banner 728x250

Selain Mahal, Masyarakat Juga Kesulitan Dapatkan Beras

ILustrasi Harga Beras Naik (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM-Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati mengatakan, fenomena kelangkaan dan kenaikan harga beras melanda hampir seluruh daerah di tanah air pada akhir-akhir ini.  menilai kondisi tersebut menunjukan inflasi pangan yang masih tinggi dan akan sangat terasa dampaknya kepada masyarakat.

“Sekarang ini kan harga beras itu kan naik secara signifikan dan masyarakat di bawah itu sangat merasakan. Jadi artinya bahwa (naiknya) harga beras ini menunjukan bahwa inflasi pangan itu masih tinggi. Bukan hanya sangat tinggi, tetapi masyarakat mulai kesulitan mendapatkan di pasar,” kata legislator dari daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta I ini,  usai rapat Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI ke Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu pekan lalu.

banner 325x300

Dijelaskan, apabila inflasi pangan yang terjadi berupa kebutuhan pokok maka pasti akan menyulitkan masyarakat. Terlebih, menurutnya, saat ini masyarakat masih dihadapkan pada kesulitan memperoleh lapangan kerja dan juga pendapatan yang terbatas.

Pemerintah akan menambah jumlah kuota penugasan impor beras kepada perum Bulog dari 2 juta ton menjadi 3,6 juta ton di tahun 2024. Dilansir dari berbagai sumber, hal ini diambil berdasarkan Rakortas Kementerian Koordinator Perekonomian tanggal 5 Februari 2024.

“Tentu kalau impor itu justru merugikan ya. Karena yang diuntungkan siapa? Ini kan justru kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat”

Adapun, Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan negara (BAKN) menegaskan,bahwa impor bukanlah kebijakan yang berpihak pada rakyat.

“Tentu kalau impor itu justru merugikan ya. Karena yang diuntungkan siapa? Ini kan justru kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Jadi mestinya pemerintah bisa mengantisipasi, menstabilkan harga beras. Kemudian justru petani mesti didorong dan mesti diberikan satu stimulus bagaimana agar petani kita juga mendapatkan kesejahteraan,” ujarnya menambahkan.

Ia berpesan, agar pemerintah dapat menjaga stabilitas harga beras serta perbaiki daya beli masyarakat terlebih beras menjadi kebutuhan pokok dari rakyat Indonesia.

“Kan pemerintah sekarang akan berakhir di September 2024. Akhiri dengan husnul khotimah (akhir yang baik,red). Perbaiki dan stabilkan harga beras dan perbaiki daya beli masyarakat, sehingga masyarakat itu tidak kesulitan apalagi beras itu kebutuhan pokok dari rakyat Indonesia,” Anis Byarwa mengingatkan.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras pada Februari 2024 tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Lonjakan harga beras yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia disinyalir terjadi karena karena inflasi pada komoditas tersebut mencapai sebesar 6,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Selain harga beras, harga kebutuhan pangan lainnya juga terindikasi mengalami kenaikan seperti telur, cabai, unggas, dan beras. ** Timred. 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *