banner 728x250
SOSBUD  

Yandri Susanto Ingatkan Tiga Hal Ini Kepada Jamaah Haji 

H.Yandri Susanto,S.Pt, Wakil Ketua MPR RI (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA– Para calon jemaah haji diingatkan untuk memperhatikan tiga hal yakni hati, kesehatan, dan nama baik Indonesia saat menjalankan . Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, H. Yandri Susanto,S.Pt saat menghadiri acara Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Serang, Banten,  bertempat di Masjid Al Bantani, Komplek Pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang. Acara diikuti oleh 1.132 jamaah haji, Minggu (21/5/2023).

“Ibadah haji merupakan ibadah yang banyak godaannya sehingga hati mudah tergelincir. Sebelum dan sesudah ibadah haji, ada jamaah yang secara sadar atau tidak sadar ingin dipuji oleh keluarga, tetangga, dan masyarakat. Dalam hati mereka ada yang ingin orang lain mengatakan, dia hebat sudah berangkat haji. Tidak hanya orang lain ingin memuji namun dalam hati jamaah sendiri ada yang menyebut, saya sudah bisa naik haji, sedang tetangga yang kaya malah belum. Ada yang sombong setelah dapat gelar haji”,kata politisi PAN itu.

banner 325x300

“Bila hati tidak dijaga maka akan muncul sifat riya, suka pamer, ingin dipuji. UNtuk itu, agar terhindar dari sifat-sifat yang tidak terpuji, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berharap agar para jamaah lebih banyak berdzikir. Jaga hati dengan perbanyak dzikir”, tuturnya. Menurutnya kunci menjadi haji mabrur itu ada di hati.”imbuhnya.

Ibadah kata Yandri, merupakan ibadah fisik. Dikatakan bahwa ibadah haji dipertontonkan kepada makhluk yang ada di langit dan bumi. Rangkaian ibadah haji seperti tawaf, sa’i, wukuf, tidak boleh digantikan oleh orang lain. Tawaf, sa’i, dan wukuf, tidak bisa digantikan dengan uang atau orang lain.

Diakui ada jamaah yang terlalu bersemangat saat berada di Makkah. Setiap hari sholat di Masjidil Haram. Hal demikian menurut Yandri Susanto boleh-boleh saja namun dirinya mengingatkan agar stamina dan kesehatan yang ada tetap dijaga. Ini ditekankan sebab dirinya mengatakan kembali bahwa ibadah haji merupakan ibadah fisik. Saat tawaf, sa’i, dan wukuf memerlukan fisik yang kuat.

“Jangan sampai nanti saat wukuf kita sakit”, ujarnya. Saat sakit menurutnya bisa saja melakukan wukuf namun tidak sempurna. “Oleh karena itu tolong jaga kesehatan. Haji itu ibadah fisik”, tegasnya.

Diungkapkan bahwa kondisi Arab Saudi berbeda dengan Indonesia. Di negara kaya minyak itu suhu bisa mencapai 50 derajad celcius. Suhu yang demikian disebut sangat ekstrem. Untuk itu dirinya berharap agar jamaah haji dari Indonesia mengurangi kegiatan di luar hotel.

Ia menyarankan agar semua peserta haji sebisa mungkin mengurangi aktivitas jalan-jalan. Jamaah haji banyak minum dan istirahat yang cukup untuk menjaga stamina, sebab ibadah haji sampai 40 hari.

Yandri juga mengingatkan agar jamaah haji menjaga nama baik Indonesia.

“Jamaah haji dari Indonesia terkenal keramahannya. Saking ramahnya saat kesenggol atau keinjak jamaah dari negara lain tetap diam. Sabar saja bila mengalami nasib yang demikian. Doakan terbaik”, imbuhnya.

Yandri juga ikut mendoakan, agar semua menjadi haji yang mabrur. “Haji yang mabrur itu tidak ada balasannya kecuali surga dari Allah”, ujarnya.

Hadir dalam kegiatan yang digelar sejak pagi itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Dr. H. Nanang Fatchrohman M.Pd; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Serang, H. Ahmad Rifaufin S.Ag., M.Pd; dan Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji setempat.** Timred.

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *