banner 728x250

Mengapa Wapres Batal Hadiri  Peletakan Batu Pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan ?

Ismail Asso, Tokoh Muslim Papua Pegunungan
banner 120x600
banner 468x60

Oleh Ismail Asso

MASYARAKAT Welesi saat ini berada pada tingkat kebingungan sangat mendalam mengapa bisa? Mendadak! Wapres RI batal melakukan peletakan Batu pertama pembangunan kantor Gubernur Propinsi Papua Pegunungan di Welesi?

banner 325x300

Rahasia dari rahasia itu sesungguhnya ada didalam saku celana orang Welesi sendiri. Tapi mereka tak mencari tahu.

Semua orang sibuk dengan tujuan dan motivasinya sendiri-sendiri, bukan berdasarakan hukum Adat Lembah Balim, bila bicara soal Tanah.

Perolehan wilayah kekuasaan dan tanah prosesnya ada dua, yakni:

1. Tanah keramat atau pelintasan leluhur disimbolkan dengan batas sungai dan gunung, batu dan pohon tumbuh disitu.

2. Perolehan melalui perluasan Wilayaj melalui perang suku.

Bicara soal Tanah Hibah ke negara lokasi di Ilyoagec Ima Welesi tak lepas dari dua hal ini.

Siapa pemilik Tanah paling bawah sebagai tanah keramat belas pelintasan nenek lo tanah siapa disitu sebagai pemilik sah sesungguhnya, Marga apa? Honai mana? Masuk dalam konfederasi perang suku didalam suku apa? Ini yang pertama.

Kedua, Tugi Mugu, secara umum Wilayah Welesi luas dan ada lima Suku. Kelima suku dalam perang suku bahu membahu saling dukung mendukung berperang mempertahankan Wilayah dan merebut Wilayah didalamnya disitu ada Tanah, lahan kebun dan kini mau dijadikan sebagai lokasi pembangunan Kantor Gubernur Propindi DOB Papua Pegunungan.

Mengapa masalah jadi panjang? Untuk mencari tahu perlu diberikan stimulus sebagai pintu masuk untuk mengkaji kembali tatanan hukum Adat Lembah perlu saya memberikan catatan ini sebagai dasar pijakan untuk kita semua berfikir secara mendalam apa yang salah selama ini perlu dicari tahu penyebabnya.

Lima kepala suku Welesi wajib meletakkan dasar persoalan pada budaya hukum adat yang sesungguhnya. Siapa yang bicara siapa yang diberi mandat Wilayah adat dengan Wilayah itu sebagai batas Wilayah perang.

Tugi Mugi ada dimana? Siapa yang berhak bicara disitu?

Lima Kepala Suku Welesi harus duduk bersama mencapai masalah dan sesungguhnya “Tugi Mugu”, O Honai Ki Werek?

Atas nama. kepala Wilayah Silahkan Bapak Kepala Suku Yohanes Yelipele bicara, atas atas dasar “Wenj Oak Owa sa ane usak meke?”

Bagian ini belum clear maka kita semua disini banyak bicara diatas dasar kepropos tanpa fondasi dasar kokoh akan rubuh, tidak kuat malah batal hanya melahirkan kebingungan -kebingungan lain.**

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *