banner 728x250

Ketum Ormas SNKB Ingatkan, Parpol dan Ormas Hindari Isu SARA di Pemilu 2024

Logo Ormas Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu
banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM,JAKARTA-Ketua Umum Ormas Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu (SNKB),Ustadz Bram.A.Belutowe, mengingatkan akan komitmen partai-partai politik dan organisasi masyarakat untuk tidak menggunakan Isu SARA (Suku,Agama,Ras,dan Antargolongan.

Menurutnya, konflik sosial sangat sensitif bagi sebagian besar publik. Salah satu alasannya karena multikulturalisme yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Untuk itu, Ustadz Bram,demikian pria kelahiran Lembata, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengingatkan kepada seluruh komponen baik itu partai-partai politik, ormas tidak menggunakan isu SARA dalam moemen Pemilu Lesgilatifdan Pemilu Presiden yang akan dihelat 14 Frebuari 2024 yang tinggal menghitung hari.

banner 325x300

” Sebagai Pimpinan ormas Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu (SNKB),kami mengingatkan kepada pihak-pihak terkait dalam hal ini partai-partai politik peserta pemilu maupun organ-organ pendukungnya semaksimal mungkin menghindari hal-hal yang bersinggungan dengan SARA. Jika itu terjadi,maka akan merugikan masyarakat maupun proses demokrasi yang sedang berjalan di republik ini,” tegas Bram.

Kepada wartawan di Jakarta, Bram mengajak semua masyarakat agar menghindari fanatisme yang mengatasnamakan agama.

“Kita mencintai agama, tapi kita tidak mencintai ilmu agama. Jangan fanatik yang buta,dan yang paling berbahaya adalah orang yang terlalu Fanatik buta tetapi bodoh tentang ilmu agama,” ujar nya.

“Contoh, kalau agama islam sendiri di hina di jelek-jelekin langsung membara emosi,marah lalu berkata:Barang siapa yang tidak bela islam maka dia bukan islam dan kafir hahaha itulah perilaku Gelandangan yang berkedok agama,” kata Ketua Umum ormas Solidaritas Nasional Kebhinekaan Bersatu, sebuah ormas Nasional yang turut menjaga kerukunan, kebhinekaan,dan tetap bersatu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika sebagaimana tercantuk dalam 5 Sila Pancasila.

Kalau dia (oknum) terlalu Fanatik tetapi kurang paham tentang ilmu agama, akan terombang ambing seperti buih di lautan.

“Kalau islam ingin Jaya, maka Fanatiknya harus di imbangi Fanatik ilmu islam. Sebab, jika sikap Fanatik agamanya berdasarkan ilmu islam akan indah. Dia akan bisa menggunakan politik islam.Jadi politik islam bukan menggunakan islam sebagai agama politik tetapi dia akan menggunakan politik islam untuk membawa ke indahan dunia,” ajak Ketua Umum Ormas SNKB.Ustadz Bram.Azhar. ** DSL.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *