banner 728x250

Fransiscus Go, Membangun Indonesia dari Timur 

Fransiscus Go di rumah pustaka (Dok.Frans Go)
banner 120x600
banner 468x60

OLeh : Simply da Flores

MENARIK, membaca pikiran Fransiscus Go dalam sebuah artikel yang dipublikasi Jppn.com dan Kosadata com. Sebuah harapan sekaligus advokasi soal pemerataan pembangunan yang sudah dan sedang terjadi di Indonesia.

banner 325x300

Fransiscus Go mengangkat masalah pendidikan sebagai bidang strategis dan sangat penting dalam kebijakan pembangunan bangsa. Tanpa membangun sumber daya manusia yang berkualitas, maka banyak bidang lainnya akan mengalami kendala. Apalagi jika pendidikan hanya berorientasi bisnis dan berpusat di kota saja di pulau Jawa.

Atas ulasan cerdas dan advokasi Fransiscus Go, saya ingin ikut berdiskusi tentang nasib pendidikan di Flobamora – NTT.

Soal Kebijakan Pendidikan Nasional

Porsi pendidikan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia, dalam program pembangunan nasional selama ini, saya mencatat beberapa hal. Pertama , soal cara pandang dan prioritas kebijakan. Sepertinya cara pandang yang berpengaruh dalam kebijakan Pendidikan Nasional adalah pengadaan sarana dan prasarana pendidikan. Sedangkan kurikulum selalu berganti dari periode ke periode. Entah apa alasan dan pertimbangannya. Yang mengeluh adalah guru dan yang merana adalah orangtua murid. Peserta didik lebih hanya mengikuti apa yang ditetapkan pemerintah. Termasuk sekarang kurikulum merdeka belajar. NTT mengalami hal tersebut selama ini.

Kedua , adalah soal fokus daerah perhatian. Sarana pendidikan dan kualitas program, lebih banyak terjadi di kota pulau Jawa dan Bali. Sedangkan di luar Jawa, apalagi di Indonesia Timur, sepertinya tertinggal dan diabaikan. Baik untuk pendidikan dasar, apalagi pendidikan tinggi dan kejuruan. Terkesan ada pembedaan antara Jawa dan luar Jawa, atau Indonesia Barat dan Timur. Semoga saja kesan ini tidak keliru sesuai fakta yang terjadi selama ini. Masyarakat Flobamora di NTT masih merasakan pengalaman ini.

Ketiga , soal anggaran dan tenaga pendidik juga lebih terfokus pada wilayah di pulau Jawa. Di luar Jawa hanya ada semacam perwakilan yakni Bali, Makasar dan Sumatera Utara. Baru sekitar 10 terakhir, mulai ada perubahan untuk wilayah di luar pulau Jawa, termasuk di NTT alias Nasib Tidak Tentu di bidang pendidikan.

Maka, saya sepakat dengan harapan serta himbauan Fransiscus Go seperti diuraikan dalam artikelnya. Perlu pemerataan soal pendidikan ke seluruh negeri, dengan penegasan “membangun pendidikan dari Indonesia Timur”.

Ini soal pentingnya membangun kualitas SDM generasi bangsa ini, agar bisa mengelola sumber daya alam dan membangun kesejahteraan. Bidang pendidikan tidak bisa diabaikan, karena utamakan fokus bidang ekonomi serta sarana dan prasarana umum saja.
Lebih mendasar bahwa pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa harus merata di seluruh Indonesia, bagi segenap warga negara.

Frans Go,Bertami memanfaatkan waktu senggang dengan berkebun (Foto: Farns Go Galeries

Nasib Pendidikan di NTT

Dari segi pendapatan daerah, memang propinsi NTT masih minim. Namun, sangat banyak tenaga pendidikan dari propinsi NTT menyebar di berbagai wilayah NKRI untuk mengabdi bangsa ini, khusus di bidang pendidikan.
Peran lembaga pendidikan swasta, dalam keterbatasan kondisi NTT, harus diapresiasi dan dibanggakan.

Dari program pemerintah pusat, sarana pendidikan dasar di NTT dikenal sejak adanya SD inpres yang dibangun selama orde baru dan berlanjut kiprahnya hingga kini. Juga ada SMP, SMA dan SMK Negeri. Sedangkan pendidikan Tinggi yang dikenal adalah Universitas Nusa Cendana. Dari inisiatif lokal, ada sejumlah perguruan tinggi dibangun, dan masih berpusat di kota Kupang. Wilayah Flores dan Sumba, baru diperjuangkan sekitar 15 tahun terakhir.

Hemat saya, ada dua kendala utama yakni di Kampus selalu ada keterbatasan tenaga yang profesional dan minimnya biaya pengelolaan program pendidikan. Sedangkan di pihak masyarakat adalah kendala biaya bagi generasi muda yang mau sekolah.

Ada kebutuhan mendesak untuk pendidikan berkualitas bagi generasi muda; baik pendidikan tinggi maupun pendidikan kejuruan yang memampukan mereka untuk berkarya kreatif dan inovatif. Sungguh diandalkan para pemimpin lokal NTT untuk mengalokasikan anggaran pembangunan, serta berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah pusat. Ada alternatif lain yakni berkolaborasi dengan lembaga pendidikan luar negeri untuk membuka cabang di NTT.

Titipan Harapan untuk Gubernur NTT

Pemerintahan propinsi adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat. Gubernur adalah pemimpin daerah yang strategis bagi relasi daerah NTT dan pemerintah pusat. Saat ini sedang dijalankan oleh Pejabat Sementara dari Kementerian Dalam Negeri, sambil menunggu hasil Pilgub NTT nanti.

Maka ada titipan harapan sebagai masyarakat, bahwa gubernur baru nanti harus sangat peduli soal pendidikan untuk memanusiakan manusia, serta mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan generasi muda. Pendidikan adalah upaya serius membangun manusia pembangun dirinya dan masyarakat.

Sepakat dengan pikiran Fransiscus Go, saya menggarisbawahi soal cara pandang pemerintah daerah dalam alokasi anggaran untuk pendidikan di NTT. Penting untuk dibangun kesamaan pola pikir dan kebijakan alokasi anggaran pembangunan di bidang pendidikan. Sarana dan prasaran pendidikan penting, jika disertai perhatian istimewa terhadap kualitas program pendidikan dan tenaga pendidik.

Di pihak lain, perlu peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga, sehingga mampu mendukung pendidikan anak di bidang kejuruan serta pendidikan tinggi. Pengembangan kreasi dan inovasi melalui UMKM serta koperasi menjadi alternatif realistis.

Hemat saya, selain konsep dan perhatiannya untuk membangun pendidikan masyarakat NTT, ada banyak kapasitas handal yang dimiliki sosok Fransiscus Go. Kiranya layak dicalonkan dan dipercaya masyarakat Flobamora untuk menjadi Gubernur NTT mendatang. Sebagai warga masyarakat, saya memberikan apresiasi dan dukungan bagi beliau.

Fransiscus Go adalah seorang pengusaha, pekerja cerdas dengan manajemen profesional, dan berkepribadian sahaja serta matang. Dari pengalaman dan prestasi pribadinya, kiranya layak menjadi Pemimpin Daerah NTT untuk mengabdi berkarya membangun bersama masyarakat Flobamora.

Menurut saya, sosok Fransiscus Go mampu bersama masyarakat NTT menemukan akar masalah pembanguan dan solusi-solusi bijak semua bidang, untuk membuat Flobamora lebih maju dan baik. Semoga. **

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *