banner 728x250
SOSBUD  

Negeriku : Sapi Perah Yang Sedang Merintih

P.Fritz Meko,SVD
banner 120x600
banner 468x60

OLeh : P. Fridz Meko,SVD, Bengkel Nurani, 8 April 2024

DARI sudut kampung ini, kupandang negeriku seperti seekor sapi tambun sedang merumput
Ia melangkah keliling mengendus rerumputan hijau di padang dan lembah
Sambil merelakan susunya diperah anak-anak negeri untuk kesejahteraan hidup mereka

banner 325x300

Ternyata sapinya sudah berusia 78 tahun
Jalannya tertatih dan air susunya makin surut
Anak-anak negeri yang sejahtera oleh susunya, bertumbuh jalang dan garang
Mereka berseteru dan saling menghojat
Merebut air susu yang tidak lagi melimpah

Anak negeri ini, seperti para perampok yang berjanji untuk membangun kandang berpagar emas. Tapi mereka berbohong
Mereka telah menjadi jongos untuk seleranya yang meluap-luap
Ingin kaya seketika dengan mencambuk sapinya yang semakin ringkih

Mereka sudah melupakan leluhur yang telah membesarkan, merawat, membangun kandang yang indah dan kokoh bagi sapinya
Sepanjang tujuh puluh delapan tahun, sapi ini bertahan hidup dan memberikan susunya untuk diperah

Entah mengapa, anak-anak negeri semakin bertumbuh garang, seakan sudah bosan dan ingin membunuh sapinya dengan pedang politik yang disarungkan dalam pedang kepentingan diri, dengan ketamakan yang meluap-luap

Anak negeri telah berdiri jauh sekali dari pilar etika, moral, spiritual yang dijunjung tinggi sejak leluhur
Mereka tahu etika, tapi semakin liar berperilaku
Mereka tahu moral, tapi semakin kelam nuraninya
Mereka tahu spiritual, tapi sepertinya ingin membunuh Tuhan dalam seketika

Mereka tidak mendengar dan menghargai sang penjaga pintu kandang
Mereka mengejek, menghojat dan menudingnya sebagai pencuri susu untuk kepentingan dirinya

Entah mereka mengharapkan penjaga pintu seperti apa
Soalnya sudah tujuh penjaga pintu kandang yang selalu mereka hujat, ejek, tuding dan persalahkan dengan setumpuk alasan yang hanya cocok buat iblis penjaga gua.**

*) Penulis adalah seorang rohaniwan katolik,tinggal di Surabaya.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *