banner 728x250
BERITA  

Terkait Perang Gaza, Paus Fransiskus : Masyarakat Tidak Boleh Melupakan Konflik Lain

aus Fransiskus menyaksikan pertemuannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Palais du Pharo, pada kesempatan Pertemuan Mediterania (MED 2023), di Marseille, Prancis 23 September 2023 Andreas Solaro/Pool via REUTERS/File Photo
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU-Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma,Paus Fransiskus akhirnya buka suara soal perang di Gaza. Ia mengatakan solusi dua negara diperlukan untuk Israel dan Palestina dan menambahkan bahwa perang sesungguhnya adalah sebuah kekalahan.

“(Mereka adalah) dua orang yang harus hidup bersama. Dengan solusi bijak itu, dua negara,” kata Paus Fransiskus, dikutip dari CNBC Indonesia yang melansir Reuters, Kamis November pekan lalu.

banner 325x300

“Perjanjian Oslo, dua negara yang terdefinisi dengan baik dan Yerusalem dengan status khusus,” katanya dalam sebuah wawancara dengan stasiun penyiaran RAI Italia.

Untuk diketahui, pada tahun 1993, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) Yasser Arafat berjabat tangan mengenai Perjanjian Oslo. Adapun, kesepakatan tersebut menetapkan otonomi terbatas bagi wilayah Palestina.

Pada waktu itu, Presiden AS Bill Clinton, Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan Arafat mengambil bagian dalam KTT Camp David pada tahun 2000. Namun sayangnya, mereka gagal mencapai kesepakatan perdamaian akhir.

Adapun, Israel merebut Yerusalem bagian Timur Arab pada tahun 1967 dan selanjutnya di tahun 1980 mendeklarasikan seluruh kota sebagai “ibu kota bersatu dan abadi”.
Karenanya, warga Palestina memandang bagian timur kota ini sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.

Selain itu, Israel juga secara konsisten menolak anggapan bahwa kota tersebut, yang dianggap suci bagi umat Kristen, Muslim, dan Yahudi, dapat memiliki status khusus atau internasional.

“Perang di Tanah Suci membuat saya takut,” sebut Paus Fransiskus.

“Bagaimana orang-orang ini akan mengakhiri cerita ini?” tegasnya.

“Eskalasi yang meningkat, akan berarti akhir dari banyak hal dan banyak nyawa”.

Sementara, Paus Fransiskus sendiri telah menyerukan koridor kemanusiaan untuk membantu warga Gaza dan gencatan senjata.

Paus Fransiskus asal Kongregasi Imam Jesuit (SJ) menyebut, telah berbicara melalui telepon setiap hari dengan para pastor dan biarawati yang mengelola sebuah paroki di Gaza yang menampung sekitar 560 orang, sebagian besar beragama Kristen tetapi juga sebagian Muslim.

Pria asal Argentina dengan nama lengkap Jorge Mario Bergoglio itu menegaskan, perang antara Israel dan Hamas, tidak boleh membuat masyarakat melupakan konflik lain.
Paus Gereja Katolik Roma yang ke-Fransiskus yang adalah penyelesaian di Ukraina, Suriah, Yaman, dan Myanmar.

Anggota Misionaris Serikat Jesuit (SJ) yang terpilih sebagai Pas Fransiskus pada 13 Maret 2013 itu menyebut, perang antara Israel dan Hamas, tidak boleh membuat masyarakat melupakan konflik lain. Termasuk penyelesaian di Ukraina, Suriah, Yaman, dan Myanmar. **

Editor : Dese Lewuk.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *