banner 728x250

SOLID Papua Desak Pemerintah Lakukan Hal Ini untuk OAP

Gabriel Goa,Ketua SOLID Papua (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Ketua SOLID Papua (Solidaritas Dunia untuk Keadilan dan Perdamaian Papua) Gabriel Goa menilai tindakan kriminalisasi hukum,diskriminasi Ham dan perampokan hak-hak ekosob  Orang Aseli Papua (OAP) oleh kaum kuasa dan kuat modal semakin masif dan sistemik di Bumi Cendrawasih,Papua.

Gabriel mengatakan, orang beramai-ramai ke bumi Cendrawasih karena di sana ada sumber daya mineral dan sumber daya alam masih banyak. Kecuali di pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku sudah pada habis. Sehingga mereka lari ke tanah Papua. Sudah dieksploitasi habis.

banner 325x300

“Kantong-kantong sumber daya mineral dan alam di sana pun sudah habis-habisan dieksploitasi dan dijarah. Hak-hak Ekosob Masyarakat Adatnya dirampok dan dijarah tanpa sisa.Mereka yang kehilangan sumber mata pencaharian terpaksa.mengais.rejeki dengan mengadu nasib ke Luar Negeri. Tragis bukannya mendapatkan Berkah tapi malapetaka menjadi Korban Human Trafficking,” kata Goa dalam keterangan tertulis kepada media ini,Senin (19/6/2023).

Kini,lanjut Goa, Papua menjadi target utama.Mereka berani menghalalkan berbagai cara yang penting Papua dijarah atas nama percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat Papua.

“Politik divide et impera Kolonial Belanda diadopsi kaum kuat kuasa dan kuat modal untuk menguasai Papua. Siapapun yang melawan, maka akan dikriminalisasi secara hukum dan didiskriminasi secara Ham dengan stigmatisasi makar,koruptor dan pemabok. Bahkan lebih tragis lagi Orang Aseli Papua diinjak-injak harkat dan martabatnya melalui ujaran kebencian dan rasis hingga keluar kata-kata yang tak layak,” tegasnya.

Gabriel mencontohkan, salah satu Korbannya adalah salah seorang putra Papua.yang pernah menjadi Komisioner Komnas Ham.

“Fakta terbaru membuktikan bahwa seorang tokoh OAP (Orang Aseli Papua) yang melawan keinginan kaum kuat kuasa dan kuat modal dikriminalisasi dan, didiskriminasi,” tutunya.

Menanggapi hal tersebut, SOLID Papua (Solidaritas Dunia untuk Keadilan dan Perdamaian Papua) menyampaikan beberapa sikap sebagai berikut.

Pertama,mendesak Presiden RI Jokowi untuk menghentikan pendekatan keamanan, seperti yang sudah dilakukan di Bumi Cendrawasih. Jokowi perlu belajar dari Mahatma Gandhi dan Nelson Mandela mengutamakan pendekatan Kasih Pantang Kekerasan.

Kedua, mendukung langkah Bapa Uskup Jayapura yang mengingatkan Orang Aseli Papua untuk tidak menjual tanah mereka. Faktanya terjadi di Bumi Cendrawasih telah terjadi perampasan atas Hak-hak ekosob orang aseli Papua secara  masif, sistemik.

Oleh karena itu, para tokoh agama di tanah Papua tak cukup hanya menghimbau dari mimbar lagi, tapi berjuang bersama umat dan penggiat Ham, serta pers menyuarakan dan membela voice of the voiceless melawan Penjarah dan Perampok Bumi Cendrawasih.

Ketiga,mendesak Majelis.Hukum.untuk mendengarkan voice of the voiceless Orang Aseli Papua di seluruh dunia dan suara korban Lukas Enembe,tokoh OAP yang sedang sakit akut dan menular serta menghargai rekomendasi lembaga negara yakni Komnas HAM untuk memberikan kesempatan kepada yang bersangkuta untuk.dirawatdi Rumah Sakit, bukan dipaksa disidangkan di Pengadilan.

“Jika MH (Majelis Hakim) tetap memaksakan maka lembaga tersebut (Majelis Hakim) ikut terlibat dalam pelanggaran Ham, karena mengabaikan hak atas Kesehatan Orang Aseli Papua.”

Keempat,mengajak Penggiat Ham Internasional dan Pers untuk mengawal persidangan tokoh OAP, Lukas Enembe dan kondisi Ham Papua.

“Jika.majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabaikan rekomendask Komnas Ham, tidak mendengarkan jeritan hati korban dalam hal ini tokoh OAP dan voice of the voiceless OAP maka masih ada harapan, yakni mengadu secara resmi ke Dewan Ham PBB, Penggiat Ham Internasional seperti Paus Fransiskus di Vatikan, pengadilan Ham internasional dan Pers Internasional.

“If you want Peace,work for Justice” kata Gabriel Goa. ** Timred.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *