banner 728x250
SOSBUD  

Thabiskan 5 Diakon Imam SDV, Uskup Maumere : Tetaplah Rendah Hati, Bukan Menjadi Orang Sombong

5 Diakon Imam dari Kongregasi panggilan Ilahi atau menerima tumpangan doa dari keluarga (foto: ir/dok)
banner 120x600
banner 468x60

Maumere (SINERGISATU) – Uskup Keuskupan Maumere, Mgr Ewaldus Martinus Sedu, Pr menabiskan 5 orang Diakon dari  Serikat Panggilan Ilahi (SDV). Prosesi Tahbisan dihadiri oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si, para imam dan umat, di Desa Poma, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Rabu (4/5/2022).

Adapun, 5 orang Diakon tersebut adalah Diakon Lipus Lorensius Gare, SDV, Diakon Carlos Ramos M.X. De Araujo, SDV, Diakon Ferdinandus Sadiman, SDV, Diakon Karolus Bale, SDV, dan Diakon Philipus Ardi Nando, SDV.

banner 325x300

“Bertahan dalam Imam sejati, jadilah pribadi yang sederhana, bukalah hati dan seluruh hidup kepada cinta Allah. Itulah tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang Imam dalam menjalankan tugas kerasulannya,” kata Uskup Ewaldus mengawali homilinya.

Ia berpesan kepada para calon imam agar dalam menjalankan tugas iamamtnya seorang imam tidak bersikap angku,bahkan sombong. Tapi tetaplah renda hati. Mgr Ewaldus Martinus Sedu juga mengingatkan seorang imam harus menjadi seorang Gembala yang baik.

Prosesi Pethabisan 5 orang Diakon calon Imam SDV

Sementara itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat kepada kelima Diakon yang telah menjadi Imam tersebut. Ia berharap kelima Imam tersebut setia dalam mengemban tugas imamatnya.

“Pemerintah Kabupaten Sikka akan terus membangun koordinasi dengan biarawan/biarawati untuk berkalaborasi membangun daerah terutama membangun mental spiritual dan kepercayan demi terciptanya kedamaiandan toleransi di Kabupaten Sikka.

Sedangkan, Diakon Carlos Ramos M.X. De Araujo, SDV mewakili teman-temannya mengungkapkan bahwa hal yang paling sulit menerima tugas sebagai formator atau pembimbing dalam komunitas adalah tanggung jawab untuk membimbing formandi.

“Menjadi formator merupakan hal yang paling sulit. Alasannya ialah seorang formator mesti mengatakan hal yang dilakukan dan melakukan hal yang dikatakan,” ungkapnya.

Namun kata dia,  menjadi Imam berarti harus hidup dalam kesederhanaan, ketaatan dalam Tuhan, dan selibat, yaitu menyerahkan seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan.

Untuk diketahui, Serikat Panggilan Ilahi (Societá Divine Vocazioni-Society of Divine Vocations, SDV) atau lebih dikenal dengan Vokasionis didirikan oleh Beato Giustino Russolillo.  Di Indonesia, Kongregasi ini berpusat di Wairpelit,Kabupaten Sikka juga berkarya melayani umat di Manggarai, Flores-NTT. Selamat,dan jadilah Bapak Vokasionis sejati dalam menjalani karya panggilanNya. ** (IR/Domi Dese Lewuk).

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *