banner 728x250
BERITA  

Keuskupan Samarinda Dukung Upaya Pemerintah,Percepatan Penurunan Stunting di Kaltim

Uskup Keuskupan Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto, MSF (Foto: Antaranews)
banner 120x600
banner 468x60

SAMARINDA,SINERGISATU.Com-Uskup Keuskupan Agung Samarinta, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF mengatakan, saat ini Indonesia sedang mempersiapkan generasi unggul dalam menyosong bonus demografi di tahun 2030. Angka stunting di Indonesia saat ini sebesar 21,6% sesuai hasil SSGBI (Survey Status Gizi Balita) pada tahun 2022.

“Angka tersebut harus dapat kita tekan agar anak-anak kita menjadi generasi unggul dan mampu bersaing di masa depan,”katanya saat menggelar deklarasi bertema : Keuskupan Agung Samarinda Mendukung Upaya Pemerintah dalam Mempercepat Penurunan Stunting di Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (17/6/2023).

banner 325x300

Lanjutnya, oleh sebab itu semua pihak tanpa terkecuali Gereja Katolik Keuskupan Agung Samarinda melalui Gereja di Paroki-Paroki yang ada di Kabupaten/Kota hingga Desa akan bersinergi dengan seluruh Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota turut terlibat dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Timur.

Gereja Katolik Keuskupan Agung Samarinda selama ini telah melakukan berbagai kegiatan. Berikuta adalah pernyataan dalam deklarasi tersebut :

1.Memberikan pelatihan mengenai stunting melalui PAUDHI, Kesehatan, Gizi dan Pengasuhan kepada:

a. Guru PAUD MPK Keuskupan Agung Samarinda melalui Diklat Berjenjang Tingkat Dasar dengan materi sensitif gizi dari Direktorat GTK PAUD dan Dikmas Kemendikbud ristek.

b. Guru Bina Iman Anak/SEKAMI melalui kegiatan Workshop dan Seminar Kelas Pengasuhan yang dapat diberikan untuk orangtua anak-anak usia dini dan siswa Sekolah Dasar (SD).

c. Mahasiswa Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik (STKPK) Bina Insan Keuskupan Agung Samarinda melalui kegiatan kegiatan Workshop dan Seminar PAUDHI & Kelas Pengasuhan.

d. Pemateri kursus persiapan perkawinan (KPP) untuk dapat memberikan pelatihan bagi calon-calon pengantin dalam hal gizi dan kesehatan serta

2. Melalui semua Paroki di wilayah Keuskupan Agung Samarinda, semua calon pengantin (catin) yang beragama katolik diwajibkan datang ke puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sebelum menikah. Ini dilakukan melalui kesinergian Pastor Paroki dengan Puskesmas.

3. Semua SMP dan SMA Katolik di wilayah Keuskupan Agung Samarinda mendukung pelaksanaan program edukasi dan pemenuhan gizi berupa Aksi Bergizi dan Pemberian Tablet Tambah Darah untuk Remaja Putri dan berkoordinasi dengan puskesmas untuk pelaksanannya.

4. Program Bantuan Pemberian Makanan Tambahan Lokal untuk balita dengan gangguan pertumbuhan dan gizi dan berkoordinasi dengan puskesmas dan lintas sektor lain dalam pelaksaannya.

5. Program Bantuan Bahan Makanan untuk Keluarga tidak mampu yang beresiko stunting.

6. Edukasi melalui kegiatan penyuluhan ataupun kegiatan lain terkait gizi dan kesehatan.

7. Melakukan upaya meningkatkan kesehatan lingkungan terutama pemenuhan sarana air bersih di daerah yang membutuhkan.

8. Dan kegiatan lainnya yang mendukung program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang akan direalisasikan melalui Paroki-Paroki Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Agung Samarinda yaitu Pastor Paroki akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur.

Uskup Yustinus menegaskan, bahwa melalui berbagai dukungan kegiatan percepatan penurunan stunting yang telah dilakukan oleh Gereja Katolik Keuskupan Agung Samarinda selama ini.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan deklarasi secara resmi untuk memberikan dukungan bagi Pemerintah Kalimantan Timur dari tingkat Provinsi, Kabupaten, Kota hingga Desa untuk dapat saling bersinergi dalam mewujudkan Propinsi Kalimantan Timur bebas stunting. Dan usaha mitigasi stunting ini merupakan bagian dari perwudan iman katolik.

“Dengan adanya deklarasi ini diharapkan semua pihak yang terlibat khususnya Paroki-Paroki Gereja Katolik Keuskupan Agung Samarinda dapat lebih termotivasi untuk dapat menurunkan angka stunting di Tahun 2024 di Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Timur,” imbuh Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF dalam keterangan tertulis diterima media ini,Minggu (18/6/2023). **

Editor : Domi Dese.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *