banner 728x250

Ketum SNKB, Bram Azhar ke KPK,Laporkan Indikasi Korupsi Dana COVID-19 di Lembata 2020-2021

Ketua Umum ormas Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu (SNKB) Uztad Bram Azhar (Foto: Dese Lewuk)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Ketua Umum ormas Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu (SNKB) Uztad Bram Azhar menegaskan, pihaknya akan segera melaporkan Indikasi korupsi dana anggaran Covid-19 di Kabupaten Lembata tahun 2020-2021.

Tindakan demikian apabila Penjabat Bupati Lembata, tidak segera menindak lanjuti surat perintah Kejari (Kejaksaan Negeri) Lembata perihal Permohonan Audit Khusus atau Tujuan Tertentu terhadap Penggunaan Anggaran Dana COVID-19 di Kabupaten,tahun 2020-2021.

banner 325x300

“Bahkan sudah ada surat perintah dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Lembata Nomor : B-1077/N.3.22/Dek/08/2023 Periham Permohonan Audit Khusus atau Tujuan Tertentu terhadap Penggunaan Anggaran Dana COVID-19 di Kabupaten Lembata tahun 2020-2021 tersebut. Karenanya kami berharap Penjabat Bupati Lembata bersama lembaga yang menangani audit,segera menjalankan perintah Kejari tersebut,” kata Bram di Jakarta.

(Memang), dalam surat tersebut tidak disebutkan secara jelas berapa jumlah Dana Anggaran Covid-19 tahunn 2020/2021, namun menurut laporan dari Kantor Perwakilan Ormas Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu (SNKB) Cabang Lembata menyebut Rp16 miliar.

Media online NTT EXPRESS di Lembata, melaporkan bahwa ormas Lewotana Lembata (FP2L) menggelar aksi unjuk rasa di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata pada Senin, 25 September 2023.

Menurut mereka, penanganan pandemi Covid 19 telah selesai, namun aroma korupsi di dalam pengelolaan anggaran Rp 16 miliar ini mulai terendus setelah FP2L mendapatkan pengaduan dari masyarakat terutama tenaga kesehatan.

Lanjut Uztad Bram, bahwa surat Kejari Lembata tersebut tertanggal 28 Agustus 2023 ditujukan kepada Penjabat Bupati Lembata, agar segera audit dana tersebut. Namun, kata Bram, sampai saat ini belum pernah diaudit dana tersebut.

“Saya sebagai salah satu Putera daerah dari Kabupaten Lembata,mengaharapkan, apabila perintah Kejaksaan Negeri Lembata tersebut tidak dilakukan tindakan preventif oleh Pejabat Pemerintah Kabupaten Lembata, maka saya sebagai Ketua Ormas SNKB akan melaporkan indikasi korupsi Dana Covid-19 tersebut kepada KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Sekaligus melakukan aksi demo besar-besaran secara serentak baik di Gedung KPK dan Kantor Bupati di Kabupaten Lembata oleh pengurus SNKB di Lembata,” tegas Bram. ** Dommy.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *