banner 728x250

Komisi V DPR RI Minta Evaluasi Berkala pada Pelayanan Jasa Aplikasi Ojol

Ilustrasi Aplikasi Ojek Online (OJOL)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA-Pemerintah dianjurkan  melakukan evaluasi berkala terhadap penerapan aturan baru kenaikan tarif ojek online (ojol). Khususnya mengenai kualitas pelayanan yang diberikan pemberi jasa dan tanggung jawab perusahaan aplikasi ojek online. Hal tersebut perlu diperhatikan dei kesejahteraan pengemudi OJOL. .

“Kesejahteraan para mitra pengemudi ojek online juga harus menjadi komponen yang dievaluasi. Jangan sampai kenaikan biaya itu hanya menguntungkan perusahaan aplikasi, tapi hanya ada sedikit tambahan pemasukan untuk para pengemudi,” kata Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus dalam siaran pers diterima awak media di Parlemen, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

banner 325x300

Untk itu Lasarus meminta perusahaan aplikasi ojek online konsisten menerapkan program jaminan kesejahteraan para mitra pengemudi untuk jangka panjang. Bukan hanya jaminan keselamatan bekerja, tapi juga jaminan kesehatan dan kesejahteraan manakala mitra pengemudi sudah tidak lagi produktif bekerja.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus (dok.Istimewa)

“Perusahaan aplikasi ojek online wajib memikirkan kesinambungan kesejahteraan para pengemudi kendaraan online di masa senjanya. Harus dipersiapkan sejak dini,” tegasnya.

Oleh itu, Komisi V DPR RI yang membidangi urusan Transportasi itu mengapresiasi perusahaan aplikasi ojek online yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam program manfaat Jaminan Kecelakaan Kejra (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi mitra pengemudi. “Sosialisasikan terus menerus agar mitra pengemudi dapat memanfaatkan program BPJS Ketenagakerjaan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Lasarus menambahkan, pengusaha aplikasi ojek online pun harus lebih memperhatikan layanan kesehatan bagi mitra pengemudi.

“Saya melihat program BPJS Kesehatan untuk mitra pengemudi belum maksimal. Padahal profesi pengemudi cukup renta karena banyak berada di jalanan. Jadi program layanan kesehatan harus lebih dioptimalkan,”tutup politikus PDI Perjuangan itu **

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *