banner 728x250

Dunia dan ASEAN Harus Ambil Tindakan Konkrit Soal Rohingnya

Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Achmad Hafisz Thohir, (Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA,SINERGISATU.COM-Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Achmad Hafisz Thohir, meminta negara-negara ASEAN perhatikan nasib etnis Rohingya di Myanmar.

“Kita menyaksikan penderitaan dan kekerasan yang dilakukan Junta terhadap etnis Rohingya, padahal suku Rohingya sudah ada di Rakhine sejak tahun 1055 dan sempat jaya di Myanmar,” kata Hafisz dalam keterangan kepada awak media di Jakarta,Sabtu (30/12/2023).

banner 325x300

Hafisz menyebut, era kejayaan Rohingya sudah berakhir. Rezim Myanmar saat saat ini tidak lagi mengurus mereka, bahkan membunuh dan membantai mereka.
“Bisa saja Myanmar diisolasi dari berbagai forum dunia, embargo senjata, ekonomi dan membekukan paspor dan visa mereka, serta menyeret pelaku genosida di sana ke Mahkamah Internasional untuk diadili” tegasnya.

BACA JUGA :  BKSAP DPR RI Usul Pembentukan Forum ‘Indonesia-Africa Parliamentary Partnership’

“Kini Rezim di Myanmar tak lagi urus mereka karena dianggap bukan warga Myanmar sehingga nasib muslim Rohingya semakin tak jelas. Rezim merasa tak ada kewajiban bahkan bertindak semena-mena, represif, melakukan pembunuhan, dibantai, dan diusir. Hak dasar manusia tak lagi mereka peroleh,” ujar Hafisz.

BACA JUGA : Prof. Yusril Ihza Mahendra : Pengunduran Diri Firli Bahuri Harus Kita Hormati

Maka atas dasar tersebut, Hafisz mendorong agar ASEAN bertindak lebih jauh untuk hentikan Myanmar melakukan kekerasan dan genosida kepada etnis Rohingnya.

“Tak cukup sekadar mengutuk, tapi dunia dan ASEAN harus membuat langkah konkret. Bisa saja Myanmar diisolasi dari berbagai forum dunia, embargo senjata, ekonomi dan membekukan paspor dan visa mereka, serta menyeret pelaku genosida di sana ke Mahkamah Internasional untuk diadili,” kata Anggota Komisi XI DPR RI itu. ** (Dommy).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *