banner 728x250

Perludem-TikTok Luncurkan Buku Panduan Melawan Hoaks Pemilu

Para Pembicara (sumber perluden tik tok)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) bersama TikTok Indonesia meluncurkan “Buku Panduan Melawan Hoaks Pemilu di TikTok” di kawasan M Bloc, Jakarta Selatan (19/1). Acara ini merupakan bagian komitmen Perludem dan TikTok dalam menjaga ekosistem informasi Pemilu 2024 yang sehat. Dis/mis-informasi yang juga biasa disebut hoaks, amat banyak beredar dan mempengaruhi pemilih bahkan bisa berdampak menghilangkan hak pilih dan kepercayaan terhadap Pemilu.

“Buku ini dibuat untuk mengedukasi pengguna TikTok agar dapat mengidentifikasi konten hoaks Pemilu, mendorong daya berpikir kritis, dan memberikan panduan teknis cara pelaporan konten hoaks Pemilu di TikTok,” kata Direktur Eksekutif Perludem, “Ninis” Khoirunnisa Nur Agustyati.

banner 325x300
Para Nara Sumber

Ninis menjelaskan, hoaks seperti polusi di tengah ekosistem informasi pemilu. Tidak sedikit hoaks yang sengaja dibuat untuk menyerang peserta Pemilu, penyelenggara pemilu, hingga kelompok rentan. Ada juga hoaks lama yang beredar kembali seperti warga negara Tiongkok yang diberikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik untuk Warga Negara Indonesia (WNI), kematian petugas pemilu karena diracun, kotak suara kardus sumber kecurangan pemilu, dan manipulasi suara dengan memanfaatkan hak pilih disabilitas mental.

Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Faris Mufid menjelaskan pentingnya edukasi dan kolaborasi bersama banyak pihak untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan ruang informasi di ranah digital, khususnya pada masa penyelenggaraan Pemilu 2024. Melalui serangkaian kerja sama, aktivitas, fitur keamanan, dan kampanye #SalingJaga yang digelar sejak tahun lalu, TikTok terus mengukuhkan komitmennya untuk untuk melawan misinformasi demi menjaga integritas Pemilu.

“Pada Pemilu 2024, TikTok telah berkolaborasi dengan banyak pihak, termasuk dengan Perludem untuk mengadakan edukasi serta membuat buku panduan melawan hoaks seputar pemilu. Kami harap buku panduan ini bisa dimanfaatkan oleh pengguna dan masyarakat Indonesia untuk #SalingJaga melawan misinformasi saat mengonsumsi, membuat, maupun menyebarkan informasi tentang Pemilu 2024,” ujar Faris.

Para Nara Sumber Peluncuran Buku Perluden Tik Tok

Acara peluncuran buku panduan terdiri dari ragam kegiatan. Ada diskusi publik dengan narasumber Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Samuel Abrijani; Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja; Anggota Komisi Pemilihan Umum, Betty Epsilon Idroos; Anggota Presidium Komite Edukasi Mafindo, Heni Mulyati; dan Program Officer Perludem, ⁠Nurul Amalia. Ada hiburan standup comedy dari Trio Netizen serta penyanyi solo Jessica Bunga. Ada juga sudut layanan informasi dan organisasi mitra Perludem-TikTok dalam isu disinformasi pemilu, antara lain Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), JagaSuara2024 Network for Democracy and Election Integrity (Netgrit), kecuranganpemilu.com Themis, dan rumahpemilu.org.

Perludem dan TikTok berharap, buku panduan ini dapat memandu para pengguna seiring proses kampanye dan sosialisasi Pemilu 2024. Ada peningkatan pesentase pengguna hak pilih dari Pemilu 2014 di sekitar 75% ke Pemilu 2019 disekitar 80% tapi juga menyertakan peningkatan surat suara tidak sah (DPR) dari 10.46% menjadi 11.12%. Semoga pada Pemilu 2024, peningkatan pengguna hak pilih menyertakan peningkatan kualitas pemilih karena telah mempunyai panduan melawan hoaks di TikTok. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *