banner 728x250

Menunggu Poros “Dji Sam Soe” di Pilpres 2024

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA-Perhelatan politik di ajang pemilu 2024 mulai menumjikan titik terang. Menariknya muncul koalisi poros baru yang dinamakan “Dji Sam Soe”

Adapun, nama bakal calon presiden RI yang sudah muncul ke publik saat ini adalah Ganjar Pranowo yang diusung PDIP-PPP, Anies Baswedan didukung koalisi NasDem-Demokrat-PKS, dan Prabowo Subianto yang telah dideklarasikan poros Gerindra-PKB. Meski demikian, perkembangannya muncul kemungkinan poros baru.

banner 325x300

Dilansir detikcom, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkap adanya wacana poros keempat yang ia sebut sebagai ‘dji sam soe’. Ia mengaku, sudah menjalin komunikasi dengan semua partai politik, termasuk PDIP, PAN, hingga PKB.

Lalu, muncul pula wacana meleburkan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang beranggotakan Gerindra- PKB dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, PAN, dan PPP. Tapi, dalam skema peleburan ini, PPP akan dikesampingkan karena sudah menjalin hubungan dengan PDIP.

Walau demikian, khusus untuk kemungkinan munculnya poros keempat ini, disampaikan oleh Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini. Poros keempat itu datangnya dari partai-partai kuat yang ada di RI seperti Golkar dan juga PAN.

Ketimbang  mengekor dengan partai-partai yang telah mengusung calon presidennya sendiri, maka kedua partai tersebut bisa menciptakan poros sendiri karena memiliki rekam jejak yang kuat dalam pemerintahan maupun parlemen.

Menurut Didik, peta politik yang berkembang saat ini juga semakin memperuncing potensi bubarnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), sehingga kedua partai yang pernah bersinar itu berpotensi memperkuat posisi dan elektabilitasnya sendiri.

“Momentum transisi ini sangat berpeluang besar bagi Golkar, dan PAN untuk membuat membuat poros ke-4 demi memperkuat ketahanan partai,” ujar Didik melalui keterangan tertulis, dikutip Sabtu (17/6/2023).

Dia menilai, jika dua partai yang masih stabil itu terus mengekor saja hingga 2024, maka tidak akan mendapat tambahan suara, kecuali dapat jatah menteri kemudian hari, itu pun jika presiden yang mereka calonkan menang.

“Ini merupakan peluang untuk berkiprah mengusung pasangan sendiri sehingga bisa membuat peta politik baru menjadi 4 pasangan dan koalisi baru Golkar-PAN cukup untuk mengusungnya,” ujarnya.

Lanjutnya, jika Golkar mengusung Airlangga Hartarto sebagai calon presiden, maka dinamika partainya akan hidup selama pilpres daripada mengusung kader partai lain. Sementara, wakil dari kader PAN bisa bergabung dengan partai Golkar.

“Apalagi jika Golkar berhitung matematis votes secara strategis mengusung kader barunya, Ridwan Kamil, sebagai calon presiden, maka suara jawa barat akan disapu bersih. Golkar akan mendapat manfaat besar dalam demokrasi terbuka ini,” kelasnya. k

Didik pun mengingatkan, koalisi yang lebih tersebar menghindari dominasi kekuasaan yang otoriter seperti saat ini. Koalisi 82 persen di parlemen menyebabkan demokrasi terancam dengan wajah pemerintah dan aparat yang sudah otoriter.

Adapun, strategi koalisi pilpres seperti ini dengan poros baru ke-4 akan menyebabkan pilpres bakal menjadi dua tahap atau masuk ke perputaran kedua. Dua pasangan akan lanjut, partai-partai yang kalah berada di posisi ketiga dan keempat akan berhitung lagi dengan pembentukan koalisi baru.

“Golkar dan PAN tidak akan kehilangan kesempatan berkiprah pada putaran kedua ini. Jadi, inisiatif poros keempat bisa dikatakan rasional dilihat dari kepentingan partai-partai yang terus bersaing satu sama lain,” tutupnya. *

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *