banner 728x250

Samy Djunire Saiba : Saatnya Dana Otsus Papua Barat Difokuskan pada SDM,Bukan Lagi Pembangunan Fisik

Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia ) Provinsi Papua Barat,Dr. Samy Djunire Saiba, M.Si,
banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM,MANOKWARI– Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia ) Provinsi Papua Barat,Dr. Samy Djunire Saiba, M.Si, menegaskan organisasi kepemudaan yang dipimpinnya saat ini berkomitmen bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mensukseskan berbagai program pemerintah di wilayah setempat.

“Pemuda cerdas, pemuda berakhlak, pemuda kerja dan pemuda sejahtera adalah visi yang diemban DPD KNPI Papua Barat. Untuk itu, kami akan tetap mendorong pelaksanaan program-program pemerintah dalam rangak menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lewat bidang pendidikan,” kata Dr.Samy dalam wawancara dengan media Kamis (14/12/2023) malam.

banner 325x300

Ada program besar Pemprov Papua Barat dalam hal stunting,serta angka putus sekolah dan inflasi. Pemuda Papua Barat dituntut untuk membantu menyelesaikan masalah angka putus sekolah, Lemahnya pendidikan yang berdampak pada inflasi daerah.

Pemanfaatan Dana Otsus untuk SDM

Samy Djunire Saiba menilai bahwa sudah saatnya dana otsus Papua terkhusus Papua Barat pemanfaatannya difokuskan pada pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) orang Papua.

Dijelaskan, bahwa saat ini KNPI sendiri berperan membantu pemerintah provinsi Papua Barat secara khusus untuk menjawab situasi Negara Republik Indonesia di Papua Barat.

“Jadi, untuk menjawab hal ini pemerintah Republik Indonesia situasi ekonominya sangat simetris dalam perananya terkait sumber daya manusia (SDM). Karena suatu wilayah dengan ketersediaan SDM yang kuat akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat setempat.” kata Samy dalam wawancara dengan media ini,Kamis (14/12/2023).
Dikatakan, jika kualitas sumber daya manusia orang Papua semakin baik, tentunya akan semakin banyak peningkatan kehidupan rakyatnya.

Saat ini tingkat kemiskinan ekstrem tetapi juga menimbulkan persoalan stunting di wilayah setempat. Karena itu KNPI sebagai organisasi Kepemudaan mendorong semangat kepada pemerintah bahwa persoalan masalah stunting, kemiskinan ekstrem yang terkait dengan ini harus dituntaskan.

“Untuk itu, anggaran yang besar di Papua Barat termasuk secara khusus harus lebih banyak dialokasikan pada pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi kerakyatan. Untuk pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan raya atau jembatan diberikan kepada Kementerian terkait seperti PUPR. Ini lebih kita serahkan kepada kementerian lembaga dalam terkait dengan yang lain-lain ada kementerian PUPR lembaga yang lain,” imbunya.

Ilustrasi Hirup Lem Aibon (Antaranews)

Karena selama sisi kemanusiaan itu tidak disentuh maka selama itu pula orang Papua akan terus bersuara, akan terus mengatakan bahwa mereka merasa “tidak sejahtera berada di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

“Kami dari Organisasi Kepemudaan KNPI Papua Barat menyarankan sebaiknya pemanfaatan dana Otsus Papua Barat menyentuh pada sistem sosial, pendidikan,dan kesehatan masyarakat. Hal itu bisa dilakukan lewat pembiayaan pendidikan gartis dan lainnya,” kata Ketua DPD KNPI, Dr. Samy Djunire Saiba, M.Si.

Selain itu, lanjut dia, pmerintah daerah Papua Baat menyekolahkan semua anak Papua sehingga mereka dapat mengecam pendidikan secara gratis. Dengan demikiansehingga mereka bisa mencapai tingkat-tingkat tertinggi dunia pendidikan.

“Nah saya kira kalau hari ini misalnya, Indonesia dan sirkus pada Papua sudah memiliki pemikiran atau memiliki sumber daya manusia yang mempuni.Saya kira secara perlahan akan terbuka penanganan-penanganan yang cukup baik dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan Papua,” ujarnya lagi.

“Jadi, kata kuncinya adalah bahwa pemerataan- pemerataan di bidang SDM terutama bidang pendidikan,bidang kesejahatan dan ekonomi kerakayatan.” imbuh Samy.
Jadi jadi kita ikuti bersama bahwa hari ini ya di tanah Papua sebagaimana fakta yang tadi Abang sampaikan bahwa banyak sekali generasi muda hari ini mulai dari anak-anak terlibat dalam persoalan-persoalan seperti kasus lem aibon, narkoba,miras dan yang lainnya.

Nah, salah satu penyebabnya adalah kalau kita mau lihat adalah bagaimana keseriusan dari pada pemerintah secara khusus dalam memberikan penanganan-penanganan yang cepat terhadap persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Ini merupakan penya kita masyarakat atau penyakit sosial yang perlu segera ditangani.

Beberapa kebocoran anggaran yang terjadi sebagaimana masyarakat yang berteriak bahwa otsus di Papua gagal karena terjadi penyalahgunaan anggaran dan lain-lainnya. Menurut kami (KNPI) Papua Barat berharap dana otsus itu baiknya lebih diutamakan kepada penyiapan sumber daya manusia (SDM) bagi masyarakat Papua,terkhusus Papua Barat. Tidak lagi terfokus kepada pembangunan fisik.

“Saya berharap,tadinya besaran dana otsus yang luar biasa itu harusnya lebih menyentuh pada manusia-nya (sumber daya manusia). Jadi fokus saja mengurus soal sumber daya manusia itu saja, karena pembangunan fisik tu sudah ditangani langsung oleh Kementerian seperti Kementerian PUPR. Jangan lagi kemdian dana otsus itu dipergunakan untuk membangun jalan raya,jembatan dan membangun yang lain-lainnya. Jadi sekali lagi, Dana Otsus untuk masyarakat Papua itu dikhususkan untuk membangun sumber daya manusia di Papua tanpa terkecuali. Jadi langsung mengurus soal pemberdayaan SDM bagi rang Papua.

Dengan demikian kata Samy, kalau dihitung-hitung, dari besaran anggaran Dana Otsus untuk Papua,khususnya Papua Barat kalau kita bagi-bagi untuk kebutuhan setiap rumah tangga itu sudah sangat lumayan membantu mereka. Sehingga tidak ada lagi anak-anak berkeliaran di jalan raya, kemudian menghirup lem aibon,nakoba,miras dan lainnya yang merusak masa depan mereka sendiri. Masalah ini seharusnya bisa diatasi dengan anggaran dana alokasi khsusu itu sendiri. Tapi kalau kita lebih banyak perbesar anggaran untuk pembangunan fisik seperti jalan raya dan atau jembatan, sehingga disitulah cela persoalan.

“Kita berharap,kedepan penyusunan rencana-rencana pembangunan strategis untuk Tanah Papua yang menggunakan alokasi khusus lebih mengedepankan sis kemanusiaan untuk membangun sumber daya manusia di Tanah Papua.”

“Kata kuncinya adalah bahwa Dana Otonomi Khususus yang hari ini disediakan oleh negara harus digunaka sebesar-besarnya dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia orang asli papua, tapi juga secara khusus yang digunakan untuk pelayanan kesejahteraan masyarakat, dari sisi kesehatan, ekonomi dan pendidikan dalam menjaga kemaslkahatan masyarakat di Tanah Papua. Secara tidak langsung adalah regenerasi kepemimpinan bagi orang asli papua.” tutur Samy.

Besaran Dana Otsus Papua Tahun 2024

Sirajudin,SH, Tokoh masyarakat Papua Barat dan Tokoh Agama,serta Caleg DPRD Papua Barat,Partai Gelora

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah mengalokasikan dana untuk daerah otonomi khusus (otsus) pada 2024. Hal ini menyusul disepakatinya beberapa daerah baru oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Adapun, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Luky Alfirman, menyebut bahwa pada tahun 2024, baik Dana Otsus maupun Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) naik seiring dengan semakin tingginya Dana Alokasi Umum (DAU) nasional.

Bahwa total dana otsus mencapai Rp13,9 triliun dan DTI Rp4,3 triliun. Dari jumlah tersebut, Papua Barat sebesar Rp 334,6 miliar, Papua Selatan Rp 375,6 miliar, Papua Tengah Rp578,3 miliar dan Papua Pegunungan Rp740,8 miliar dan Aceh disalurkan sebesar Rp 3,3 triliun. Papua sebesar Rp480 miliar.

Oleh karena itu Ketua DPD KNPI Papua Barat Dr. Samy Djunire Saiba, M.Si berharap, sudah saatnya dana Otsus yang nilanya demikian itu mayoritas difokuskan pada pemberdayaan SDM bagi manusia Orang Papua,tanpa kecuali.

Sementara itu, tokoh masyarakat dan sekaligus tokoh agama di Manokwari, Sirajudin,S.H., menambahkan solah saran dan usulan Ketua KNPI Papua Barat, Dr. Samy Djunire Saiba, M.Si soal pengembangan sumber daya manusia di Tanah Papua.

“Saya setuju dan mendukung langkah KNPI Papua Barat,Bapak Samy,bahwa sudah saatnya pengelolaan dana Otsus di Papua dialokasikan lebih banyak kepada pendidikan sumber daya manusia atau Pendidikan, Playanan Kesehatan,dan pengembangan UMKM,” kata Sirajudin.

Lanjut dia, bahwa untuk mmpersiapkan generasi muda Papua yang Unggul di bidang Sumber Daya Manusia,maka inilah saatnya pemerintah daerah di Papua memikirkan pengalokasian data otsus pada pos-pos pendidikan. ** Dommy Lewuk.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *