banner 728x250

Lewat Pleidoi, Stefanus Roy Rening Bakal Lawan atas Tuntutan 5 Tahun Penjara

Dr.Stefanus Roy Rening,S.H.,M.H, didampingi Tim Kuasa Hukum dalam Persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat dalam Perkara Dugaan Merintangi Penyidik KPK ( Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Advokat senior yang juga mantan pencara Gubernur Lukas Enembe (alm), Dr. Stefanus Roy Rening,S.H.,M.H, dituntut 5 tahun penjara atas dugaan merintangi penyidikan KPK terkait kasus korupsi Lukas.

Adapun tuntutan tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua Rianto Adam Pontoh dalam sidang pembacaan tuntutan di PN Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (17/1/2024).

banner 325x300

“Setelah mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum, saya sebagai Terdakwa akan menyampaikan sendiri pleidoi saya secara pribadi dan nanti tim penasihat hukum saya juga punya pleidoi sendiri,” kata Roy Rening, dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat.

“Sidang dinyatakan selesai dan akan dilanjutkan kembali hari Rabu depan tanggal 24 Januari 2024,” kata hakim ketua Rianto Adam Pontoh.

Dituntut 5 Tahun Penjara dan denda Rp150 juta

Dalam sidang tuntutan tersebut Jaksa mengatakan bahwa terdakwa Stefanus Roy Rening terbukti bersalah merintangi penyidikan KPK di kasus korupsi Lukas.

“Menyatakan Terdakwa Stefanus Roy Rening telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan tunggal,” ujar jaksa saat membacakan tuntutan di PN Tipikor Jakarta, Rabu (17/1/2024).

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Stefanus Roy Rening dengan pidana penjara selama 5 tahun,” kata nya dalam pembacaan tuntutan tersebut.

Berdasarkan surat dakwaan, Stafanus Roy Rening disebut sengaja melakukan perbuatan yang bertujuan mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan terhadap Lukas Enembe yang saat itu berstatus tersangka ataupun para saksi dalam perkara korupsi tersebut. Jaksa KPK mengatakan, Roy Rening memberi arahan kepada Direktur PT Tabi Bangun Papua, Rijatono Lakka dalam memberikan keterangan kepada Penyidik KPK.

Selain pidana badan, mantan pengacara Lukas Enembe itu juga dijatuhi pidana denda sejumlah Rp 150 juta subsider empat bulan kurungan.
“Menetapkan lamanya masa penahanan terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” kata Jaksa KPK.

Tuntutan Memberatkan dan Meringankan

Dalam membacakan tuntutan terhadap terdakwa Stefanus Roy Rening, Jaksa mengatakan hal yang memberatkan.

Hal yang memberatkan dalam tuntutan adalah Roy tak mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Kemudian, Roy Rening juga berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

“Terdakwa berbelit-belit sehingga mempersulit pembuktian,” ujar jaksa.

Sedangkan hal yang meringankan tuntutan ialah Stefanus Roy Rening belum pernah dihukum. Selain itu, kata Jaksa, bahwa Roy Rening tak menikmati hasil tindak pidana.

“Hal-hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa memiliki tanggungan keluarga, terdakwa tidak memperoleh atau tidak menikmati hasil tindak pidana,” kata Jaksa.

Jaksa penuntut meyakini terdakwa Stefanus Roy Rening telah melanggar Pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. **

Editor : Dese Dominikus.

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *