Lahan Pertanian Disulap Jadi Perumahan, FKPWK Minta Pemerintah Tegas Lindungi Lahan Pangan

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan Pertanian Disulap Jadi Perumahan, FKPWK Minta Pemerintah Tegas Lindungi Lahan Pangan

SINERGISATU.COM, BANJARMASIN – Forum Komunikasi Petani, Warga dan Komunitas [FKPWK] menyoroti maraknya alih fungsi lahan pertanian yang disulap menjadi kawasan perumahan. Praktik tersebut dinilai mengancam keberlangsungan ketahanan pangan nasional dan melanggar tata ruang yang telah ditetapkan.

FKPWK menegaskan bahwa lahan pertanian khususnya sawah produktif memiliki peran vital dalam menjaga swasembada pangan. Jika terus dialihfungsikan, bukan hanya produksi pangan yang terganggu, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan seperti banjir dan erosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alih fungsi lahan pertanian ke perumahan ini harus segera dihentikan. Kita butuh rumah, tapi jangan sampai mengorbankan sawah kita. Kalau sawah habis, mau tanam padi di mana?” ujar perwakilan FKPWK.

Senada dengan itu, pemerintah pusat juga telah berulang kali mengingatkan agar pemerintah daerah tidak mengonversi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan maupun industri. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman juga menegaskan lahan persawahan tidak boleh dialihfungsikan menjadi perumahan karena akan berdampak pada krisis pangan. b26f04f7

FKPWK mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan dan penegakan Perda terkait perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Jika ditemukan pelanggaran, FKPWK meminta adanya tindakan tegas termasuk pembongkaran bangunan ilegal. 4244

Mereka juga mendorong solusi pembangunan perumahan vertikal atau pemanfaatan lahan non-produktif agar kebutuhan hunian tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan lahan pertanian. 71da

Ketum FKPWK Fadilah berharap semua pihak memahami pentingnya menjaga lahan pangan. “Pangan untuk perut. Kalau lapar pasti akan berbahaya,” tegasnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momentum HUT ke-25, GEPAK Kalsel Usung Gagasan Besar untuk Indonesia Menuju Deklarasi 2027
Pastikan Distribusi Aman, Polsek Amuntai Selatan Patroli dan Monitoring SPBU 64.714.11 Panyiuran
Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel
Unjuk Rasa di DPRD Kalsel Berakhir Kondusif, Polri dan Mahasiswa Bersihkan Sampah Bersama
Progres Pembangunan Jembatan Garuda di Teluk Masjid, Kini Masuki Tahap Pembuatan Sayap Jembatan
Dukung Swasembada Pangan 2026, Polsek Amuntai Utara Panen Jagung 9 Ton di Desa Pinangkara
Kisah Inspiratif dari Handil Bujur: Olah Bantuan Jadi Usaha Mandiri Berbasis Potensi Alam
Memaksimalkan Bantuan & Potensi Alam, Warga Handil Bujur Bangun Kemandirian dari Kandang Sederhana

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:57

Momentum HUT ke-25, GEPAK Kalsel Usung Gagasan Besar untuk Indonesia Menuju Deklarasi 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:58

Pastikan Distribusi Aman, Polsek Amuntai Selatan Patroli dan Monitoring SPBU 64.714.11 Panyiuran

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:37

Polda Kalsel Kerahkan Ratusan Personel Amankan Aksi Demo di DPRD Kalsel

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:33

Unjuk Rasa di DPRD Kalsel Berakhir Kondusif, Polri dan Mahasiswa Bersihkan Sampah Bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:44

Progres Pembangunan Jembatan Garuda di Teluk Masjid, Kini Masuki Tahap Pembuatan Sayap Jembatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:22

Kisah Inspiratif dari Handil Bujur: Olah Bantuan Jadi Usaha Mandiri Berbasis Potensi Alam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 08:17

Memaksimalkan Bantuan & Potensi Alam, Warga Handil Bujur Bangun Kemandirian dari Kandang Sederhana

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:17

Kapolda Kalsel Pimpin Penanganan Karhutla Gunakan Metode Campuran Surfaktan Pyrox dan Water Bombing

Berita Terbaru