Malam ini giliran Simpang Tangga gelap lagi, warga pertanyakan janji PLN

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergisatu.com, Banjarmasin, 15 September 2026 – Warga Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya Kota Banjarmasin masih belum bisa bernafas lega dengan kehidupan layak. Bagaimana tidak, mereka masih harus dipaksa ikhlas untuk berbagi stroom listrik kepada sesamanya.

Sejak hari ini, Selasa (15/9/2026) beredar selebaran digital dari PLN yang mengumumkan giliran wilayah yang terdampak mengalami pemadaman listrik bergilir malam ini, di antaranya wilayah Simpang Tangga, Adhyaksa dan Kayutangi.

Janji PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UID Kalselteng) yang menyatakan tidak mati lagi di bulan September 2026, nyatanya hanya isapan jempol belaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat diberi janji palsu lagi oleh manajemen PT. PLN sewaktu beberapa kali didemo, bahkan berjanji di hadapan Gubernur Kalsel H. Muhidin kala itu,” kata Pembina Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Kerukunan Peduli Warga Kalimantan (FKPWK), Junaidi, Selasa (15/9/2026).

“Ada apa sebenarnya manajemen PT. PLN berjanji bisa meleset lagi? Jangan berlindung atau beralibi, pemadaman masih berlanjut akibat kendala teknis dan faktor alam. Kekecewaan masyarakat atau warga sangat wajar akibat polah PT. PLN. Kurang apa lagi masyarakat bersabar?,” tegas Junai dengan nada kecewa.

Seharusnya, lanjut Junai, manajemen PT. PLN memberikan kompensasi pembayaran listrik pasca bayar dan prabayar. Besaran kompensasi listrik padam hingga 2 jam sudah ada mendapatkan besaran kompensasi, bahkan sampai di atas 40 jam ada perhitungan kompensasinya dari PT. PLN.

“Misal, pelanggan pasca bayar menerima pengurangan tagihan pada bulan berikutnya. Untuk pelanggan prabayar mendapatkan tambahan nilai pada pembelian token berikutnya,” pinta Junai.

Akibat padam listrik bergiliran, sangat merugikan warga, mulai perkantoran, rumah tangga, UMKM, warung, pertokoan, usaha makanan minuman, pendidikan, tukang cukur, percetakan, sablon, sampai ke usaha-usaha swasta lainnya.

Masyarakat juga bertanya kenapa pemadaman listrik tebang pilih, ada kelompok-kelompok di wilayah tertentu yang tidak pernah kena bergiliran padam listrik, seharusnya perlakuannya sama jangan di pilah-pilah pemadamannya.

Manajemen PT. PLN harus terbuka dan menyampaikan ke masyarakat akibat padam listrik bergiliran, apa kekurangan pasokan batu bara, apa sudah seret keuangan, atau ada faktor lain.

Masyarakat sudah alergi mendengar alasan manajemen PT. PLN, masih pemeliharaan gardu induk, masalah sistem, kerusakan mesin, perbaikan pembangkit, kekurangan debit air akibat kemarau panjang, bahkan sampai alasan kerusakan PLTU.

Warga masyarakat sudah bosan dengan alasan-alasan klasik seperti ini. Agar warga masyarakat bisa tenang dan bersabar, harapannya manajemen PT. PLN, pedulilah dengan pelanggan, berikan kompensasi sesuai ketentuan, tepati janji-janji PT. PLN, warga masyarakat sudah lelah menahan kesabaran, menerima kerugian usaha, dagangan, dan usaha-usaha yang bergantung pada listrik jenis usahanya.

PT. PLN juga harus memperhatikan dalam aturan yang berlaku, yaitu ada pengecualian tertentu misal terjadi Force Majeure seperti bencana alam, sambaran petir, dan lain-lain, PT. PLN tidak wajib memberi ganti rugi, jika pemadaman listrik disebabkan faktor luar kendali (Force Majeure).

Sementara itu, PT. PLN UID Kalselteng dalam unggahan di akun resmi instagramnya menyatakan memang saat ini memberlakukan pemadaman listrik bergilir akibat gangguan pada 4 pembangkit utama di wilayah Kalimantan. Yakni kerusakan pada PLTU Cahaya Fajar Kaltim, PLTU Kaltim Prima Coal, PLTU Teluk Balikpapan, dan PLTMG Bangkanai.

Target pemulihan dan perbaikan ditargetkan selesai secara bertahap pada pekan ketiga hingga pekan keempat September 2026.

Upaya penanganannya, kini PLN mengoptimalkan pembangkit yang ada serta menambah daya sewa dari Pembangkit Batulicin dan pembangkit sewa tahap pertama dan kedua.

Faisal/Kalsel

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Gorontalo, Karhutla dan Suhu Panas Jadi Perhatian
Aksi Cepat Tanggap, Kapolda Kalsel Tinjau Langsung Pemadaman Karhutla di Handil Bakti
Polsek Babirik Gencarkan Sosialisasi Pertanian Jagung di Setiap Desa Kecamatan Babirik
Polsek Babirik Monitoring Lahan Jagung 3 Hektare di Desa Pinangkara, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Kampung Tertib Lalu Lintas di Jalan Meratus Jadi Wujud Nyata Budaya Keselamatan
Polres Balangan Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Guha Kecamatan Batumandi yang Terdampak Kekeringan
Api Kembali Berkobar, Polisi dan Relawan Berjibaku Padamkan Karhutla di Handil Bakti
Update DVI Polda Kalsel, 6 Korban KM Virgo kembali teridentifikasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:12

Kabut Asap Selimuti Gorontalo, Karhutla dan Suhu Panas Jadi Perhatian

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:13

Aksi Cepat Tanggap, Kapolda Kalsel Tinjau Langsung Pemadaman Karhutla di Handil Bakti

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:15

Polsek Babirik Gencarkan Sosialisasi Pertanian Jagung di Setiap Desa Kecamatan Babirik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:59

Kampung Tertib Lalu Lintas di Jalan Meratus Jadi Wujud Nyata Budaya Keselamatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51

Polres Balangan Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Desa Guha Kecamatan Batumandi yang Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:38

Api Kembali Berkobar, Polisi dan Relawan Berjibaku Padamkan Karhutla di Handil Bakti

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09

Update DVI Polda Kalsel, 6 Korban KM Virgo kembali teridentifikasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:18

Dukung Swasembada Pangan, Polsek Amuntai Tengah Monitoring Lahan Jagung di Desa Pinangkara

Berita Terbaru

Opini

MotoGP dan Presiden Jokowi

Jumat, 9 Okt 2026 - 02:02