banner 728x250

KOMPAK Indonesia Soroti Lambannya Proses Hukum Terhadap Ketua KPK

Gabriel Goa,Ketua KOMPAK Indonesia (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK Indonesia) menilai proses hukum terhadap Ketua KPK RI, FB terlalu lamban. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KOMPAK Indonesia,Gabriel Goa dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Jakarta,Senin (16/10/2023).

“Kebanyakan konferensi pers dan lambannya pihak Polda Metrojaya memanggil dan memeriksa FB,Ketua KPK RI terkait perkara dugaan pemerasan terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL). Beliau sudah ditangkap dan ditahan oleh KPK RI. Dalam kasus korupsi wajib hukumnya disuarakan keras dan dikawal ketat Komisi III DPR RI,penggiat hukum,Hak Asasi Manusia (HAM), penggiat anti korupsi,tokoh agama dan Pers,” kata Gabriel Goa.

banner 325x300

Menurut Gabriel, hal ini sangat penting agar ada kepastian hukum dan penghormatan harkat dan martabat seseorang jangan sampai digoreng ke arah politik hukum bukan penegakan hukum an sich.

Terpanggil nurani demi tegaknya hukum dan penghormatan Ham maka kami dari Lembaga Hukum dan Ham PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) bekerjasama dengan KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia) menyatakan sebagai berikut:

Pertama,meminta Kapolri mendesak Kapolda Metrojaya segera panggil dan periksa FB,Ketua KPK RI minggu ini biar ada kepastian hukum agar tidak terkesan di publik bahwa hukum menajam ke bawah(wong tjilik) dan menumpul ke atas(kaum kuat kuasa dan modal.

Kedua,mendesak Komisi III DPR RI melakukan pengawasan terhadap proses hukum yang sedang dijalankan Polda Metrojaya agar segera memberikan kepastian hukum dan terpenuhinya rasa Keadilan masyarakat.

Ketiga,mendukung total SYL menjadi Justice Collaborator dengan meminta perlindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

Keempat,mendukung total para Saksi yang sudah dipanggil dan.diperiksa Polda Metrojaya untuk meminta perlindungan LPSK agar terungkap Auktor Intelektual yang melakukan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian SYL. ** Sipres.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *