banner 728x250

Pemda Nagekeo Siapkan Lahan 10 Ha untuk Kemenag

banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM-Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik (Ditjen Bimas Katolik), Suparman Sirait mengundang Penjabat Bupati Nagekeo, Raymundus Nggajo, menjadi narasumber pada kegiatan Rapat Kerja Nasional Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (27/2/2024).

Pada kesempatan tersebut, Raymundus menjelaskan upaya Pemerintah Daerah Nagekeo untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing melalui pembangunan di bidang pendidikan berciri khas Katolik.

banner 325x300

Raymundus mengatakan, Pemda Nagekeo berencana menyediakan lahan hibah seluas 10 hektare (ha) kepada Ditjen Bimas Katolik.

Dijelaskan, pemanfaatan lahan 10 ha yakni untuk pembangunan pendidikan berciri khas Katolik yang terintegrasi dari semua tingkatan (Taman Seminari, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK), dan Perguruan Tinggi Keagamaan Katolik beserta sarana asrama serta rumah ibadah.

“Kami ingin membangun pendidikan terintegrasi. Kami mau bangun sekolah dari TK hingga Perguruan Tinggi dalam satu lokasi. Sekolah itu berciri khas Katolik,” kata Raymundus.

Menurut Penjabat Bupati, pendidikan berciri khas Katolik dimaksudkan untuk menyiapkan generasi gereja yang berkualitas dan berkarakter Katolik.

Raymundus berkisah, pendidikan di Flores telah diletakkan dasar yang kuat oleh para Misionaris masa lalu.

Seiring perkembangan zaman, kisahnya, kualitas pendidikan Katolik Flores mendapat tantangan termasuk tantangan kualitas juga pembiayaan.

“Banyak sekolah Katolik dirintis oleh para misionaris pada masa lalu. Saat ini harus berjuang untuk meningkatkan kualitas di tengah banyak persaingan dan tantangan,” ungkapnya dilansir Katolikku.

Raymundus berkomitmen, Pemda Nagekeo ingin kembali membangkitkan kualitas pendidikan Katolik.

“Ke depan, Pemda Nagekeo akan bergandengan tangan dengan Ditjen Bimas Katolik,” imbuhnya.

Olehkarena itu, Raymundus  berharap adanya dukungan Kemenag melalui Ditjen Bimas Katolik untuk mengintervensi pembangunan sekolah terintegrasi tersebut.

“Pastinya, dukungan dan kerja sama antara Pemda, Kemenag, dan pimpinan gereja setempat sangat diharapkan,” katanya.

Pj. Bupati pun mengaku, selama ini kerja sama Pemda Nagekeo dan Kemenag, dalam hal ini Ditjen Bimas Katolik, berjalan baik.

Hal itu terbukti dari terbangunnya Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) oleh Ditjen Bimas Katolik di Wolosambi, Kecamatan Mauponggo.

“Namun itu belum cukup, karena jumlahnya baru satu. Selain itu, Kemenag juga senantiasa mengalokasikan sejumlah anggaran untuk tunjangan profesi guru agama Katolik,” ujarnya.

“Adapula pemanfaatan tenaga penyuluh agama Katolik (PNS dan Non PNS) di setiap paroki (19 paroki dan 1 kuasi paroki) serta penerimaan tenaga guru agama Katolik dari Kemenag memberikan sumbangan positif bagi penguatan pendidikan di Nagekeo,” pungkasnya.**

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *