banner 728x250

Muhammad Misbakhun : Inflasi Rendah, Pertumbuhan Ekonomi Stagnan Selama 10 Tahun

Muhammad Misbakhun
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta-Pertumbuhan ekonomi saat masa kampanye di 2014 sebesar 7 persen. Bahkan, dalam RPJMN 2020-2024 tertuang pula target pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 6,0-6,2 persen pada akhir tahun 2024. Hal itu disampikan oleh anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang dinilai mengalami stagnasi di kisaran 5 persen selama 10 tahun.

“Tetapi harus diingat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia itu juga tergantung pertumbuhan ekonomi global, yang tergantung pada bagaimana situasi geopolitik, situasi apakah kondusif untuk memberikan daya tekan terhadap pertumbuhan ekonomi global,” kata Misbakhun  Jumat (18/8/2023).

banner 325x300

Dijelaskan, meski Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi 7 persen namun jika pertumbuhan ekonomi global tidak mendukung, maka target tersebut tidak akan tercapai.  Misbakhun lantas menekankan, bahwa memang pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa mencapai 6 persen tetapi nilai inflasi bisa ditekan sampai jauh di bawah 3 persen.

“Ingat, kalau dibandingkan dengan zaman SBY pertumbuhan 7 persen tapi inflasinya 8 persen. Artinya, pertumbuhan ekonomi digerus 8 persen, artinya sudah minus. Tetapi sekarang pertumbuhan ekonomi (5 persen) tapi inflasinya 2,5 persen (atau) di bawah 3 persen. Artinya daya beli masyarakat atau purchasing power parity masyarakat masih terjaga.  Ada surplusnya,” imbuhnya.

Lanjut anggota Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini bahwa untuk mengukur pertumbuhan ekonomi tidak semata-mata melihat angka. Misbakhun mengingatkan masih ada faktor-faktor lain yang harus diperhatikan seperti inflasi hingga situasi global.

“Ada komponen (lain dari) pertumbuhan ekonomi, seperti komponen inflasi, komponen daya beli, komponen gini rasio, situasi global itu yang harus kita perhatikan. Jadi itu bukan suatu hal yang given,” ujar legislator dapil Jawa Timur II itu.

Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam rentang 2014 – 2019 berada di atas 5 persen, namun masih di bawah 5,1 persen, sebelum akhirnya terkontraksi 2,07 persen di tahun 2020. Pertumbuhan kembali mengalami tren positif di tahun 2021 dengan capaian 3,69 persen dan naik menjadi 5,3 persen di tahun 2022.

Editor : dese lewuk.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *