banner 728x250

Partai Golkar NTT Sesalkan Aksi Kekerasan Fisik Terhadap Wartawan di Kupang

Yohanes de Ornai, Anggota DPRD NTT Fraksi Golkar (sumber foto : Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

KUPANG,SINERGISATU.COM-Kasus kekerasan terhadap pekerja pers masih saja marak terjadi di negara hukum Indonesia. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat sepanjang tahun 2021 terdapat 43 kasus kekerasan yang berdampak pada wartawan.

Terkini, kasus kekerasan fisik kembali dialami oleh Fabi Latuan, salah seorang Wartawan di Kota Kupang, Ibukota Provinsi Kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (27/4/2022).

banner 325x300

Menanggapi perihal tersebut, Anggota Fraksi Golkar DPRD NTT, Yohanes de Osari, menyesalkan kekerasan terhadap wartawan saudara Fabianus Latuan dari suara flobamora.com itu.

Fabianus dipukul setelah menghadiri jumpa pers yang digelar manajemen PT. Flobamor bersama sejumlah wartawan, Fabianus diundang mengikuti jumpa pers di perusahaan itu.

Politisi Partai Golkar NTT ini menyesalkan, mengutuk dan meminta polisi mengusut tuntas, menangkap pelaku dan otak di balik aksi tersebut.

“Partai Golkar sangat menyesalkan aksi premanisme seperti ini. Aksi main hakim sendiri seperti ini sangat mencederasi profesi wartawan, juga merusak iklim demokrasi di NTT,” kata Yohanes dikutip laman berita mediaindonesiatimur.com.

Yohanes juga meminta aparat kepolisian bekerja profesional menangkap dan mengusut tuntas motif perkara kekerasan fisik atas wartawan tersebut.

“Polisi harus bisa menangkap pelakunya. Aksi ini terjadi di siang bolong, di tengah kota lagi. Di Kantor PT Flobamor pasti ada CCTV, tinggal dibuka saja CCVT nya. Kalau korban melakukan kesalahan dalam pemberitaan, Undang-Undang menyediakan ruang untuk klarifikasi.

“Kalau memang salah sekalipun bisa menempuh jalur hukum juga. Kita ingin agar aksi-aksi seperti ini tidak boleh terjadi. Orang NTT itu pegang media di mana-mana, bahkan juga di media-media nasional. Masa di tanah sendiri terjadi aksi premanisme terhadap wartawan anak tanah sendiri? Kita berharap kejadian ini pertama dan terakhir,” Yohanes berharap. ** timred.

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *