Ketua DPR RI, LaNyalla Minta Kepolisian Gunakan Pasal 49 KUHP dalam Menangani Kasus Korban Begal di NTB

Senin, 18 April 2022 - 20:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Kapolri Jenderal Pol Sigit Sulistyo (Foto : Dok/Istimewa)

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dan Kapolri Jenderal Pol Sigit Sulistyo (Foto : Dok/Istimewa)

SINERGISATU.COM (SURABAYA) – Kepolisian Republik Indonesia diminta lebih cermat menangani kasus Murtede alias Amaq Sinta (34), korban begal yang ditetapkan sebagai tersangka di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Menurutnya, membunuh begal yang membahayakan termasuk kategori pembelaan kedaruratan yang diatur pada pasal 49 KUHP.

“Polisi tidak boleh gegabah dalam mengambil langkah. Harus mampu melihat berbagai perspektif hukum. Bahkan dalam KUHP ada pasal kedaruratan yang dapat digunakan untuk menangani kasus semacam ini,” ujar LaNyalla, Sabtu pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, masyarakat harus punya kekuatan dan keberanian untuk melindungi dan mempertahankan diri dari serangan pelaku kejahatan,” imbuhnya.

Dijelaskan, bahwa kasus yang ramai diperbincangkan publik itu memang sangat aneh. Penetapan tersangka kepada korban korban yang berhasil lolos dan melawan tindak kejahatan menjadi preseden buruk penegakan hukum di tengah-tengah masyarakat.

“Saya kira masyarakat jadi membuat asumsi dan tuduhan sendiri. Seolah-olah polisi berpihak pada kejahatan bukan melindungi masyarakat. Tentu kondisi ini tidak baik bagi hukum kita,” tegasnya.

Masih kata Senator asal Jawa Timur itu, bahwa keputusan kepolisian yang salah memberikan hukuman akan menjadikan kelompok pelaku kejahatan besar kepala. Bahkan, bisa menjadi semakin beringas dan berani, sehingga aksi kejahatan akan semakin tinggi.

“Di sisi lain para korban menjadi takut melawan karena akan berhadapan dengan hukum,” ungkap Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI itu.

LaNyalla menilai kasus serupa akan menjadi bom waktu. Terlalu banyak kasus-kasus kejahatan dan kriminal yang tidak tuntas, masyarakat yang menjadi korban pencurian, penjambretan, kekerasan dan kejahatan kriminal lainnya ketika melapor ke kepolisian hanya dicatat, tetapi tidak ada penanganan lebih lanjut.

Baca juga:  Alasan Kesehatan, PN Tipikor Tunda Penahanan Lukas Enembe Hingga 2 Pekan Mendatang

“Ini semakin menurunkan tingkat kepercayaan publik kepada kinerja polisi yang katanya presisi,” ungkapnya.

Oleh karena itu, LaNyalla berharap aparat kepolisian selalu berbenah. Menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat dengan cepat, menanganinya secara profesional dengan perspektif hukum yang tepat. Sehingga masyarakat mendapatkan rasa aman. **

Editor : domi lewuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari SinergiSatu.com.

Berita Terkait

Polres Pali, Sumsel Musnahkan BB Lebih dari 5 Kg Shabu
Tangani Tuntas KDRT, Dampak Negatif Digitalisasi dan Kerentanan  Perempuan Berkonflik dengan Hukum
Tantangan Implementasi UU KIA dari Aspek Muatan Juga Daya Dukungny
RUU Penyiaran: Ancaman Kebebasan Pers, Berpendapat dan Berekspresi serta Berpotensi Menambah Kebijakan Diskriminatif Berbasis Gender, Disabilitas dan Kelompok Minoritas 
Gempar Soekarnoputra : Indonesia Tidak Akan Maju Jika Mafia Tidak Diberantas
Soal Penyalahgunaan Plat Nomor Kendaraan Palsu, Ini Kata Peneliti Hukum, Gempar Soekarno
Membangun Peradaban Perempuan Menuju Indonesia Emas: Meneguhkan Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa
Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung Bantah Dugaan Pungli, Tegaskan Pelayanan Maksimal Tanpa Biaya

Berita Terkait

Jumat, 21 Juni 2024 - 08:35

Komisi X DPR Undang Tiga Pakar Pendidikan, Bahas Soal Ini

Jumat, 21 Juni 2024 - 08:22

Masyarakat Dirugikan Soal Penyelenggaraan Haji 2024, Ini Tiga Penyebabnya

Kamis, 20 Juni 2024 - 10:43

Bamsoet Apresiasi Perjalanan Hidup Chairul Tanjung

Kamis, 20 Juni 2024 - 08:11

Daya Saing RI Lampaui Dua Negara Ini

Senin, 17 Juni 2024 - 11:05

Warga RW 05 Kebon Sirih Menyambut Idul Adha 1445 Hijriah

Senin, 17 Juni 2024 - 07:38

Pabrik Amunisi Swasta Pertama di Indonesia Diresmikan

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:10

Kementerian PUPR Targetkan Penyelesaian SPAM Sepaku Juli 2024, Penuhi Kebutuhan Air Minum IKN Nusantara

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:19

Polres Pali, Sumsel Musnahkan BB Lebih dari 5 Kg Shabu

Berita Terbaru

Ismail Asso, Assolipele (dok.Ist)

OPINI

Kepada Saudara ku Yang Terkasih, Bony Lani

Jumat, 21 Jun 2024 - 20:58

BERITA

Bamsoet Apresiasi Perjalanan Hidup Chairul Tanjung

Kamis, 20 Jun 2024 - 10:43

BERITA

Daya Saing RI Lampaui Dua Negara Ini

Kamis, 20 Jun 2024 - 08:11