banner 728x250
OPINI  

Linguistik Etimologi Dialek Krowe Sikka di Kabupaten Sikka

banner 120x600
banner 468x60

Oleh : Eliseus Warre

ANTARA Krowe dan dialek Sika, lafal Krowe terkesan kasar namun menunjukkan identitas ketegasan dalam komunikasi antar masyarakat Krowe (Krowe WAI Bola) sedangkan Sika (Sika Dua Goit) terkesan gemulai seper senak namun mempunyai artikulasi yang idem.

banner 325x300

Dalam sejarah sebenarnya Puak (asli) orang Sika tinggal di sebuah perbukitan di dekat Hokor namun terjadi perkelahian antar kampung/ kepala suku menyebabkan terusirnya mereka dari penduduk Hokor. Lalu mereka mendapatkan julukan (Sika) artinya terhalau sinonim dengan terusir lalu mereka menduduki daerah pesisir selatan dekat Lela sekarang yg disebut Sika Natar gun.Peselisihan antar kampung ini konon mereka memperebutkan perigi air asing yang mereka timba.

Namun seandainya benar Kata Sika berasal dari Bahasa Romawi Portugis maka berasal dari kata _Siccus_ yg berarti sangat tandus dan kering kerontang/tidak ada air dan tidak subur dalam arti harfiah.

Namun oleh E.F Kleian nama Sika (Siccus) bisa berarti miskin Jadi ada kemungkinan lain bahwa nama Sika bisa diartikan terhalau/menghalau  sedangkan Adriaen Van de Velde dalam suratnya Mei 1644 sebagai mana dilaporkan oleh CCFM Leroux,Sika Sika diberitakan dengan nama Chicka di samping Badjo yang dikenakan dengan nama Baiou demikian beberapa Hypotesa asal muasal nama Sika.

Juga nama Krowe butuh penelaahan serius.Secara Etimologi lain lagi sebab berasal dari nama seorang wanita purba (Krowe Wai Bola).

Tidak mustahil juga bahwa istilah Krowe diturunkan dari yg jika diselaraskan dengan cluster kelompok bahasa Kowe Djawa menjadikan kata Kloung menjadi Kroung.Istila Kloung artinya lafal bicara (pronunciation) alunan suara keras tegas dan tidak lepas.Lalu disebut Ata Kloung atau Ata Kroung nama inilah yg disebut Ata Krowe.

Masing masing memberikan mama dimana orang Sika mengatakan Ata Krowe Kroung Krenga sedangkan orang Krowe menyebutkan Ata Sika Senak Sanak

Catatan:

Idialeg adalah Keseluruhan ujaran .perseorangan di sebuah wilayah. Kesimpulan sesungguhnya Kabupaten Sikka saat ini menggunakan bahasa Krowe dan bukanlah bahasa Sika, Flores,NTT.

Sebab ditinjau dari asal muasal turun temurun Suku yg mendiami Nuha Ular Tana Loran maka dikenal dengan istilah bekor blirat (manusia muncul atau keluar dari dalam tanah). Bahwa, keyakinan bangsa Yunani mereka yakin manusia keluar dari tanah seperti halnya filosofi Moan Teka mengungkapkan dirinya keluar dari tana yg dia sebut Au Tekaiku Tawa Tana.

Suku asli Maumere diyakini adalah Suku KANGAE yang berbahasa Krowe bukan bahasa Sika (idialeg Sika)
Sika bukan nama Suku tapi nama sebuah Perkampungan di Selatan Maumere wilayah Kecamata Lela.

Ata bekor blirat artinya manusia itu keluar dari dalam tanah dengan kekuatan magic religius sepertinya mereka yg dikenal bekor blirat adalah:

1.Gunian
2.Raga
3.Ria
4.Tekaiku

Baca syairnya
Pra ia Ria
Soso ia Ama Raga
Ria amat guneng
Raga wali roin loran
Tekaiku tawa tana
Damar Djawa Daan dadin

KANGAE karang Djawa
Natar Arat Jong Sina
Neng lale Meken Detun
Blira lala Wolo Laru

The Tekaiku Centre
*Pusat Penelitian dan Pengkajian Budaya dan Kearifan Lokal.

*) Penulis adalah Pengamat Sosial | Budaya | Antropologi | dan Politik Antar Bangsa. 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *