banner 728x250

Wow, Ekspor Perikanan RI Mencapai US$ 4,1 Miliar atau Rp 64,3 Triliun Selama Triwulan III 2023

Hasil Penangkapan Ikan (Foto:Antaranews)
banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM– Kabar gembira datang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahwasannya periode triwulan III atau Januari-September 2023 Indonesia telah mengekspor perikanan mencapai US$ 4,1 miliar atau setara Rp 64,3 triliun (Kurs Rp 15.700/US$).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa pertengan November 2023 lalu.

banner 325x300

Adapun, capaian tersebut adalah 53% dari target yang ditetapkan tahun ini yakni US$ 7,6 miliar selama triwulan III atau Januari-September 2023. Sedangkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan sebesar Rp 1,1 triliun.

“Rasio ekspor ikan dan hasil perikanan yang diterima oleh negara tujuan ekspor 99,84 dan Ekspor Produk Perikanan US$ 4,1 miliar sampai Triwulan III. Sedangkan PNBP Kelautan dan Perikanan Rp 1.127 miliar sampai 10 November 2023,” kata Wahyu Sakti Trenggono.

Dikatakan,produksi perikanan adalah meliputi seluruh hasil yang diperoleh dari kegiatan penangkapan atau budi daya ikan/binatang air lainnya/tanaman air yang ditangkap atau dipanen dari sumber perikanan alami atau dari tempat pemeliharaan, baik yang diusahakan oleh perusahaan perikanan maupun rumah tangga perikanan.

“Capaian indikator kinerja utama KKP tahun 2023 sampai Triwulan III 2023 adalah produksi perikanan mencapai 18,5 juta ton, terdiri dari perikanan tangkap 5,76 juta ton dan perikanan budi daya sebesar 12,74 juta ton yang terdiri dari ikan 4,75 juta ton dan rumput laut 7,98 juta ton,” katanya.

Dijelaskan, untuk Nilai Tukar Nelayan maupun Nilai Tukar Pembudidaya Ikan juga berada di atas poin 100. NTN adalah rasio antara indeks harga yang diterima nelayan (It) dengan indeks harga yang dibayar nelayan (Ib) dinyatakan dalam persentase.

“Artinya, NTN mengukur kemampuan tukar produk perikanan tangkap yang dihasilkan nelayan dengan barang atau jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga nelayan dan keperluan mereka dalam menghasilkan produk perikanan tangkap.”Wahyu Sakti Trenggono.

Sedangkan, Nilai Tukar Pembudidaya ikan (NTPi) adalah sebagai alat ukur kesejahteraan yang diperoleh dari perbandingan besarnya harga yang diterima pembudidaya.
“Rata-rata Nilai Tukar Nelayan 105,89 dan Rata-rata Nilai Tukar Pembudidaya ikan 105,07,” paparnya.

Jika dilihat dari sisi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan nilainya sebesar 6,78%, sedangkan Kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 2,7%. Adapun nilai PDB Rp 214,18 triliun.

Sementara itu, Hans Aja,salah satu masyarakat asal Flores,NTT menilai pentingnya peran organisasi nelayan di Indonesia memperjuangkan aspirasi masyarakat nelayan.

Hans Aja (Baju Biru-Tengah ) saat menghadiri Dialog masyarakat Diaspora NTT Jabodetabek dengan Cawapres Mahfud MD di Rumah Aspirasi TKN Ganjar-Mahfud ,Jakarta Pusat (Dommy Lewuk)

“Meemang, untuk nelayan di kalangan industri perikanan mereka memiliki sarana penangkapan yang lengkap bahkan canggi. Tapi bagi nelaya tradisional di pesisir pantai seperti di NTT, masih sangat sulit mendapatkan bantuan seperti kapal ikan dan atau jaring yang lebih baik.

Lanjut Hans, masyarakat nelayan di pesisir pantai atau lainnya kadat kesulitan Bahan Bakar atau BBM Solar. Kalau harga solarnya mahal,lalu hasil penangkapan ikannya sedikit pastinya tidak menutup biaya operasional sang nelayan. “Mereka (Nelayan) banyak rugi. Hasil penangkapan ikan juga kadang terkendala iklim atau cuaca,” papar Hans Aja.

Peran Ormas Nelayan

Masih kata Hans Aja, bahwa peran ormas atau lembaga yang bergerak di bidang Nelayan, sangat diharapkan mampu membantu sehingga hasil tangkapan ikannya lebih meningkat. Untuk itu, ada Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HSNI) yang kini diPimpin oleh Bapak Herman Hery, Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu diharapkan akan lebih berdampak bagi Nelayan-nelayan tradiusional di kampung-kampung,desa terpencil.

“Beliau (Herman Hery-red) saat ini terpilih jadi Ketua Umum HSNI untuk periode kedepan. Dengan pengalaman beliau tersebut sangat diharapkan kesejahteraan para nelayan bisa meningkat. Apalagi Capres Ganjar dan Mahfud  telah berjanji akan hapus utang Nelayan lewat Program Ekonomi Biru. Kalau saja janji tersebut dapat terwujud,saya kira ini akan sangat membantu masyarakat Nelayan di Indonesia,” terang Hans Aja kepada media ini di Jakarta, Rabu (27/12/2023).

Editor : Dese Dominikus.

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *