banner 728x250

Pemkab Diingatkan Perhatikan Komoditas yang Alami Kenaikan Harga Tinggi di 10 Wilayah Ini

Mendagri Tito Karnavian (Foto:dok/istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan. Sebab,secara umum, sejumlah harga komoditas, seperti beras dan daging sapi, cenderung stabil. Stok ketersediaan pun aman. Sementara itu, harga cabai merah dan cabai rawit tercatat naik-turun, tapi relatif terkendali.

Hal tersebut ditegaskan Mendagri Titi Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 yang digelar secara hibrida dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin pekan lalu.

banner 325x300

“Pemerintah, baik pusat maupun daerah, perlu mengatasi kenaikan harga telur ayam ras, daging ayam ras, jagung, bawang merah, dan bawang putih,” kata Tito Karnavian dalam siaran pers yang dikutip sinergisatu.com dari laman kemendagri.go.id.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Puji Ismartini mengatakan bahwa 52 % (persen) kabupaten dan kota di Indonesia mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat Mei 2023. Dijelaskan juga bahwa sebagian besar kenaikan IPH terjadi di Pulau Jawa dan Kalimantan.

“Sepuluh kabupaten serta kota yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah Pangandaran, Sigi, Nias, Gunungkidul, Magelang, Cimahi, Grobogan, Balangan, Mukomuko, dan Kulon Progo,”papar  Puji Ismartini.

Berikut Kabupaten (sepuluh) kabupaten serta kota dengan penurunan IPH tertinggi di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Batang Hari (Jambi)
  2. Konawe ( Sulawesi Tenggara)
  3. Tebo (Jambi)
  4. Sungai Penuh (Jambi)
  5. Kerinci (Jambi)
  6. Nagekeo (NTT)
  7. Sarolangun (Jambi)
  8. Aceh Barat Daya (Aceh)
  9. Tapanuli Tengah ( Sumatera Utara)
  10. Sekadau (Kalimantan Barat)

Puji menjelaskan, komoditas yang memberikan andil terhadap kenaikan harga terbesar di Pulau Sumatera adalah daging ayam ras dan bawang putih. Sementara di Pulau Jawa, komoditas yang mendominasi kenaikan harga adalah telur ayam ras, daging ayam ras, dan bawang merah. Menyusul daerah di luar Pulau Jawa dan Sumatera, kenaikan harga didominasi komoditas bawang merah, daging ayam ras, dan beras.

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, bahwa pengendalian harga barang serta inflasi memerlukan kerja sama dan intervensi dari pemerintah pusat, seperti Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan kementerian atau lembaga (K/L) terkait.

Menurut mantan Kapolri itu bahwa lembaga yang dipimpinnya itu berusaha mendorong pemda untuk membantu pedagang, misalnya dengan memberikan subsidi transportasi dari Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Merespon pernyataan Mendagri Tito Karnavian, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Andriko Notosusanto mengatakan bahwa, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dalam peningkatan ketahanan pangan dan gizi.

Adapun kata Andriko, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan serta pembinaan sumber daya manusia (SDM) melalui edukasi, sosialisasi, dan kampanye pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, serta aman.

“Kami juga meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat serta daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi. Kami juga melakukan pertukaran serta pemanfaatan data dan informasi,” tutupnya menimbuh. **

Editor : Tim Redaksi 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *