banner 728x250

Hadiri Konferensi G7 di Berlin , Menlu Retno Ajak Dunia Bersatu untuk Memulihkan Rantai Pasok Pangan Global

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (Sumber Foto : Twitter/Menlu-RI)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA-Menlu RI Retno Marsudi mengajak dunia bersatu untuk memulihkan rantai pasok pangan global. Ajakan tersebut disampaikan bersama dengan Menlu Jerman, Menlu Prancis, Menlu AS, dan Menlu Senegal, yang memimpin Ministerial Conference on Uniting for Global Food Security yang diselenggarakan oleh Jerman selaku Presiden G7 di Berlin secara hybrid.

Adapun, konferensi dihadiri oleh lebih dari 25 negara. Dalam kesempatan itu, Menlu Retno menegaskan bahwa perang selalu menjadi tragedi kemanusiaan dan dampaknya tidak terbatas pada satu wilayah saja. Dikatakan, perang yang saat ini terjadi telah menghancurkan sistem pangan global yang sebelumnya sudah dilemahkan oleh pandemi dan perubahan iklim.

banner 325x300

“Di waktu yang sulit ini, dunia tidak punya pilihan lain selain bersatu untuk memulihkan ketahanan pangan global” kata Menlu Retno dikutip laman resmi kemenlu.go.id.

Terkait hal itu, Menlu Retno menyampaikan dua hal yang penting dilakukan dalam jangka pendek. Pertama, seraya tetap menegakkan hukum internasional, kita tidak boleh menyerah untuk menemukan solusi damai di Ukraina.

“Perang ini harus segera dihentikan, dan seluruh pihak harus berkontribusi pada tujuan ini”, ujar Retno.
Kedua, pulihkan rantai pasok pangan global. Dampak perang terhadap pangan dan pupuk sangat jelas. Bila kita gagal mengatasi krisis pupuk, maka akan terjadi krisis beras yang menyangkut nasib lebih dari 2 miliar penduduk dunia.

Dikatakan, solusi efektif terhadap krisis pangan ini menuntut dilakukannya reintegrasi produksi pangan Ukraina dan produksi pangan dan pupuk Rusia pada pasar dunia, terlepas dari perang.

“Perlu diamankan sebuah grain corridor dari Ukraina, dan dibukanya ekspor pangan dan pupuk dari Rusia. Seluruh negara harus menahan diri dari tindakan yang semakin memperburuk krisis pangan ini” beber Menlu Retno.

Menurut Menlu Retno, dunia membutuhkan kolaborasi dengan melakukan tiga (3) hal di antaranya :

Pertama, mendorong investasi yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Kedua, mendiversifikasi produksi dan impor pangan.

Ketiga, mendorong perdagangan produk pertanian yang non-diskriminatif.

Di akhir pernyataannya, Menlu Retno menyatakan pentingnya berpacu dengan waktu dan dunia harus bertindak sekarang juga.

Untuk diketahui, Ministerial Conference on Uniting for Global Food Security merupakan pertemuan yang diinisiasi Jerman sebagai pemegang Presidensi G7 tahun 2022.

Adapun, pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Pertanian, dan Menteri Pembangunan dari berbagai negara G7, negara anggota Champions of Global Crisis and Response Groupdan sejumlah negara donor, serta perwakilan Organisasi Internasional. ** Redaksi.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *