banner 728x250

Kominfo : Delapan Daerah Siap Awali Migrasi Siaran TV Digital

Menteri Kominfo Johnny G Plate didampingi Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong dalam Konferensi Pers tentang Delapan Daerah Siap Awali Migrasi Siaran TV Digital. (foto: Humas Kemenkominfo)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.Com-Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika secara resmi menghentikan siaran TV analog dan beralih ke TV digital per tanggal 30 April 2022. Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate dalam siaran pers diterima wartawan Sabtu (30/4/2022).

Menkoinfo mengatakan bahwa, 8 (delapan) daerah siap mengawali migrasi siaran televisi (TV) analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) Tahap I, Sabtu (30/4/2022) pukul 24.00 WIB.

banner 325x300

Adapun, delapan daerah itu terdiri dari wilayah siaran Provinsi Riau IV, meliputi Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Meranti; wilayah siaran Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Malaka; serta wilayah siaran Papua Barat yang mencakup Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Lalu, bagaimana tanggapan bahkan testimoni terkait tahap pertama migrasi siaran tv analog ke tv digital dari delapan daerah tersebut? Berikut adalah pernyataan dari Kepala-Kepala Dinas Kominfo di delapan daerah dan warga masyarakat yang menerima bantuan Set Top Box (STB) gratis tersebut, dihimpun kominfo.

Amos Kareth, Kepala Dinas Kominfo Kota Sorong, Provinsi Papua Barat saat dihubungi Kementerian Kominfo Pusat, mengatakan bahwa daerahnya telah siap menghentikan secara permanen siaran analog, untuk kemudian beralih ke siaran digital.

“Masyarakat Kota Sorong siap mengikuti apa yang ditetapkan pemerintah, menjadi daerah pertama yang melaksanakan ASO,” kata Amos, Sabtu (30/4/2022).

Sejauh ini, kata dia, distribusi perangkat Set Top Box (STB) berlangsung lancar dan tidak ada masalah.
“Distribusi dilakukan oleh Kantor Pos berkoordinasi dengan Dinas Kominfo Kota Sorong,” ujar Amos.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur Aba Maulaka menilai, penghentian secara permanen siaran televisi analog tersebut sebagai langkah yang tepat.

“Selama ini kita mau nonton tayangan pertandingan bola, gambar di TV ada pasirnya, serta hilang muncul. Saat ini negara hadir untuk membuat siaran yang tidak bagus menjadi bagus,” bebernya.

Menteri Kominfo,Johnny G Plate dalam keterangan persnya mengatakan, sesuai jadwal yang telah ditentukan, pada tahap I, siaran TV analog di 56 wilayah siaran yang terdiri dari 166 Kabupaten/kota, akan dihentikan dan dialihkan ke siaran TV digital.

“Penghentian tetap layanan siaran analog akan dimulai pada 30 April 2022 jam 24.00 WIB. Kepada masyarakat yang belum mempunyai TV siaran digital diharapkan memasang set top box (STB) agar bisa menerima siaran digital,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate dalam Konferensi Pers Kick Off Analog Switch Off Tahap I di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (29/4/2022).

Ia mengimbau, bagi keluarga miskin, pemerintah bersama dengan penyelenggara multiplex (MUX), yaitu LPP TVRI dan enam Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), yakni MNC Grup, Media Grup, SCM grup, Viva Grup, Trans Media Grup, RTV grup, dan Nusantara TV, menyediakan dan membagikan STB gratis.

Menkominfo Johnny menegaskan, dibantu LPP dan LPS penyelenggara MUX tersebut, pihaknya akan berkoordinasi intens dengan petugas koordinasi lapangan dalam mengawasi distribusi STB tersebut agar benar-benar peruntukkannya untuk keluarga miskin.

“Selanjutnya, satgas akan mengawasi seluruh siaran TV analog dan mengawali siaran tv digital penuh di Indonesia,” pungkasnya.

Soal bantuan STB bagi keluarga miskin, Lea Henderika Kasjok, warga Jalan Tj Rimoni, Kelurahan Klabulu, Sorong, Papua mengaku senang menerima bantuan STB untuk dapat mengakses siaran TV digital.

“Saya senang, bersyukur karena telah diberikan bantuan oleh pemerintah dan Pos Indonesia. Selama ini kami tidak bisa lihat siaran televisi,” ujarnya.

Selain menerima STB, Lea juga dibantu oleh petugas Kantor Pos untuk pemasangan STB. “Proses pemasangan alat dibantu oleh petugas Kantor Pos. Mereka datang ke rumah. Mereka sabar dan luar biasa,” kata Lea.

Sedangkan salah seorang warga di Kabupaten Malaka, NTT yang juga menerima bantuan STB gratis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Kominfo sudah memberi kami receiver ini. Semoga Tuhan memberkati,” ujarnya bersyukur.

Adapun keluarga miskin yang mendapatkan bantuan STB adalah yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial dengan kriteria memiliki perangkat TV analog, menikmati siaran TV terestrial, dan lokasi rumahnya berada pada cakupan wilayah layanan siaran TV digital. Satu rumah tangga miskin hanya berhak menerima satu bantuan STB.

Terkait bantuan Set Top Box (STB) Menkominfo Johnny G Plate memastikan, bahwa seluruh infrastruktur MUX di seluruh wilayah terdampak ASO tahap I, telah selesai dibangun.

“Untuk (ASO) tahap I, infrastruktur multiplex di 166 Kabupaten Kota telah selesai dibangun dan siap digunakan,” katanya.

Sedangkan untuk ASO tahap II dan III, dikatakannya masih perlu dibangun 32 infrastruktur multiplex lagi, yang tugasnya diambil alih oleh Kementerian Kominfo dan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.

“Total perlu dibagun 32 infrastruktur multiplex untuk program ASO tahap II dan Tahap III. Kami dapat sampaikan bahwa akan siap ASO tahap 2 dan siaran digital penuh pada 2 November 2022,” katanya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut terkait ASO, dapat menghubungi Kominfo melalui media sosial Siaran Digital Indonesia dan layanan call center 159 dan atau alamat kontak di https://infopublik.id. ** (SS-01).

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *