banner 728x250
BERITA  

Saat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Pertama Kali Mendarat di Bandara Frans Seda Maumere

Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa saat mendarat di Bandara Frans Seda, 1 Juni 2022 (Foto:Dok/Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

Maumere (Sinergisatu.com)-Meski hanya dalam hitungan menit, saat menginjakan kaki pertama kalinya di Bandara Fransiskus Xaverius Seda (Frasn Seda) Nian (bumi) Sikka,Nusa Tenggara Timur, kehadiran Panglima TNI Jenderal  Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil, Ph.D merupakan kebanggan dan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat di kota nyiur melambai,Maumere-Flores saat menghadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 di Kota Pancasila,Ende.

Hari itu rabu 1 Juni 2022, Pesawat TNI AU jenis Boing 737-400 membawa rombongan Panglima TNI mendarat di Bandara Fransiskus Xaxerius Frans Seda (Frans Seda) Maumere,Ibu kota Kabupaten Sikka,NTT.

banner 325x300

Jenderal Andika Perkasa, putera dari Kolonel (Purn) Fransiskus Xaverius Sunarto, seorang perwira lulusan Akmil tahun 1957 itu tiba di Bandara Frans Seda,Maumere disambut langsung oleh Danlanud El Tari Kupang Kolonel PBN Aldrin Petrus Mongan.

Setelah pengalungan selendang tenun motif Maumere, Panglima TNI beserta rombongan memasuki ruang VIP Room Bandara Frans Seda Maumere, untuk transit sebelum terbang ke Ende.

Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa beserta rombongan disambut langsung oleh Danlanud El Tari Kupang Kolonel PBN Aldrin Petrus Mongan.

Panglima beserta rombongan lalu melanjutkan perjalanan menuju kota Ende menggunakan Peswat TNI AU jenis CN – dari Bandara Frans Seda Maumere menuju Bandara H. Hasan Aeroboesman Ende, NTT.

Kehadirannya dalam rangka mengikuti kegiatan Upacara Hari Lahir Pancasila bersama Presiden Joko Widodo, Ketua DPR RI Dr.Puan Maharani (virtual dari Mekah), Ketua MPR RI, H.Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI, Ir.AA.LaNyalla Matalitti, para menteri dan duta besar negara-negara sahabat di Indonesia.

“Sebagai masyarakat Kabupaten Sikka, kami merasa bangga karena Bapak Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah menginjakan kaki dalam perjalanan dinas di Kota Nyiur melambai,Maumere-Manise ini,” tutrur Peter Lewuk, seorang wartawan senior dan penulis asal Tana Ai, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, kepada wartawan,  Kamis,pekan lalu.

Lanjut Peter, meskipun hanya dalam hitungan menit, keberadaan Panglima TNI Andika Perkasa, namun bagi masyarakat Kabupaten Sikka suatu penghormatan bagi rakyat Nian (Bumi) Sikka,NTT.

“Sebagai warga Sikka, kita berharap, orang nomor 1 di jajaran TNI di Republik ini suatu waktu bisa kembali datang untuk mengunjungi Kota Maumeremere,meski dalam tugas yang berbeda. Kami mendoakan agar Pak Panglima TNI, Andika Perkasa selalu diberkati Tuhan dalam mengembang tugas negara,apalagi sebagai suatu lembaga pertahanan yang tentu tidaklah ringan.

Peter Lewuk pun berharap, Panglima TNI Andika Perkasa kelak menjadi salah satu pemimpin berintegritas di negeri ini. Track record beliau sangat mumpuni selain berprofesi sebagai Anggota sekaligus Pimpinan tertinggi Tentara Nasional Inodonesia (TNI), juga dari sisi pendidikan dan daftar pengalaman yang cukup panjang, layaklah menjadi pemimpin di negeri ini.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (Berselempang)

“Indonesia butuh sosok pemimpin yang berintegrita, tegas, bersahaja . Dengan kata lain, kesederhanaan seorang pemimpin sangatlah penting. Bahwa harta dan kekayaan iya.Karena mereka telah bekerja keras sehingga pantas mendapat upah dari Tuhan untuk kemudian bisa berbagi dengan sesama rakyat yang masih hidup dalam kekuarangan,” ulas alumni Seminari Tinggi (Sekolah calon Imam Katolik) Santo Petrus Ritapiret itu.

Peter Lewuk kemudian menyebut salah satu sosok pemimpin, mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Purn.) Dr. Hoegeng Imam Santoso antara tahun 1968-1971).

“Meski saya tidak langsung bertemua dengan mantan Kapolri Hoegeng,tapi dari sejarah dan buku-buku, bahwa besaran dana pensiun setiap bulannya Rp 10 (sepuluh ribu rupiah) per bulan bahkan beliau hanya menerima sebesar Rp 7.500 (tuju ribu lima ratus rupiah)?. Hebatnya lagi, berbagai fasilitas seperti mobil,radio hingga hingga walkie-talkie pun dikembalikan saat dirinya pensiun? Ini luar biasa,” tutupnya mengutip tulisan Sohartono dalam buku Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan (2013). **

Penulis : Irma/Editor : Domi Dese Lewuk.

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *