Tim Kuasa Hukum Stefanus Roy Rening Optimis, Akan Memenangkan Perkara “Merintangi Penyidik”

Kamis, 12 Oktober 2023 - 11:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana dalam persdangan

Suasana dalam persdangan

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Juru bicara tim kuasa hukum Stefanus Roy Rening, Anggara Suwahju optimis akan memenangkan perkara dugaan “merintangi” penyidik KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam kasus dugaan korupsi Rp1 miliar oleh mantan gubernur Papua,Luaks Enembe.

Kepada wartawan usai persidangan dengan agenda jawaban nota keberatan (eksepsi) di Kantor PN Jakarta Pusat,Rabu (11/10/2023), Anggara pun merespon jawaban nota keberatan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Jadi, sebetulnya jaksa penuntut umum (JPU) mau menyampaikan bahwa nota keberatan yang disampaikan seminggu sebelumnya itu tidak sesuai dengan ketentuan KUHP. Salah satunyaq adalah penyidikikan yang dilakukan secara ‘ujug-ujug’ . Jadi dia meminta kepada majelis untuk ditolak,”kata Anggara kepada media ini usai sidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Nah, kalau dalam pandangan kami penasihat hukum, justru jawaban dari penuntut umum itu tidak menjawab persoalan-persoalan hukum yang kami kemukakan di dalam eksepsi atau nota keberatan pada sidang Rabu minggu lalu. Misalnya,soal berita acara pemeriksaan . Jadi menurut kami itu forumnya adalah pra peradilan. Tapi masalahnya adalah ketika seseorang belum menjadi terdakwa,maka berita acara pada pemeriksaan yang lain itu tidak akan pernah didapat,” kata dia.

Jadi, memang forumnya tidak bisa di pra-peradilan, maka satu-satunya forum yakni di saat kami membacakan nota keberatan (eksepsi) tersebut.

Kata Anggara, karena surat dakwaan tersebut dibuat dalam berita acara pemeriksaan. Sehingga keabsahan atau legitimasi dari surat dakwaan itu sangat tergantung daripada legitimasi surat pemeriksaan.

“Kami berharap, Majelis Hakim mempertimbangkan dengan sangat hati-hati. Karena ini adalah isu hukum yang sangat penting. Bahwa berita acara pemeriksaan yang tidak relevan dan kemudian ada pemeriksaan dari perkara lain sebetulnya yang terkait sama sekali dengan perkaranya pak Roy jadi itu yang merupakan kegiatan dari rangkaian jadwal berita acara pemeriksaan jadi rananya jaksa untuk membuat dakwaan.

Baca juga:  Airlangga Hartarto Sebut, Penilaian Anies dan Ganjar Tidak Relevan di Debat Capres Ketiga
Terdakwa Stefanus Roy Rening hadiri Sidang kasus Perintangan di PN Jakarta Pusat,Rabu 11 Oktober 2023

Nah ketika semua itu tidak punya legitimasi kan maka harusnya dakwaanya juga tidak memiliki legitimasi.

“Kami sih berharap majelis hakim memeriksa dengan sangat berhati-hati, Dan kami tetap optimis bisa memenangkan perkara ini. Secara teknis, yang kami persoalkan adalah legalitas pembuatan surat dakwaan ini”. tegas Anggara.

“Jadi, sekali lagi kami tegaskan,jaksa penuntut umum harus hati-hati dalam memeriksa seluruh berita acara pemeriksaan sehingga tidak terjadi sesuai hal-hal yang sudah kami sampaikan dalam eksepsi atau nota keberatan itu.” katanya.

Sebelumnya, dalam sidang yang digelar Rabu (11/10/2023) itu, jaksa penuntut umum (JPU) komisi pemnberantasan korupsi (KPK) membacakan tanggapannya terkait Nota Keberatan Stefanus Roy rening yang disampaikan oleh tim kuasa hukum advokat senior itu.

“Meminta, menyatakan sidang pemeriksaan perkara pidana dengan terdakwa Stefanus Roy Rening dilanjutkan berdasarkan surat dakwaan penuntut umum,” kata Budi Sarumpaet.

Stefanus Roy Rening didakwa melakukan perintangan dalam penyidikan dugaan penerimaan suap dan gratifikasi. Salah satu ulahnya yakni mendatangkan massa ke Mako Brimob Jayapura.

“Dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi,” kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Sarumpaet di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 27 September 2023.

Dalam perkara ini, Roy diduga memberikan arahan kepada Direktur PT Tabi Bangun Papua Rijatono Lakka dalam memberikan keterangan kepada penyidik. Dia juga mencegah Lukas memenuhi panggilan pemeriksaan.

Roy juga diduga meminta Rijatono membuat video klarifikasi pemberian uang Rp1 miliar ke Lukas. Dia juga memberikan saran ke staf bagian kelang PT Tabi Bangun Papua Willicius untuk tidak memenuhi panggilan penyidik.

Baca juga:  Demi Pemilu yang Jurdil, Kominfo Dukung Kelola STIETIK

Jaksa juga menduga Roy memengaruhi Sekda Papua Ridwan Rumasukun untuk tidak menyerahkan uang Rp10 miliar yang dipakai untuk merayakan ulang tahun anaknya ke KPK. Dana itu diyakini berkaitan dengan dugaan penerimaan suap dan gratifikasi yang menjerat Lukas.

Dalam kasus ini, Roy disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. ** Dese Lewuk.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari SinergiSatu.com.

Berita Terkait

Komisi X DPR Undang Tiga Pakar Pendidikan, Bahas Soal Ini
Masyarakat Dirugikan Soal Penyelenggaraan Haji 2024, Ini Tiga Penyebabnya
Bamsoet Apresiasi Perjalanan Hidup Chairul Tanjung
Daya Saing RI Lampaui Dua Negara Ini
Generasi Z Diajak Ciptakan Soft Skill dan Miliki Nilai-Nilai Pancasila
Warga RW 05 Kebon Sirih Menyambut Idul Adha 1445 Hijriah
Pabrik Amunisi Swasta Pertama di Indonesia Diresmikan
Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian SPAM Sepaku Juli 2024, Penuhi Kebutuhan Air Minum IKN Nusantara

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 08:35

Komisi X DPR Undang Tiga Pakar Pendidikan, Bahas Soal Ini

Jumat, 21 Juni 2024 - 08:22

Masyarakat Dirugikan Soal Penyelenggaraan Haji 2024, Ini Tiga Penyebabnya

Kamis, 20 Juni 2024 - 10:43

Bamsoet Apresiasi Perjalanan Hidup Chairul Tanjung

Kamis, 20 Juni 2024 - 08:11

Daya Saing RI Lampaui Dua Negara Ini

Senin, 17 Juni 2024 - 11:05

Warga RW 05 Kebon Sirih Menyambut Idul Adha 1445 Hijriah

Senin, 17 Juni 2024 - 07:38

Pabrik Amunisi Swasta Pertama di Indonesia Diresmikan

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:10

Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian SPAM Sepaku Juli 2024, Penuhi Kebutuhan Air Minum IKN Nusantara

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:19

Polres Pali, Sumsel Musnahkan BB Lebih dari 5 Kg Shabu

Berita Terbaru

Ismail Asso, Assolipele (dok.Ist)

OPINI

Kepada Saudara ku Yang Terkasih, Bony Lani

Jumat, 21 Jun 2024 - 20:58

BERITA

Bamsoet Apresiasi Perjalanan Hidup Chairul Tanjung

Kamis, 20 Jun 2024 - 10:43

BERITA

Daya Saing RI Lampaui Dua Negara Ini

Kamis, 20 Jun 2024 - 08:11