banner 728x250

Freni Lutruntuhluy dan Kelompok Mama-Mama Water Lele Produksi “Minyak Goreng Tradisional”

Freni Lutruntuhluy bersama kelompok Mama Mama saat mempromosikan Minyak Goreng "TRADISIONAL" (Foto: dok.tim media)
banner 120x600
banner 468x60

MALUKU BARAT DAYA,SINERGISATU.COM– Ternyata masih ada minyak goreng seharga Rp 10.000/liter? Kok bisa? Dimana sih? Berapa untungnya kalau dijual lagi?
Sederet daftar pertanyaan di atas pasti membuat dahi-raut wajah para pembaca berkerut.Rasanya kok tak percaya. Mana ada hari gini,apalagi menjelang Hari Raya Keagamaan Perayaan Natal 2023 dan menjelang pergantian tahun menuju 2024,kok masih ada harga Minyak Goreng yang sungguh amat murah. Apalagi di pedesaan.

Sedangkan di 10 provinsi lain PIHPSN (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional) mencatat per tanggal 19 Desember 2023, rata-rata harga minyak goreng (per kg) harian di pasar modern di beberapa provinsi telah menyentuh angka Rp 21,84 ribu per kg.

banner 325x300

Hal itu bisa ditepis oleh kelompok mama-mama di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Sekelompok mama-mama ini memproduksi minyak goreng yang diberi mereck “Minyak Goreng Tradisional”.

Freni Lutruntuhluy , salah seorang anak muda asal Kabpaten Maluku Barat Daya (MBD) yang telah sebulan lebih berada di wilayah setempat mmberi dkungan pnh terhadap semangat mama-mama yang tengah memproduksi minyak goreng tradisional dalam berbagai kemasan botol.

Minyak Goreng Tradisional hasil produksi kelompok Mama Mama di Desa Water Lele,Maluku Barat Daya (Tim Media)

Sebuah penggalan Video yang diterima Redaksi Sinergisatu.com , Freni Lutruntuhluy optimis, produksi minyak goreng mama-mama di daerah kelahirannya itu bakal membantu pemberdayaan ekonomi lokal di daerah-daerah pesisiran Kabupaten Maluku Barat Daya.

“Saya mendukung penuh dan melakukan pemberdayaan terhadap mama-mama, khusus untuk bagaimana kita bisa memproduksi minyak goreng yang terbuat dari kelapa. Kita ini punya potensi kelapa yang luar biasa banyak, tapi kita tidak lakukan seperti ini,” kata Freni Lutruntuhluy ,anak muda yang siap meramaikan pilkada Maluku Barat Daya pada Pilkada 2024 mendatang itu.

Lanjutnya, untuk bisa membantu masyarakat sekarang, dirinya bersama tim kecil sudah mulai menyemangati para mama mama yang tergabung dalam sebuah kelompok kecil untuk terus memproduski dan memperluas pemasaran agar hasil produski dari mama mama ini dapat dirasakan dinikami tidak hanya di MBD tapi juga di Seluruh Indonesia.

“Sementara ini kami ingin fokus membantu kelompok UMKM ini supaya mereka bisa berkembang dan memperbaiki taraf ekonom lokanya. Kami sudah mulai memproduksi, dan seterusnya akan produksi lebih banyak,” tuturnya opitimis.

Inilah Hasil Produksi Minyak Goreng Tradisional dari Kelompok Mama Mama di Desa Water Lele MBD (Tim Media)

Lanjut lelaki yang berprofesi sebagai seorang jurnalis itu, bahwa dirinya melihat potensi dan kemampuan masyarakat Maluku Barat Daya cukup bagus merespon kebutuhan pokok dengan menghadirkan minyak goreng tradisional. Jadi, kalau saudara lihat ada minyak goreng tradisional ya itu kemasan tradisional . Itu adalah hasil dari kelompok-mama mama.

“Kami ingin membantu Mama-mama supaya bisa menjangkau harga minyak goreng yang selama ini mahal. Harapannya, dengan kehadiran minyak goreng ini untuk membantu masyarakat dengan harga yang relatif murah. Kami akan menyesuaikan dengan daya beli masyarakat.”

“Ayo, mari bergabung sama-sama dengan kelompok kami untuk memproduksi minyak goreng tradisional dari Maluku Barat Daya. Ini salah satu yang kami lakukan kelompok ini di Desa Water Lele. Saya kira itu terima kasih dan kita doakan supaya mama ini bisa terbantu dan secara ekonomi ke depan bisa mandiri bisa membantu suami anak-anak dan keluarga terima kasih,” imbuhnya.

Penulis/Editor : Dese Dominikus.

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *