banner 728x250

Partai NasDem Usulkan Capres 2024 Sampaikan Visi Misi Kebangsaan di MPR RI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dan Ketua Umum Partai NasDem,Surya Paloh (dok/ist)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA-Partai NasDem mendukung upaya penguatan MPR RI,Dimana salah satunya dalam keterlibatan di MPR RI dalam ajang pemilihan presiden (pilpres).

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh usai menerima menerima kunjungan Silaturahmi Kebangsaan Pimpinan MPR RI dengan pengurus pusat Partai Nasdem, di Nasdem Tower, Kawasan Menteng Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (1/7/2022).

banner 325x300

Surya Paloh mengusulkan kepada Pimpinan MPR agar calon presiden (capres) yang ikut dalam Pilpres 2024 menyampaikan visi dan misi kebangsaan dalam sidang MPR.

“Kami sepakat dengan Pak Surya Paloh. Muara dari penyelenggaraan pemilu bukan untuk memecah belah persatuan bangsa. Narasi-narasi kebangsaan yang mengedepankan kedewasaan sikap politik dan mendorong kedewasaan berdemokrasi seperti ini, selaras dengan apa yang diperjuangkan oleh MPR untuk menjaga iklim politik tetap teduh,” kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo pada kesempatan yang sama.

Bamsoet juga mengapresiasi dukungan NasDem yang menekankan perlunya konsolidasi politik mengembalikan marwah MPR sebagai lembaga tertinggi negara.

Untuk itu, MPR RI akan meminta Badan Pengkajian MPR RI dan Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR membuat kajian guna mengembalikan marwah MPR RI sebagai lembaga tertinggi negara.

“Bang Surya Paloh juga menyoroti perlunya perbaikan kualitas demokrasi Indonesia. Pengalaman pemilu terakhir, polarisasi masih sangat tinggi. Politik identitas terlalu bermain. Sementara masih banyak masyarakat yang belum memiliki kematangan dalam berpolitik. Akibatnya, perpecahan akibat Pemilu atau Pilkada di kalangan masyarakat masih sangat tinggi. Kesadaran berbangsa dan bernegara serta kedewasaan dalam berpolitik mutlak diperlukan saat ini,” Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Sejarah membuktikan, mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas, bukanlah pekerjaan mudah. Bahkan seringkali pemilu menghasilkan residu kontestasi politik, yang berimbas pada polarisasi rakyat, dan dapat memicu lahirnya konflik horisontal.

“Esensi dari kompetisi demokrasi adalah memenangkan hati rakyat, yang bermuara pada kepentingan rakyat. Bukan justru menempatkan rakyat pada kutub-kutub polarisasi yang sarat dengan potensi konflik,” tutupnya.(dese lewuk).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *