjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Munafrizal Manan, menegaskan pentingnya membuka ruang dialog dan negosiasi.

“Kementerian HAM berkomitmen menggunakan kajian akademik dan kondisi empiris ini sebagai dasar merumuskan rekomendasi kepada Menteri HAM,” kata Munafrizal.

“Langkah melandaikan konflik ini diharapkan dapat segera menghentikan jatuhnya korban jiwa di Papua,” tandas Munafrizal. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemuda 19 Tahun Diamankan Sat Resnarkoba Polres Balangan, Diduga Membawa Dua Paket Sabu
Satnarkoba Polres Balangan Ringkus Tiga Pria Hasil Pengembangan Kasus Narkotika
Sat Resnarkoba Polres HSU Ungkap Kasus Sabu 100 Gram, Dua Pelaku Diamankan
BPP KAPMI Susun 7 Program Prioritas Dukung Asta Cita Prabowo Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Polsek Amuntai Utara Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Belakang TPA Tebing Liring
Polsek Amuntai Tengah Monitoring Ketahanan Pangan Swasembada Jagung di Desa Pinangkara
Kasus Gibran, Peta intelijen Politik, dan Skenario mengguncang Stabilitas Indonesia
Polsek Amuntai Selatan Laksanakan Pengamanan dan Monitoring di SPBU 64.714.11 Panyiuran

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:12

Pemuda 19 Tahun Diamankan Sat Resnarkoba Polres Balangan, Diduga Membawa Dua Paket Sabu

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:08

Satnarkoba Polres Balangan Ringkus Tiga Pria Hasil Pengembangan Kasus Narkotika

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:27

Sat Resnarkoba Polres HSU Ungkap Kasus Sabu 100 Gram, Dua Pelaku Diamankan

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:03

BPP KAPMI Susun 7 Program Prioritas Dukung Asta Cita Prabowo Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:48

Polsek Amuntai Utara Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Belakang TPA Tebing Liring

Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:22

Kasus Gibran, Peta intelijen Politik, dan Skenario mengguncang Stabilitas Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15

Polsek Amuntai Selatan Laksanakan Pengamanan dan Monitoring di SPBU 64.714.11 Panyiuran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:12

Kabut Asap Selimuti Gorontalo, Karhutla dan Suhu Panas Jadi Perhatian

Berita Terbaru