banner 728x250
BERITA  

Desy Ratnasari : Peran Ibu dan Anak Sangat Penting Dalam Peningkatan Kualitas Hidup Pembangunan Nasional

Desy Ratnasari,Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (dok/Istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA-Desy Ratnasari mewakili Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) di DPR RI menerima Rancangan Undang-Undang Tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) menjadi usul inisiatif DPR RI untuk kemudian dapat ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fraksi PAN memandang kualitas hidup sebagai bagian determinan dari kesejahteraan. Peningkatan pendidikan dan derajat kesehatan dipercaya akan meningkatkan produktivitas individu yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak.

banner 325x300

Desy Ratnasari mengatakan dalam pandangan fraksinya yang disampaikannya secara tertulis kepada Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-26 Kamis (30/6/2022) yang diterima langsung Ketua DPR.

 

Anggota DPR RI Desy Ratnasari saat memberikan pandangan Fraksi terhadap RUU KIA kepada Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani.

“Fraksi Partai Amanat Nasional juga memandang bahwa anak akan tumbuh dengan baik, sehat, cerdas, kreatif, dan produktif dari ibu yang sehat  dan kesejahteraannya baik dan terjamin. Kemudian anak yang sehat dan bertumbuh kembang dengan baik akan menjadi sumber daya manusia yang unggul sebagai generasi penerus bangsa. Untuk itu, Peran Ibu dan Anak sangat penting dalam peningkatan kualitas hidup pembangunan nasional,” kata Desy Ratnasari dalam keterangan persnya diterima wartawan di Parlemen Jakarta,Jumat (1/7/2022).

Desy Ratnasari

Menurutnya, selain sebagai aturan yang bersifat khusus, RUU KIA diharapkan dapat menyempurnakan dan memperkuat substansi beberapa UU yang telah berlaku, antara lain UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, UU Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, dan beberapa peraturan perundang-undang lainnya. Oleh karena itu dalam pembahasan dan pembuatan substansi RUU KIA harus dilakukan sinkronisasi secara komprehensif terhadap undang-undang yang masih berlaku lainnya.

Fraksi PAN berpandangan, bahwa Penambahan Hak Cuti bagi Ibu pekerja dalam substansi RUU KIA diharapkan berdampak positif terhadap pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan fisik serta psikologis Ibu dan Anak. Pemberian Hak Cuti bagi Ibu pekerja akan memberikan waktu bagi ibu untuk merawat dan mengasuh anaknya, memberikan ASI eksklusif yang dapat memberikan asupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.

Desy Ratnasari dalam ruang sidang DPR RI (dok/Ist)

Dikatakan, aspek positif lainnya adalah terbentuknya relasi psikologis yang kuat antara ibu dan anak didukung kehadiran ayah yang juga menyediakan waktu dalam merawat dan mengasuh anaknya sehingga terwujud kesejahteraan psikologis keluarga.

Selain itu, F-PAN berpendapat bahwa RUU KIA ini pada tahap pelaksanaannya membutuhkan dukungan alokasi anggaran, ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana yang memadai, seperti ruang laktasi, ruang keluarga untuk menitipkan anak selama ibu bekerja, dan lain-lain.

“Jadi, hal ini tersebut dapat terwujud atas dukungan dan komitmen para pemangku kebijakan yang dituangkan dalam substansi RUU ini sehingga implementasinya nanti dapat berjalan secara efektif dan optimal,” tulis politisi yang juga tokoh artis senior Indonesia ini. ** dese lewuk. 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *