banner 728x250

Sahroni Berharap, Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Direktorat PPA Mabes Polri Dimaksimalkan

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni
banner 120x600
banner 468x60

Sinergisatu.com (Jakarta)- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni dari Fraksi Partai NasDem ini menyambut baik pengembangan organisasi di Mabes Polri yang akan menjadikan Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) menjadi direktorat sendiri.

Menurutnya, hal tersebut merupakan terobosan yang penting dan sangat dibutuhkan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang marak terjadi di masyarakat.

banner 325x300

“Tentunya ini suatu kabar baik di awal tahun 2022, di mana Polri akan memiliki Direktorat PPA sendiri. Ini momentum yang sangat progresif di mana polisi tidak hanya fokus menangani kasus per kasus, namun juga memastikan terbentuknya direktorat khusus yang memang menangani bidang ini, dan memang sudah sangat urgent sekali barang ini,” kata politisi Partai NasDem dalam keterangan diterima awak media di parlemen hari ini, Senin (3/1/2021).

Untuk diketahui, sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan dalam rangka meningkatkan pelayanan pada korban, maka Polri akan melakukan pengembangan organisasi, di mana PPA akan menjadi direktorat sendiri di Mabes Polri.

Lanjutnya, maka dengan adanya Direktorat PPA nanti, diharapkan penanganan kasus hukum terkait kekerasan perempuan dan anak bisa lebih maksimal.

Selain itu, kata dia, hal itu bisa lebih komprehensif dan melibatkan berbagai elemen lainnya seperti rehabilitasi maupun trauma healing.

“Kalau sudah ada direktoratnya kan polisi bisa lebih fokus menghadirkan layanan yang lebih maksimal pada korban. Mereka tidak hanya mendapatkan perlindungan, tapi juga lebih didengar dan dilayani dalam hal pemulihan mentalnya. Bisa dengan rehabilitasi, trauma healing,” ujarnya.

Oleh karena itu, Politisi Partai NasDem ini berharap direktorat tersebut bisa memaksimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak, Sahroni juga meminta kepada seluruh jajaran kepolisian agar direktorat ini betul-betul dimanfaatkan secara maksimal demi menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Setelah Pak Kapolri membentuk wadahnya, saya minta kepada seluruh kepolisian agar betul-betul bekerja memaksimalkan perlindungan terhadap perempuan dan anak. Hadirkan tenaga-tenaga terbaik, libatkan Polwan yang memiliki perspektif gender, dan kalau perlu kerjasama dengan institusi lain agar kebutuhan pemulihan lainnya kepada korban bisa diberikan. Kita harapkan, 2022 Indonesia bisa bebas kekerasan pada perempuan dan anak,” tegas Sahroni. ** desse.

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *