banner 728x250

Jalan Tol Yogyakarta, Kemacetan dan Manajemen Lalu Lintas,Bagaimana Solusi Mengatasinya?

banner 120x600
banner 468x60

SINERGISATU.COM (Jogja)- Proyek pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Semarang – Yogyakarta – Solo memang tidak berjalan mulus. Pembangunan jalan tol jika ditinjau dari sisi tujuan penyelenggaraannya terdapat empat poin penting.

Pertama, untuk Memperlancar lalu lintas di daerah yang telah berkembang. Kedua, Meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang pertumbuhan ekonomi. Ketiga, untuk Meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan. Keempat, untuk Meringankan beban dana Pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan. Jadi, kata kuncinya adalah memperlancar,meningkatkan,pemerataan pembangunan dan meringankan.

banner 325x300

Sedangkan manfaat dari pembangunan sarana jalan tol pun terdapat empat poin penting.
Pertama, Pembangunan jalan tol akan berpengaruh pada perkembangan wilayah & peningkatan ekonomi. Kedua, Meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas orang dan barang. Ketiga, Pengguna jalan tol akan mendapatkan keuntungan berupa penghematan biaya operasi kendaraan (BOK) dan waktu dibanding apabila melewati jalan non tol. Keempat, Badan Usaha mendapatkan pengembalian investasi melalui pendapatan tol yang tergantung pada kepastian tarif tol.

Lalu,bagaimana dengan agenda penyelenggaraan proyek Jalan Tol Yogyakarta,Semarang dan Solo?

Pertanyaan yang muncul adalah Apakah kondisi lalulintasnya (akan) semakin lancar? Apakah sisi ekonomi masyarakat bakal semakin meningkat? Adakah pemerataan yang sesungguhnya di bidang pembangunan sarana jalan tol? Benarkah pembangunan sarana jalan tol di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut semakin meringankan beban ekonomi masyarakat lokal setempat?

Berikut respon empat senator dari daerah pemilihan DIY saat menggelar rapat dengan Komisi C DPRD Provinsi DIY di ruang serbaguna DPD RI DIY, Rabu (29/12/2021).

Senator senior GKRI Hemas dan Muhammad Afnan Hadikusumo memimpin rapat yang dihadiri oleh unsur pimpinan di jajaran Pemda DIY itu menyebut bahwa pasca pembangunan jalan tol Yogyakarta – Solo dan Yogyakarta-Semarang, harus ada kesiapan pemda dan instansi guna mengantisipasi dampak kepadatan lalu lintas sebagai salah satu konsekuensi beroperasinya kedua ruas tol tersebut.

Adapun rapat kerja yang dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/ Kota, Pemda Provinsi Kab Kota yakni Sekda DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bappeda, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan ESDM, Dinas Pariwisata; Ditlantas Polda DIY dan Polres Kab Kota serta Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY.

Menurut GKR Hemas, adanya tol akan semakin menarik minat masyarakat berwisata ke Jogja dengan menggunakan kendaraan sendiri. Tentunya antisipasi perlu dipikirkan, agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas, khususnya pada ruas-ruas jalan yang dilintasi pintu exit dan entry tol.

“Namun, jangan sampai kemacetan ini mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat, mengingat sektor pariwisata menjadi salah satu sektor unggulan perekonomian DIY, jadi jangan sampai wisatawan datang ke Jogja merasa tidak nyaman karena kemacetan lalu lintas”, tegasnya.

Menanggapi persoalan kemacetan, Ditlantas Polda DIY telah mempersiapkan perangkat untuk mendukung terselenggaranya sistem dan manajemen lalu lintas, salah satunya menempatkan beberapa pos-pos penyangga, baik dari atau menuju jalan tol serta penyelenggaraan operasional petugas patroli jalan.

“Saat ini ruas jalan di Yogyakarta sangat ramai, meskipun secara sigap dapat dikendalikan, namun dinamika lalu lintas DIY cukup signifkan, harus ada harmonisasi lintas sektoral untuk mengatasi persoalan lalu lintas” kata Jan Bentjamin Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda DIY.

Sementara itu, Anna Rina Kadis PUPESDM DIY menjelaskan, DIY menjadi pertemuan 3 jalan tol yaitu jalan tol Yogyakarta-Bawen, Yogyakarta-Solo, dan Yogyakarta-Kulon Progo. Saat ini yang sudah terbit IPL (Izin Pendirian Lokasi) adalah jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Yogyakarta-Solo.

Perlunya manajemen lalu lintas, terkait pengoperasionalan jalan tol Yogyakarta-Solo, karena ada beberapa on off ke jalur utama yang akan berdampak kemacetan lalu lintas yaitu di simpang susun Purwomartani, UPN, Junction Sleman, Maguwo, Monjali, dan UTY.

Sedangkan, Ni Made Dwipanti Kadishub DIY, mengakui “on off” jalan tol ke jalur utama adalah ruas-ruas jalan yang cukup ramai, rasio kemacetan di beberapa ruas jalan di Yogyakarta pada kisaran nilai VC-Ratio 0,6-0,7, itupun beban kemacetan yang belum dipengaruhi pengoperasioan jalan tol.

Dia juga mencontohkan perlunya manajemen lalu lintas untuk exit tol yang terintegrasi dengan destinasi wisata. Dibutuhkan desain untuk jalur Prambanan-Ratu Boko agar tidak menumpuk di tengah kota.

“Bisa kita manfaatkan jalur Wonosari, rencana JORR, rencana Jalan Prambanan-Lemah Abang, dan JJLS untuk mengakomodir destinasi wisata lainnya seperti wisata Merapi, wisata pantai Gunungkidul, termasuk di Bantul dan Kulon Progo, bandara YIA termasuk optimalisasi rencana rest area di kawasan Candi Boko yang terintegrasi dengan wisata perkotaan,” kata Ni Made Dwipanti.

Lalu bagaimana Solusinya?

Dalam kesempatan itu, Agus Arif Nugroho Kadishub Kota Yogyakarta menguraikan, bahwa hasil penelitian Dishub Kota Yogyakarta, 90% masyarakat yang datang ke DIY datang ke Kota Yogyakarta. Dalam artian, mereka ingin menikmati kawasan Gumaton (Tugu, Malioboro, Kraton) dan Panggung Krapyak.

“Ini menjadi kebahagiaan sekaligus beban lalu lintas, yang mana preferensi masyarakat untuk menggunakan moda transportasi publik cenderung menurun, dan lebih menyukai moda transportasi privat,” sesalnya.

Lanjut Agus, bahwa pembatasan mobil privat harus secara komprehensif. Salah satunya pencabutan kebijakan PPnBM, kebijakan keringanan PPnBM mengakibatkan kenaikan jumlah kendaraan pribadi sampai dengan 30%.

Selain itu, aksesbilitas difasiltasi, kemudahan dan harga murah kendaraan privat, berdampak bagi Kota Yogyakarta, pada saat weekend hampir seluruh ruas jalan nilai VC Ratio 0,8.

Sedangkan dari aspek pariwisata, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara mengatakan, pandemi covid mengubah moda para wisatawan. Ada shifting habits dari yang semula menggunakan pesawat, setelah di Yogyakarta memanfaatkan sewa kendaraan, sekarang menggunakan kendaraan pribadi.

“Menjadi point penting dari para wisatawan adalah masalah konektivitas, kemacetan di Sleman dan Yogyakarta, namun moda transportasi ke Gunungkidul dan Kulon Progo masih sangat kurang, jadi wisatawan lebih nyaman dengan mobil pribadi, akibatnya penumpukan kendaraan di beberapa destinasi wisata,” imbuhnya.

Putri Bungsu Sri Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas, Gusti Kanjěng Ratu Běndara ini menjelaskan, visiting Jogja saat ini sedang berkoordinasi dengan Dishub DIY untuk mengkonektivikasikan kantong-kantong parkir yang tersedia, agas bisa diakses melalui aplikasi Visiting Jogja.

Gusti Kanjeng Ratu Bendara (dok/istimewa)

GKR Bendara yang berhasil masuk 10 Besar kontes Miss Indonesia 2009 dan sarjana di bidang perhotelan dari salah satu perguruan tinggi di Swiss ini berharap, aplikasi visiting Jogja juga bisa mengakomodir wisatawan dari generasi milineal dan generasi Z yang information friendly, misalnya trans yogya terintegrasi dengan aplikasi visiting jogja sehingga memudahkan untuk pembelian tiket dan sebagainya.

Sorotan tajam juga datang dari Senator DIY, Muhammad Afnan Hadikusumo. Ia mencoba merangkum beberapa usulan solusi pasca pembangunan jalan tol Yogyakarta.

Adapun usulan-usulan dan atau sejumlah solusi yang harus dipertimbangkan oleh pemerintah DIY dalam membangun Jalan Tol sebagaimana disebutkan dalam rapat tersebut antara lain:

Pembangunan infrastruktur yang memadai, diantaranya ruas jalan Prambanan-Gading yang mendukung konektivitas destinasi wisata. Lalu, penambahan kantong parkir (parking area) yang representatif. Selanjutnya, penyusunan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi penumpukan kendaraan (one way system. Lalu yang tak kalah penting adalah larangan parkir on street,full one way).Terakhir pengaturan transportasi massal yang terintegrasi.*
Penulis/Editor : domi lewuk.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *