banner 728x250

Kisah Ibu Tjong Li Mi, Si “Batu Kali Menjadi Berlian”, Sukses di Bisnis Atomy

Tjong Li Mi (SRM), Si Batu Kali Menjadi Berlian (Foto: You Tube)
banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM-“Bersandarlah pada Batu yang ditolak sebagai landasan Anda. Dan,pandanglah dia sebagai batu penjuru yang menjadi dasar setiap hari esok dibangun.”
Adalah Tjong Li Mi (SRM) seorang wanita pebisnis sukses yang lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana bahkan miskin. Tak mengenyam pendidikan sejak usia 9 tahun karena harus menggantikan peran seorang ayah mencari nafkah,pernah ia jalani.

Masuk desa keluar desa dengan menenteng sayur mayur yang akan ditukarkan dengan sebungkus obat dan ikan asin, bahkan hingga mendapatkan uang tiga puluh ribu rupiah, namun uang hasil peluh keringatnya itu tak mampu selamatkan nayawa sang ayah yang direnggut penyakit tumor kanker pada perut sang ayah tercinta. Menangis bersibaku namun tak mampu membangkitkan tubuh sang ayah terbujur kaku.

banner 325x300

Itulah kisah hidup si Batu Kali Menjadi Berlian yang tak lain adalah Bunda Tjong Li Mi,seorang wanita bertangan dirngin dalam berbisnis.

Dikenal dengan sebutan ” Si Batu Kali Menjadi Berlian”. Nama ini kian akrab setelah dirinya masuk dalam sebuah sistem bisnis Atomy,sebuah perusahan yang mengembangkan sistim jejaring menyebar hampir di seluruh dunia,teramsuk Indonesia.

Pagi itu, dalam sebuah ruang gedung dengan ribuan kursi terisi oleh audince yang tak lain adalah para bisnismen. Seorang perempaun paroh baya mengenakan baju terusan berwana merah, dengan bleser hitam, sebuah kalung terurai di lehernya,dan anting anting bercorak hitam-merah di telinganya.

“Hari ini,saya tidak pernah bermimpi Si Batu Kali sudah mulai bersianr di atas panggung yang megah ini, ditonton oleh ribuan orang. Terima kasih Atommy Indonesia, yang telah menciptakan alat Atomy sehingga bisa mengasah si Batu Kali menjadi Berlian dan yakin,tidak ada satupun di dunia ini yang tidak melihat kilauan berliannya,” ujar Bu Tjang Li Mi membakar semangat para audiense yang mayoritas kaum ibu-ibu dari berbagai jenjang usia pagi itu.

“Dan semua di sini berhak untuk menjadi milioner,setujuh ? Yakin dengan Atomy? Yakin,jawab audience, ini luar biasa,timpal Tjong Li Mi. Adakah yang tau asal usul siapa sebenarna si batu kali ini?” sambung Ibu Tjang Li Mi pada peserta presentasi yang dibawakan pagi itu.

Si Batu Kali Menjadi Berlian itu melanjutkan kisah hidupnya dengan deraian air mata dan suara serag.

Tjong Li Mi (SRM), Si Batu Kali Menjadi Berlian (Foto: You Tube)

“Dulu,di sebuah desa terpencil, ada seorang bocah yang baru umur 9 tahun yang harus menggantikan seorang ayah mencari nafkah,” kisanya.

Memang benar, di umur 9 tahun, apa sih yang bisa dilakukan oleh seorang bocah selain harus mengemis belas kasih, dengan menenteng-nenteng sayur mayur dari satu desa ke satu desa untuk menukarkan satu bungkus obat untuk menahan rasa sakitnya sang ayah dan sepotong ikan asin.

“Saya harus menggantikan sang ayah mencari nafkah, lalu apakah si batu kali itu berpendidikan. Tentu tidak saudara-sadaraku, Saat usia 11 tahun tumor yang diderita sang ayah kian membesar,” kisahnya.

“Ya, si Batu Kali pun harus bekerja lebih keras. Harus turun gunung dari desa ke kota, dan sampai door to door bersujud mencari 30 ribu rupiah untuk menyelamatkan sang ayah. Tapi takdir berkata lain,. Begitu uang dapat (ada di tangan), tumor di perut sang ayah pun meledak,” tuturnya mengurai air mata.

Sang ayahpun memegang erat tangan mungil si batu kali , suaranya semakin jauh…sambil berkata ” anak ku, puteri ku, jika nanti kamu sudah besar, engkau harus menjadi sumur,dan jangan takut miskin harta,yang penting jangan miskin kejujuran dan keimanan.”kenang Bunda Ami (Tjong Li Mi) dalam video you tube yang telah ditontong ribuan orang itu.

“Lalu, siapakah si batu kali itu? Ini (saya) adalah si batu kali itu,namanya Tjong Li Mi, yang kini berada di hadapan anda saat ini,” sebut nya disambut riuh aplous pagi itu.

Namun,perubahan jaman sudah menghentikan impian saya untuk membuka 100 cabang di seluruh Indoneia yang ingin membukakan lapangan kerja,sebanyak-banyaknya yang senasib dengan saya. Karena Anda tau tadi si Batu Kali berumur 9 tahun sudah menjadi pengemis,pemunlung rezeki bagi keluarga,bagi kesehatan sang ayah. Apakah jaman sekarang begitu gampang untuk mencari pekerjaan? Tidak.

“Tapi, ini luar biasa. Seiring perubahan jaman, saat bisnis saya turun 50% omsetnya, pada tahun 2017 saya menutup 70% bisnis saya. Singkat cerita pada 2019 adalah tahun yang paling buruk karena saat itu kesehatan saya terus menurun bahkan berbicarapun susah. Kaki kanan saya sudah tidak bisa ditekuk,tapi sekarang saya sudah bisa berlari. Berkat apa? Sekarang Tuhan sudah mengirimkan dan memperkenalkan saya dengan Amtomy,maka sayapun memutuskan bahwa dokter telah mengatakan, penyumbatan jantung saya sudah 70%,,” ujarnya sembari berlari kecil.

“Saya mau katakan, gila boleh, tapi jangan gila seperti si batu kali ini.” ini sih gila benaran. Tanpa menjalankan operasi, saya hanya berobat jalan dan memakai suplemen dari Atomy. Dan…hari ini saya sudah bisa berteriak kencang-kencang,tapi dulu saya tidak mampu mengucapkan 5 kalimat di saat sebelum saya ketemu Atomy. Ini Luar biasa,” katanya lagi,” sambungnya menyemangati para peserta pagi itu.

Berangkat ke Korea

Tjong Li Mi akhirnya memutuskan untuk pergi ke Korea, melihat dengan mata kepala sendiri seperti apa sih suasana atau proses produksi Atomy,obat yang telah menyelamatkan dirinya dari sakit yang menderanya.

“Saya pergi ke Korea. Begitu merasakan produknya,saya tidak sabar lagi,saya ingin tau,apa itu Atomy? Begitu saya datang ke Atomy, yang lebih gila lagi saya melihat, ada sukses akademi. Dua implemen master naik, dan salah satunya yang ada di depan anda sekalian. Wow..saya tidak bisa tidur malam itu.Saya seperti orang gila, dalam hati berucap,ini saya akan menjadi orang kaya nanti. Saya dulu bercita-cita punya 1 toko maka sekarang lewat Atomy saya bisa membawa sejuta umat ikut sukses dalam bisnis Atomy,” kisahnya membakar semangat para peserta audiensi pagi itu.

Tjong Li Mi (SRM), Si Batu Kali Menjadi Berlian (Foto: You Tube)

Ia berkisah, coba bayangkan kendaraan Atomy ini tanpa uang dan segala macam, dan setelah pulang teman-teman ini yang selalu si batu Kali bilang “Gila boleh,tapi Malas Jangan.”

“Karena berani gila maka dalam 3 bulan berikutnya saya naik sales master member 2029. Setelah 1 tahun kemudian 2020, dimasa pandemic-19, saya naik sarasmon master pada bulan November ,sekaligus menjadi auto sales master Atomy Indonesia. Saya yakin Anda semua bisa,dan yakin itu bisa.” ujarnya.

Tak berhenti disitu. “Dalam waktu kurang dari satu tahun yakni 2021 September posisi saya naik menjadi sorodosmaster, wow..akhirnya jadi dong” kisahnya.

.Dirinya sempat mendapat sindirian dengan kalimat ” ah,kau adalah itik buruk rupa, maka saya pun mengakatan saya yakin menjadi Angsa yang Cantik”.Yang siap go internasional.

Andaikan tanpa sekolah mungkinkah kita bisa go internsional? Tidak mungkin.Tapi di Bisnis Atomy, itu semuanya bisa diwujudkan. Hari ini Si Batu Kali adalah buktinya. Tidak ada kata tidak bisa” tegasnya.

“Di bisnis ini, orang miskin bisa jadi kaya di Atomy,orang bodoh bisa jadi kaya di Atomy,dan orang cacat pun bisa jadi kaya di bisnis Atomy. Yang tidak bisa itu “hanya orang malas setujuh?” ujar Tjang Li Mi bangga.

“Saudara-saudaraku terlahir belum mendapatkan warisan dari kedua orang tua Anda, maka berjanjilah pada saudara ku akan memberikan warisan kepada anak-cucu kalian lewat jalan kendaraan masa depan kita Atomy ini yang bisa kita wariskan sampai tiga generasi. Atomy…Ayo..Ayo..Bisa” ujarnya menyemangati para audiense.

“Jika nanti kamu sudah besar menjadi subur dan jangan takut miskin harta yang penting jangan miskin kejujuran,” tutup Tjong Li Mi,mengutip pean sang ayah di saat menghembuskan nafas terakhir, untuk pulang ke rumah Bapa di Sorga. **

Editor : Dese Dominikus Lewuk/Sinergisatu.com.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *