banner 728x250

Hendrikus Sitompul, “Prodiakon” yang Caleg DPR RI dari Partai Demokrat di Pileg 2024

Drs. Hendrikus Sitompul,MM,Caleg DPR RI Dapil Sumut 1 Pemilu 2024 (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Nama Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM,bukan lagi asing di kalangan Gereja Katolik dan masyarakat Sumatera Utara,khususnya di kota Medan. Semangat pelayanan bagi kehidupan bergereja (beragama) bersosialikemasyarakatan, tak pernah jauh dari lingkungan gereja yang dicintainya.

Mengawali pelayanan Gereja sebagai Mesdinar, Ketua Mudika, Pengurus PMKRI, Ketua DPD ISKA Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Pengurus Yayasan Katolik Don Bosco hingga Prodiakon.

banner 325x300

Mungkin di antara politisi Katolik khususnya Anggota DPR RI, masih jarang memiliki waktu untuk pelayanan di Gerejanya. Karena sudah menjadi rahasia umum, jika menduduki posisi seorang Anggota DPR atau lainnya selaku pejabat publik, seluruh waktunya pasti terfokus pada aktivitas dan tugas sebagai mana yang diembannya.

Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM, salah satu tokoh umat Katolik Keuskupan Agung Medan, ini mengaku menjadi seorang pelayan gereja telah menjadi ‘darah daging’ dalam membaktikan hidupnya baik untuk diri,keluarga,gereja,masyarakat dan bangsa.

Di tengah kesibukannya sebagai Anggota DPR RI yang sehari-hari beraktivitas di Gedung DPR RI Senayan,Jakarta Pusat, Anggota Komisi VII DPR RI, Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM, masih menyempatkan diri melayani umat di gerejanya sebagai seorang Prodiakon.

Padahal, jika dilihat,seorang wakil rakyat dalam hal ini Anggota DPR RI sangat padat dalam rutinitas mengikuti rapat,sidang, kunjungan kerja keluar negeri,kunjungan kerja (Kunker) ke daerah pemilihan atau Dapilnya. Meski demikian sibuk,Hendrikus Sitompul merasa bahagia dapat menjadi bagian dari pelayan gereja.

Sepintas Mengenal Tugas Prodiakon di Gereja Katolik

Konsili Vatikan II menjelaskan martabat kaum awam dengan menggunakan dua pendekatan yaitu dengan ketentuan umum dan ketentuan khusus. Peran khas kaum awam itu dirumuskan dalam istilah kerasulan awam, yang merupakan bagian dari kerasulan umum.

Lingkup kerasulan awam terbagi dalam tiga bidang yaitu kerasulan awam gerejawi, kerasulan awam madya, dan kerasulan awam murni.

Adapun, tugas kerasulan awam sesuai dengan tugas perutusan yang diterima dari Kristus berkat pembaptisan yang diterimanya. Dukungan dari hierarki sangat penting bagi kerasulan awam.

Dalam praktek pelayanan kaum awam katolik di gereja, Prodiakon adalah bagian daripada tugas kerasulan awam.

Dalam prakteknya, tugas seorang prodiakon meliputi membantu menerimakan (membagikan-red) komuni kudus (hosti kudus ) dan melaksanakan tugas peribadatan serta pewartaan. Adapun, dasar pelayanan prodiakon adalah ambil bagian dalam imamat Kristus. Prodiakon merupakan seorang yang istimewa karena merupakan orang pilihan dalam gereja yang menghadirkan Kristus dalam perayaan liturgi.

Partisipasi awam sebagai prodiakon merupakan partisipasi awam dalam kehidupan liturgi dan pewartaan.

Tentang Jati Diri Prodiakon

Partisipasi awam sebagai prodiakon merupakan partisipasi awam dalam kehidupan liturgi dan pewartaan.

Konteks Pelayanan Prodiakon

Dari tugasnya, seorang prodiakon tidak bisa dilepaskan dari kehidupan liturgi. Bidang ini (liturgi) adalah konteks karya pelayanan prodiakon.

Dalam pelayanan prodiakon meliputi perayaan ekaristi, ibadat sabda, ibadat berkat, ibadat mengirim komuni. Dalam hal itu prodiakon harus mengetahui makna, tata cara dan pedoman konteks pelayanan tersebut.

Pada pertengahan Desember Rapat Paripurna Paroki Namo Pencawir Dihadiri Ratusan Peserta, Siap Dukung Hendrik Sitompul Pileg 2024.

“Puji Tuhan 3 bulan lalu, saya resmi dilantik menjadi Prodiakon. Banyak Kegiatan yang saya telah lakukan untuk Gereja,” kata Hendrikus dikutip wartalive.

Drs.Hendrikus Sitompul,MM,Caleg DPR RI Partai Demokrat, Dapil Sumut 1 (Istimewa)

Lanjut Hendrik, walaiu dirinya sebagai seorang politisi dan menjadi anggota DPR RI di Senayan, tetapi ia tetap menyatakan tumbuh dari gereja.

“Saya Anggota DPR RI, kembali lagi ke gereja untuk melayani. Itu komitmen saya,” kisah Hendrik,yang pada Penyelenggaraan Natal Bersama DPR.RI/MPR.RI/DPD.RI 2023 dipercaya menjadi Ketua Panitia,pada Perayaan Natal 5 Desember 2023 lalu.

Masih kata Hendrik Sitompul, dirinya datang dari gereja ke ke DPR RI dan dari DPR RI kembali lagi ke gereja.

“Jadi dari gereja ke DPR dan dari bisnis ke DPR RI. Bukan dari DPR RI ke bisnis. Nanti ditangkap KPK (Komisi Pemberantas Korupsi)”, tegasnya.
Nilai-nilai yang dirinya terapkan dalam bisnis, pertama-tama adalah kejujuran. Kalau dirinya tidak jujur, maka tidak mungkin dapat dipercaya rakyat.

“Kejujuran berikuitnya adalah adanya niat baik. Saya adalah pengusaha dan saya adalah pembayar pajak terbesar di Jakarta Timur untuk 2 kali. Tolong tunjukkan kepada saya, siapa orang Medan yang punya usaha dan merupakan pembayar pajak terbesar di Jakarta Timur”,tutupnya.

Tentang Pemilu 2024

Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hendrikus Sitompul berpesan, bahwa pada Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) tahun 2024-2029, semua umat Katolik yang memiliki hak pilih harus memanfaatkan kesempatan itu untuk memilih calon wakil-wakil rakyat sesuai dengan pilihannya masing-masing.

“Jangan lihat warnanya, tapi lihat orangnya dan jangan pilih warnanya, tapi pilih orangnya. Karena, warna itu tidak pernah melayani bapak/ibu sekalian, tetapi orangnyalah yang akan melayani bapak/ibu sekalian,” imbuhnya.

Pada Pemilu 2024 Hendrikus Sitompul kembali maju dari Dapil Sumut 1 Nomor urut 2, meliputi : Kota Medan, Deli Serdang,Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi. **

Editor : Dese Dominikus

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *