banner 728x250

Papua Termiskin Se-Indonesia 

Ismail Asso, Tokoh Muslim Papua Pegunungan (Dominikus)
banner 120x600
banner 468x60

Oleh: Ismail Asso

MENGAPA rakyat Papua termiskin se- Indonesia? Padahal sumber daya alam Papua paling terkaya didunia, seiring dengan itu rakyat Papua seharusnya kaya raya dimuka bumi bukan? Sebaliknya 5 Propinsi Papua masuk kategori termiskin se-Indonesia seperti diungkap Dosen Universitas Papua Barat (UNIPA), Manukwari, Profesor Dr. Agus Sumule, di http:.//Suara Papua. Com, (22/11/18).

banner 325x300

Disini saya bahas hanya sekilas dan singkat, tanpa kutipan refrensi, kecuali itu, penulisan sepenuhnya mengandalkan ingatan dari berbagai sumber bacaan.
Penulis mau memberitahu atau mencari tahu mengapa penduduk Asli Papua termiskin? Sambil menganalisa sesuai judul seputar mengapa kelima Propinsi Papua yang kaya raya rakyatnya bisa sangat miskin?

Dimiskinkan

Sejak awal dua proklamator Indonesia (Bung Karno dan Bung Hatta) berbeda pendapat soal Papua. Muhammad Hatta (Bung Hatta) menolak Papua dimasukkan dalam NKRI, dengan alasan Papua berbeda dari Nusantara secara etnis, dan Wilayah itu masih primitive, lanjutnya Papua punya masa depan sendiri. Demikian Muhammad Hatta Proklamator Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu beralasan.

Muhammad Hatta sering diungkap Cendekiawan Muslim Indonesia, Nur Cholish Majid (Cak-Nur) dalam berbagai tempat sebagai deretan orang pertama Indonesia yang mengenyam pendidikan modern Barat (Doktornya di Universitas Leyden Belanda) paham demokrasi dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM). Sebaliknya Bung Karno, Papua harus dimasukkan ke Indonesia. Selain ambisi pribadi yang akan diungkap dibawah ini, alasan lainnya Papua bagian dari sisitIm pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Kemerdekaan Indonesia karenanya meliputi seluruh Wilayah dari Sabang sampai Merauke sebagaimana hal itu berlaku saat Hindia Belanda berkuasa selama 300 tahun.
Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia itu jelas terlihat ada ambisi pribadi. Berbeda dari Bung Hatta. Kedua proklamator ini berbeda pendapat soal Papua.
Bung Karno ingin menjadikan Indonesia seperti negara USS (Uni Soviet) dengan USA pada masa, perang dingin.

Persaingan dua ideologi Komunisme (anti Tuhan) dan Kapitalisme merebut pengaruh negara-negara miskin dan terbelakang baru merdeka yang umumnya dikawasan Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Persaingan kedua ideologi mendominasi dunia terbelah Blok Blok Timur Komunis dipimpin Uni Soviet dan Blok Barat beserta sekutunya dipimpin USA (Amerika Serikat).
Hingga hari ini masih eksis dan sekarang dengan Cina (RRC), pasca runtuhnya Uni Soviet, era Presiden, Michael Gorbaceve Tahun 1992.

Bung Karno agaknya mau meniru Uni Soviet yang menyatukan berbagai wilayah bangsa dalam kesatuan Uni Soviet, tapi kemudian terbukti komunisme runtuh, gagal porak-poranda kini tersisa Rusia.

Untuk membangkitkan semangat itu Bung Karno mencari landasan pembenar dengan menghidupkan kembali spirit penyatuan Nusantara oleh Gajah Mada yang pengaruhnya hingga Vietnam dan sebahagian Wilayah Asia Tenggara.

Terbukti disebutkan batas Wilayah bagian Timur hingga didaerah Pulau kecil jazirah Onim (termasuk Wilayah Fak-Fak) Papua besar dikorbankan ambisi Bung Karno digabungkan ke dalam Indonesia melalui Pepera, Tahun 1962.

Sejak saat itu proses pemiskinan dan pembunuhan orang Papua serta perampokan kekayaan alam dimulai sejak ditandatangani Kontrak Karya PT Freeport Mc Moran (kini Freeport Indonesia, PT FI).

PT Freeport Indonesia (Dok/Istimewa)

Sebagai akibatnya rakyat Papua dan kekayaan alamnya menjadi semacam perburuan untuk mendapatkan keuntungan, dibawah pengawasan Indonesia, Amerika Serikat merajalela mengeruk kekayaan Emas, Perak, Tembaga, Uranium, Biji Besi, dan lain-lainnya puluhan tahun hingga saat ini masih berlangsung dengan berbagai alasan pembenar.

Perampokan kekayaan alam dan pembunuhan rakyat Papua semakin tak terkendali hingga pemekaran Propinsi diincar bukan manusia Papua dan pembangunan melainkan pengangkutan kekayaan alam Papua dibawa pergi membangun masyarakat mereka sembari membiarkan rakyat Papua miskin dan tertinggal diatas kekayaan alamnya.

Papua yang nasibnya tak menentu digabung dalam NKRI melalui Trikora. Konfrontasi Belanda dan Indonesia atas Tanah Emas Papua hanya bisa direlai PBB melalui meja perundingan antara Belanda dan Indonesia yang dibantu Amerika.

Perlu dicatat disini bahwa sesungguhnya peran ganda Amerika memberikan dukungan kepada Indonesia atas Papua dari tangan Belanda motivasi utamanya, merampok kekayaan alam Papua melalui PT Freeport Mc.Moren.

Terbukti tahun 1967 kontrak karya PT Freeport ditanda tangani Indonesia dan Amerika tanpa izin pemilik orang Papua sebelum status Papua resmi disahkan oleh PBB tahun 1972 sebagai bagian dari Indonesia.

Tambang Emas raksasa dunia ini, dulu disebut Tembagapura, seakan yang dikeruk hanya tembaga, suatu bentuk penipuan untuk menyesatkan publik agar mengira hanya terdapat tambang Tembaga.

Sudah dikeruk Freeport 1,7 miliar ton, emas Papua habis di 2054. Diprediksi, tahun 2054 cadangan emas dan tembaga di bumi Papua akan habis. (Jubi)

Konfrontasi Indonesia-Belanda

Papua bergabung kedalam NKRI bukan suka-rela dan bukan pula keinginan rakyat Papua melainkan melalui proses panjang. Integrasi Papua tak hanya dialog melalui meja perundingan tapi peperangan, tidak sedikit pasukan Indonesia dan Belanda, rakyat sipil juga pasukan tentara Papua yang berpihak Belanda karena janji memerdekakan Papua berdaulat seperti Papua New Guinea (PNG).

Pepera tak sesuai mekanisme PBB, rakyat Papua menolak. Konfrontasi Belanda dan Indonesia pimpinan Soeharto, Sudomo dan Samratulangi akhirnya jadi tumbal dilautan Fasifik oleh Belanda.

Amerika penolong negara miskin Indonesia yang baru merdeka tahun 1945. Dengan iming-iming bantuan ekonomi dan pinjaman Keuangan serta kerjasama militer. Melalui agen CIA, Amerika turut memberikan andil besar proses penyerahan Papua ketangan Indonesia dari Belanda.

Andil besar Amerika kepada Indonesia dengan tekanan kepada Belanda di forum internasional (PBB) agar pembangunan dan persiapan masa depan Papua dibawah kendali Indonesia yang secara geografis dekat ketimbang Belanda dari Benua Eropa ribuan mil jauhnya.

Presiden Amerika, John F Kennedy berkunjung ke Jakarta, bertemu Presiden Soekarno, Amerika mau jadi penolong Indonesia yang baru merdeka dari sejarah panjang negara terjajah oleh Portugis, Belanda dan Jepang selama 350 tahun terutama untuk mewujudkan ambisi Soekarno menjadi pemimpin berpengaruh dikalangan pemimpin dunia ketiga (Asia, Afrika dan Amerika Latin).

Akal busuk Amerika tak selalu mulus. Bung Karno bukan pemimpin bodoh. Sebagai seorang pemimpin yang berpengaruh Soekarno menjalin hubungan baik tidak saja dengan Amerika sebagai pemimpin Blok Barat tapi dengan Uni Soviet juga mesra sebagai pemimpin Blok Timur Komunis.

Pemilu tahun 1955 membuktikan bahwa pengaruh komunis di Indonesia cukup kuat dengan keluarnya Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai pemenang suara terbanyak ke-3 setelah PNI dan Masyumi (1943).

NU yang bergabung dengan Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) keluar Tahun 1952 dan Partai Masyumi dibubarkan oleh Soekarno tahun 1962. (Http://Id.m. Wikipedia.org).

Kedekatan hubungan Presiden pertama Indonesia itu dengan Uni Soviet menimbulkan ketidaksukaan Amerika. Melalui agen CIA (inteligen) kekuasaan Presiden Soekarno digoyang dengan munculnya pemberontakan Daerah.

Pemberontakan Permesta di Sulawesi dan PRRI di Sumatera sepenuhnya ada peran CIA Amerika untuk menjatuhkan Bung Karno yang dekat dengan Uni Soviet.
Melalui agen CIA, Amerika berusaha mencari figur untuk menjatuhkan Bung Karno yang dianggap dekat dengan ideologi Komunis anti Tuhan (Uni Soviet).

Akhirnya CIA mendekati Mayjend Soeharto dan melalui Surat Perintah Sebelas Maret (supersemar), yang masih misteri keabsahannya itu, proses pengalihan kekuasaan Presiden Soekarno, dimulai.

Kudeta berdarah pembantaian Tujuh (7) Jendral di Lubang Buaya, Jakarta Timur, mengorbankan para Perwira Tinggi Militer loyal pada Presiden Soekarno hanya Ahmad Haris Nasution yang lolos, selamat.

Peran ganda Amerika untuk negara lemah miskin seperti Indonesia yang baru dimerdekakan Jepang secara tehnologi masih terbelakang bisa dipahami.
Papua dibawah Ratu Yuliana dari kerajaan Belanda, tujuan busuk Amerika merampok Emas, Perak, Tembaga, Uranium, Timah, Besi dll tidak mungkin terlaksana.
Belanda tak kalah dengan Amerika untuk mengelola Sumber Daya Alam Papua dibidang pertambangan Emas yang diincar Presiden Amerika, John F Kennedy, yang akhirnya ditembak mati.

Amerika turun tangan dalam konfrontasi bersenjata, perlawanan rakyat Papua yang berharap dimerdekakan Belanda karena dijanjikan Belanda sendiri, terbukti dengan deklarasi kemerdekaan Papua, digagalkan Bung Karno melalui Tri Komando Rakyat (Trikora) di Jogjakarta Tahun 1965, diantaranya: “Bubarkan Negara Boneka Irian Barat Buatan Belanda..” dst.

Berbeda Amerika, Bung Karno, selain kebenciannya kepada Belanda yang menjajah bangsanya selama 300 tahun lebih, motive lain Bung Karno dijelaskan diatas seperti Uni Soviet, kenalkan ideologi Nasionalis, Islam dan Komunis (Nasakom) hasilnya pemberontakan G30S PKI Madiun 1965, nyatanya komunis atheis (anti Tuhan) tak bisa hidup satu kamar dengan Islam yang percaya Tuhan.

Kandungan Emas Papua Terbaik di Dunia (Istimewa)

Motivasi Merampok

Tidak Belanda, Tidak Amerika, motivasi semua bangsa masuk ke Papua tujuan utamanya bukan membangun dan memperkaya rakyat Papua, tapi ingin menguasai kekayaan alam Papua.

Kekeliruan pemahaman atau doktrin keropos yang dinarasikan sebahagian pihak dimedia seolah orang (bangsa) lain datang berniat mau membangun bangsa (orang) lain. Hal itu tidak masuk akal karena selain janggal dan tidak meyakinkan kebenarannya dalam lintasan sejarah peradaban umat manusia paling kuno hingga era paling modern hari ini.

Contoh sederhana selama 300 tahun Belanda di Indonesia, apakah membangun Indonesia dan mensejahterakan rakyat Indonesia? Tidak! Belanda terbukti ratusan tahun hanya mengeruk kekayaan alam Indonesia membawa pergi membuat Eropa makmur.

Demikian kehadiran VOC sebagai serikat dagang jauh dari Eropa Selatan (Portugis dan Spanyol) di Nusantara sebelum Belanda, apakah mau memajukan ekonomi pribumi Nusantara?

Apakah kehadiran semua bangsa asing di Nusantara sebagai cikal bakal negara kita Indonesia bertujuan mencari keuntungan ataukah mau memajukan rakyat pribumi Nusantara sehingga jadi kaya tidak miskin atau sebaliknya miskin bahkan paling miskin?

Spanyol kuasai Amerika Selatan, dari seberang lautan, semata-mata mencari kekayaan. Eropa kuasai Amerika Serikat, Super Power, maju ilmu dan teknologi, Colombus mencari Buah Pala di Maluku nyasar terdampar di Amerika, motivasinya kekayaan pribadi.

Hampir seluruh penaklukan dan penguasaan bangsa atas bangsa lain sepenuhnya mencari kekayaan bukan bertujuan memajukan bangsa yang ditaklukkan.
Turki Ustmani menguasai separuh Eropa abad pertengahan masa kejayaan Islam motivasinya ekonomi, upeti rutin bagi raja. Kehadiran bangsa asing ke suatu wilayah menguasai mustahil memajukan pribumi negeri itu.

Dalam lintasan sejarah peradaban umat manusia sejak zaman, Harappa, antara Sungai Indus India dan Pakistan, zaman penemuan tekhnologi pengairan pertanian Mesopotamia, peradaban Firaun Mesir, hingga era modern ini.

Singkatnya orang pergi merantau keluar, kemanapun pergi, tidak untuk membangun kesejahteraan bagi orang lain. Mustahil Membangun Orang Lain kecuali Membangun Dirinya Sendiri. “Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa kecuali bangsa itu mengubah nasib dirinya sendiri” ( Ar Ro’du: 11).

Penaklukan Indonesia melalui dukungan politik Amerika diforum Internasional PBB motifnya ekonomi, menguasai kekayaan alam Papua, bagi kemakmuran rakyatnya memiskinkan penduduk asli Papua. **

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *