banner 728x250
BERITA  

Gubernur Lemhannas RI, Bicara soal Penguatan Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa di Era Digital

Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto dalam sebuah wawancara usai acara Gebyar Wawasan Kebangsaan (Foto : you tube)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto mengatakan, agregat indeks global yang mengukur isu-isu prioritas Pancasila menunjukkan posisi Indonesia belum optimal.

Menurutnya, pemetaan global menunjukkan posisi Indonesia masih berada di posisi sedang. Masih terdapat penerapan isu di tingkat nasional yang berada di bawah rata-rata standar global.

banner 325x300

Secara khusus, pelaksanaan isu-isu prioritas di sila ke-1 dan ke-5 memiliki jarak yang paling signifikan dengan rata-rata global. Di sisi lain, Indonesia dinilai telah melaksanakan sila ke-4 relatif baik ketika dibandingkan dengan rata-rata standar global.

“Paling kuat sila 4, karena kita berhasil menjalankan 5 kali pemilu demokratik sampai 2019, 2024 pemilu demokratis kita ke 6, 2029 pemilu demokratis kita ke-7, katanya setelah 7 kali, Indonesia menjadi negara demokrasi matang, yang terkuatnya sila ke-4,” kata pria kelahiran Kediri, 3 September 1971 itu, dalam aca Talkshow Gebyar Kebangsaan sebagai Upaya Penguatan #PancasilaJatiDiriBangsa,dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila (Harla) 1 Juni 2023, bertempat di Aryanusa Ballroom Menara Danareksa, Jakarta Pusat, pada Rabu pekan lalu.

Mantan Sekretaris Kabinet (3 November 2014) mengatakan, meski menjadi sila terkuat, ada bentuk dari sila ke-4 yang sulit untuk dicari bentuknya, yakni kombinasi hikmat dan kebijaksanaan.

“Dua kata yang hampir tidak pernah kita pakai. Kapan kita ingin membuat keputusan, setop, cari dulu hikmat kebijaksanaannya,” ujar alumni Jurusan Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia lulus 1996, yang juga peraih gelar sarjana dari School of Oriental dan African Studies University of London itu.

Putera dari Mayor Jenderal TNI Purn Theo Syafei, mantan panglima Kodam IX/ Udayana itu menjelaskan, bahwa Sila “terlemah” dari Pancasila adalah sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dijelaskan, sila tersebut mengatur tentang hubungan antara agama dan negara, menjamin kebebasan beribadah, serta menjaga toleransi.

Baginya, Indonesia merupakan negara antara sekuler dan teokrasi karena menjamin kebebasan beribadah, tetapi juga mengatur agama.
Adapun, nilai Indonesia dalam hubungan antara agama dan negara berada di spektrum tujuh, jika dilihat dari spektrum satu sampai sembilan. Hal ini disebabkan ada yurisdiksi yang diatur oleh negara.

“Sekali lagi, ini cara kami di Lemhannas untuk berusaha memikirkan Pancasila yang dibenturkan tantangan geopolitik,” tegas Gubernur Lemhannas Ri AndiWidjajanto yang banyak mengkaji perihal isu militer, seperti menerbitkan buku berjudul Hubungan Intelijen-Negara 1945-2004 pada 2008 itu.

Gubernur Lemhannas RI menyampaikan bahwa nilai implementasi Pancasila saat ini berada pada angka tiga, dari skala satu sampai lima. Dari situlah dapat mulai dibayangkan arah berjalannya Indonesia menuju tahun 2030 sampai 2045.

Selain Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, para nara sumber yang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Wakil Ketua MPR RI periode 2019 – 2024 Dr. Ahmad Basarah, S.H, M.H., Founder Yayasan Harapan Pemuda Indonesia Laila Nihayati, dan Influencer Sherly Annavita Rahmi, S.Sos., M.SIPh.

Acara turut dihadiri oleh para pejabat internal Lemhannas RI, di antaranya, Wakil Gubernur Lemhannas RI Letnan Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, Sekretaris Utama Lemhannas RI Komisaris Jenderal Polisi Drs. Purwadi Arianto, M.Si., para deputi Lemhannas RI, para tenaga ahli pengajar, tenaga ahli pengkaji, dan tenaga profesional, serta para pejabat struktural Lemhannas RI. **

Sumber : Laman berita Lemhannas RI
Editor : Domi Dese Lewuk.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *